Saturday, January 19, 2008

Menjalin Hubungan Baik dengan Tetangga

Oleh Sigit Indriyono

Setelah menempuh perjalanan pulang dari kantor sekitar lima belas menit, sampailah aku di rumah. Alhamdulillah, di sini tidak ada kemacetan lalu lintas. Di beberapa ruas pinggir jalan sepanjang perjalanan pulang masih terlihat kerindangan pepohonan asli kawasan hutan. Lingkungan asri yang tetap dijaga kelestariannya.

Kutekan bel di depan pintu rumah sambil kuucapkan salam, ” Assalamu ’alaikum! ” Tak beberapa lama putriku yang sulung membukakan pintu ruang tamu. Disambutnya aku dengan ciuman tangan sambil membalas ucapan salam. Si bungsu yang sedang mengerjakan PR di kamarnya, keluar pula menyambutku. Isteriku sedang menyiapkan secangkir teh hangat untukku di ruang makan. Keceriaan isteri dan anak saat aku pulang kerja menghilangkan kepenatan setelah bekerja seharian. Do’a selalu kulantunkan untuk mereka setiap usai sholat, " Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ” (QS Al-Furqaan [25]:74).

Setelah mandi, aku segera menuju ke ruang makan untuk menikmati teh hangat bersama isteri. Stoples makanan kecil kubuka, ada kripik oncom kesukaanku. Tetangga depan rumah yang baru pulang kampung di daerah Jawa Barat rupanya membawa oleh-oleh kripik oncom dan sekotak dodol Garut. Hubungan antar tetangga di sekitar rumah sangat akrab. Pemberian makanan antar tetangga merupakan salah satu bukti keakraban yang telah terjalin.

Sebagai suatu sarana hubungan antar manusia, kehidupan bertetangga telah diatur dalam Al-Qur’an dan Hadis. Suatu tatanan masyarakat yang baik dapat terwujud jika kehidupan bertetangga memiliki keharmonisan dan keselarasan.

Substansi dari kehidupan bertetangga yang harmonis dan selaras adalah berbuat baik kepada tetangga. "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. " (QS An Nisaa' [4]: 36 ).

Dalam hal tertentu, kedudukan tetangga jauh lebih penting daripada saudara atau kerabat. Tetangga merupakan pihak pertama yang dapat dimintai pertolongan dengan segera, saat kita berada dalam situasi sulit dan kritis, sedangkan posisi berjauhan dari saudara dan kerabat. Sehingga, tidak selayaknya kita bersikap acuh tak acuh terhadap tetangga. Demikian pentingnya tetangga, sehingga Rasulullah SAW bersabda: ” Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tetangganya. ”(HR Muttafaq ’alaih)

Hakikat tetangga yang paling umum adalah tetangga rumah. Namun, sesungguhnya tetangga tidak hanya sebatas pada pengertian di atas saja, bahkan lebih luas lagi. Karena pengertian tetangga juga berlaku di tempat bekerja mencari nafkah, di tempat belajar dan tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya ketetanggaan. Dengan demikian, hak-hak sebagai tetangga harus diperhatikan juga.

Tetangga adalah lingkungan terdekat dengan kita. Mau tidak mau, kita sering berjumpa dengan mereka. Menampilkan senyum, melambaikan tangan, mengucapkan salam atau bahkan saling berkunjung ke rumah merupakan sarana silaturahim antar tetangga.

Dengan terjadinya hubungan baik antar tetangga, akan dirasakan manfaat di dalam kehidupan bertetangga. Lingkungan terasa tentram, antar tetangga timbul rasa empati, sehingga akan berusaha saling menjaga, saling menolong dan saling menasihati ke arah kebaikan. Kita berupaya juga agar pikiran, perasaan dan tindakan kita tidak membuat tetangga merasa tidak aman dan tidak nyaman. ” Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata benar atau diam. ” (HR Bukhari ).
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,