Tuesday, July 29, 2008

Rumah Tangga Yang Ideal

Rumah Tangga Yang Ideal

http://www.almanhaj .or.id/content/ 2079/slash/ 0

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rohimahulloh



Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketentraman jiwa), mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta’ala berfirman.

"Artinya : Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” [Ar-Ruum : 21]

Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami atau isteri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajiban serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing, serta melaksanakan tugasnya itu dengan penuh tanggung jawab, ikhlas serta mengharapkan ganjaran dan ridha dari Allah Ta’ala.

Sehingga, upaya untuk mewujudkan pernikahan dan rumah tangga yang mendapat keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, mengingat kondisi manusia yang tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tenteram dan bahagia mendadak dilanda “kemelut” perselisihan dan percekcokan.

Apabila terjadi perselisihan dalam rumah tangga, maka harus ada upaya ishlah (mendamaikan) . Yang harus dilakukan pertama kali oleh suami dan isteri adalah lebih dahulu saling intropeksi, menyadari kesalahan masing-masing, dan saling memaafkan, serta memohon kepada Allah agar disatukan hati, dimudahkan urusan dalam ketaatan kepadaNya, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangganya. Jika cara tersebut gagal, maka harus ada juru damai dari pihak keluarga suami maupun isteri untuk mendamaikan keduanya. Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada pasangan suami isteri tersebut.

Apabila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an, surat An-Nisaa' ayat 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan terakhir, yaitu “perceraian”.

Syaikh Musthafa Al-‘Adawi berkata, “Apabila masalah antara suami isteri semakin memanas, hendaklah keduanya saling memperbaiki urusan keduanya, berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, dan meredam perselisihan antara keduanya, serta mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan jangan menceritakannya kepada orang lain.

Apabila suami marah sementara isteri ikut emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Allah, berwudhu' dan shalat dua raka’at. Apabila keduanya sedang berdiri, hendaklah duduk; apabila keduanya sedang duduk, hendaklah berbaring, atau hendaklah salah seorang dari keduanya mencium, merangkul, dan menyatakan alasan kepada yang lainnya. Apabila salah seorang berbuat salah, hendaknya yang lainnya segera memaafkannya karena mengharapkan wajah Allah semata.” [1]

Di tempat lain beliau berkata, “Sedangkan berdamai adalah lebih baik, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala. Berdamai lebih baik bagi keduanya daripada berpisah dan bercerai. Berdamai lebih baik bagi anak daripada mereka terbengkalai (tidak terurus). Berdamai lebih baik daripada bercerai. Perceraian adalah rayuan iblis dan termasuk perbuatan Harut dan Marut.

Allah Ta’ala berfirman.
"Artinya : “Maka mereka mempelajari dari keduanya (Harut dan Marut) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka tidak dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah.” [Al-Baqarah : 102]

Di dalam Shahiih Muslim dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas lautan. Kemu-dian ia mengirimkan balatentaranya. Tentara yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang menimbulkan fitnah paling besar kepada manusia. Seorang dari mereka datang dan berkata, ‘Aku telah lakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab, ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Lalu datanglah seorang dari mereka dan berkata, ‘Tidaklah aku meninggalkannya sehingga aku telah berhasil memisahkan ia (suami) dan isterinya.’’ Beliau melanjutkan, ‘Lalu iblis mendekatkan kedudukannya. Iblis berkata, ‘Sebaik-baik pekerjaan adalah yang telah engkau lakukan.” [2]

Ini menunjukkan bahwa perceraian adalah perbuatan yang dicintai syaitan.

Apabila dikhawatirkan terjadinya perpecahan antara suami isteri, hendaklah hakim atau pemimpin mengirim dua orang juru damai. Satu dari pihak suami dan satu lagi dari pihak isteri untuk mengadakan perdamaian antara keduanya. Apabila keduanya damai, maka alhamdulillaah. Namun apabila permasalahan terus berlanjut antara keduanya kepada jalan yang telah digariskan dan keduanya tidak mampu menegakkan batasan-batasan Allah di antara keduanya. Yaitu isteri tak lagi mampu menunaikan hak suami yang disyari’atkan dan suami tidak mampu menunaikan hak isterinya, serta batas-batas Allah menjadi terabaikan di antara keduanya dan keduanya tidak mampu menegakkan ketaatan kepada Allah, maka ketika itu urusannya seperti yang Allah firmankan:

"Artinya : Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) , Mahabijaksana.” [An-Nisaa' : 130] [3]

Allah Ta’ala berfirman:

"Artinya : Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz[4], hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusah-kannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar. Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami isteri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [An-Nisaa' : 34-35]

Pada hakikatnya, perceraian dibolehkan menurut syari’at Islam, dan ini merupakan hak suami. Hukum thalaq (cerai) dalam syari’at Islam adalah dibolehkan.

Adapun hadits yang mengatakan bahwa “perkara halal yang dibenci Allah adalah thalaq (cerai),” yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2178), Ibnu Majah (no. 2018) dan al-Hakim (II/196) adalah hadits lemah. Hadits ini dilemahkan oleh Ibnu Abi Hatim rahimahullaah dalam kitabnya, al-‘Ilal, dilemahkan juga oleh Syaikh Al-Albani rahimahullaah dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 2040).

Meskipun thalaq (cerai) dibolehkan dalam ajaran Islam, akan tetapi seorang suami tidak boleh terlalu memudahkan masalah ini. Ketika seorang suami akan menjatuhkan thalaq (cerai), ia harus berfikir tentang maslahat (kebaikan) dan mafsadah (kerusakan) yang mungkin timbul akibat perceraian agar jangan sampai membawa kepada penyesalan yang panjang. Ia harus berfikir tentang dirinya, isterinya dan anak-anaknya, serta tanggung jawabnya di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla pada hari Kiamat.

Kemudian bagi isteri, bagaimana pun kemarahannya kepada suami, hendaknya ia tetap sabar dan janganlah sekali-kali ia menuntut cerai kepada suaminya. Terkadang ada isteri meminta cerai disebabkan masalah kecil atau karena suaminya menikah lagi (berpoligami) atau menyuruh suaminya menceraikan madunya. Hal ini tidak dibenarkan dalam agama Islam. Jika si isteri masih terus menuntut cerai, maka haram atasnya aroma Surga, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

"Artinya : Siapa saja wanita yang menuntut cerai kepada suaminya tanpa ada alasan yang benar, maka haram atasnya aroma Surga.” [5]

Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu berkata,

"Artinya : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang: ... dan janganlah seorang isteri meminta (suaminya) untuk menceraikan saudara (madu)nya agar mem-peroleh nafkahnya.” [6]

Marilah kita berupaya untuk melaksanakan pernikahan secara Islami dan membina rumah tangga yang Islami, serta berusaha meninggalkan aturan, tata cara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam. Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridhai oleh Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

"Artinya : Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.” [Ali ‘Imran : 19]

“...Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]

Setiap keluarga selalu mendambakan terwujudnya rumah tangga yang bahagia, diliputi sakinah, mawaddah dan rahmah. Oleh karena itu, setiap suami dan isteri wajib menunaikan hak dan kewajibannya sesuai dengan syari’at Islam dan bergaul dengan cara yang baik


[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Fiqhut Ta’amul bainaz Zaijaini (hal. 37).
[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2813 (67)).
[3]. Dinukil dari Fiqh Ta’amul bainaz Zaujaini (hal. 87-92) secara ringkas.
[4]. Nusyuz yaitu meninggalkan kewajibannya selaku isteri, seperti meninggalkan rumah tanpa seizin suaminya.
[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2226), at-Tir-midzi (no. 1187), Ibnu Majah (no. 2055), ad-Darimi (II/162), Ibnul Jarud (no. 748), Ibnu Hibban (no. 1320), ath-Thabari dalam Tafsiir-nya (no. 4843-4844), al-Hakim (II/200), al-Baihaqi (VII/316), dari Tsauban radhiyallaahu ‘anhu.
[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2140), Muslim (no. 1515 (12)) dan an-Nasa-i (VII/258)

Saturday, July 26, 2008

Sabar Dalam Syukur

Sabar Dalam Syukur

Bersabar dalam rasa syukur atau bersyukur dalam kesabaran ? apapun jawabannya kedua entitas tersebut merupakan pokok keimanan. Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)
Bersyukur atas nikmat Allah mempunyai cakupan yang sangat luas baik yang telah ada pada diri kita maupun yang akan datang kepada diri kita. Didalam khutbah sering kali khotib mengajak kita bersyukur atas nikmat Islam , nikmat iman dan berbagai kenikmatan yang lainnya salah satunya seperti kesehatan.

Bersyukur bisa kita lakukan lewat perbuatan dan perkataan, dan bersyukur lewat perbuatan dibagi menjadi dua yaitu bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki untuk digunakan pada diri sendiri dan bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki untuk digunakan bagi kebutuhan orang lain.

Bersabar dalam rasa syukur adalah syukur utuk diri sendiri dan hal ini bisa kita manifestasikan dalam syukur panca indera seperti bersyukur karena telah memiliki mata maka kita bersabar dalam melihat yang bukan hak kita, bersyukur karena telah memiliki mulut maka kita bersabar dalam berbicara yang tidak bermanfaat bahkan menimbulkan fitnah, bersyukur karena memiliki telinga berarti kita dituntut untuk bersabar dalam mendengarkan keluhan oranglain dan menahan diri dari mendengar ghibah dan seterusnya. Seperti firman Allah " Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur "(Al Mu'minuun :78) hal senada terdapat pada surat (Al Mulk :23)

Bersyukur dalam kesabaran adalah wujud terimakasih kita kepada Allah bahwa kita di beri nikmat sabar, yaitu sabar dalam memberikan pertolongan kapada orang lain. "Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia". (HR. Ath-Thabrani) , karena pada hakekatnya rasa sabar juga pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang disusupkan lewat hati orang yang di pilihNya.

Selama ini kita mempersepsikan energi sabar dan syukur sebagai energi diam (kepasrahan) padahal tidaklah demikian, didalam satu hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam menerangkan "Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan". (HR. Tirmidzi) artinya bersabar dalah pergerakan menuju ridho Allah lewat usaha maksimal dalam urusan akherat dan berusaha menekan lonjakan nafsu duniawi lewat syukur.

Salam

(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat)

(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat)

Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :

1.Alam Barzakh

Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan nikmat yang ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang

a. Suka mengadu domba
b. Suka berbuat ghulul
c. Berbuat kebohongan
d. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang dilarang dalam Al’Qur’an
e. Melakukan zina
f. Memakan riba
g. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
h. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis
Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung
silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.


2. Peniupan Sangkakala
Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :


“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68 ).


Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.

Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : “ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).


Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 51).

Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”.(HR. Muslim).


3.Hari Berbangkit
“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).


4.Padang Mahsyar
“(Yaitu) pada hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).


Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).
Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari. (QS.Yunus:45).


“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).

Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur dan ashar saja. Subhanallah.

Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14).

5. Syafaat
Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir dan munafik, maka tidak ada syafaat bagi mereka.

Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).

6. Hisab
Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran.

Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.

Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”.(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.


Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).


Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.

7. Pembagian catatan amal
Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.

Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.

Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan
menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .

"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:"wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku" (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya", kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala".(QS. Al Haqqah:25 31).

8. Mizan
Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47)

Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.

Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga


9. Telaga
Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :


Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak (HR. Bukhari Muslim).


Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).

10.Ujian Keimanan Seseorang
Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.

Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).

Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.


11. Shirat
Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).


Beberapa Hadits tentang Shirath


Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :
Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)


“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)


“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)


Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).


Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan


12. Jembatan
Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.


Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).


Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.


Kesimpulan :
Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu..., apa yang akan kita alami di hari akhir nanti..., tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini…. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah…….karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah……


Sumber :
1. Poster ‘Hidup Sesudah Mati” (berupa diagram tahapan dan penjelasan setiap tahapan)
2. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi
3. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar
4. Syarah Lum’atul I’tiqad Al hadi Ila Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin
5. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi
6. Tadzkirah, Imam Qurthubi
7. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al Hambali
8. Hadiul Arwah Ila Biladil Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
9. Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir
10. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.
(Disalin/ diketik pada tgl : 17 Ramadhan 1428 H, pkl 8 pagi).


Wednesday, July 23, 2008

Kekuatan Ikhlas yang Menyembuhkan

Kekuatan jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya
luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai
dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Seperti diungkapkan praktisi dan pengajar penyembuhan holistik, Reza
Gunawan, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya
sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci
kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan
ikhlas. Menurut Reza, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan
dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan
perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi
berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa
menerima dengan apa adanya," ungkap Reza di sela-sela kampanye
'Mizone Jadi 100% Kamu' di Jakarta, Selasa (24/6) kemarin.

Ikhlas, terang Reza, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan
tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan
supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati. Ikhlas merupakan
bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan
keseimbangan antara
tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

"Kalau badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu
berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan
hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras
atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung
yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau
perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi
maksimal. Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih
sehat," paparnya.

Untuk mencapai dan mewujudkan perasaan ikhlas dalam hati, Reza
menyatakan setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda. Untuk
itulah, Reza menyarankan untuk membiasakan diri berlatih secara
bertahap dan rutin.

"Ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk melatih diri supaya
ikhlas, yang pertama Sering- seringlah berhenti dan bernafas untuk
mengistirahatkan pikiran, ingat bahwa sesuatu tidak ada yang kekal
dan belajar untuk menerima atau mengikhlaskan diri dari tahap yang
paling mudah," tandasnya.

Tiga Tips Melatih Ikhlas

1. Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk
mengistirahatkan pikiran. Manusia seringkali sulit mencapai
keikhlasan karena pikirannya jalan terus. Dengan latihan ini, kita
juga akan bebas dari ketegangan.

2. Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah. Seseorang
susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa
yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan
berubah. "Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang
berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai
atau pun kita tak sukai tentu akan berubah," terang Reza..

3. Start di titik yang paling mudah. Belajarlah untuk mulai
menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu. Untuk bisa merasa
ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing-
masing. Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan
dulu. Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih.

Reza mencontohkannya dengan sebuah kasus ketika Anda marah karena tak
bisa menerima bos di kantor yang tak berlaku adil. Kalau Anda tidak
bisa memaafkan orangnya, cobalah untuk memaafkan atau mengikhlaskan
dulu perilakunya. Bila ini masih sulit, mulailah untuk mengikhlaskan
perasaan kita bahwa kita sedang marah.

"Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri,
minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas. Jadi,
pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling
gampang menuju gerbang keikhlasan," pungkasnya.

Sumber : Kompas, Rabu, 25 Juni 2008

Thursday, July 17, 2008

Kiat Mencari Jodoh

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul
suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dana
kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan
perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah
manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam
sunnah Rasul ditegaskan bahwa " Nikah adalah Sunnahnya". Oleh karena
itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki
dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut
sehingga terlaksananya suatu pernikahan.
Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak
selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang
perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-
kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang
lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang
belum menikah juga.
Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa
banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga
tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para
musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma'isyah belum berani
maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang
mawaddah wa rohmah. Kekhawatiran jelas tampak, ditengah-tengah
perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk
memutuskan segera menikah.
Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini.
Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun
pasti beranjak semakin naik.
Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat
Islam yang memang diturunkan untuk kemashlahatan manusia, beberapa
kiat mencari jodoh dapat dilakukan :
1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang
Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan
(QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang
diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan
manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia
dan akhirat seseorang.
2. Melalui mediator, antara lain :
a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk
mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada
masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan
anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi
SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin
dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik
dan menyenangkan dengannya(Hr. Muslim).
b. Guru ngaji (murobbiyah) .Jika memang sudah mendesak untuk menikah,
seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru
ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan
keyakinan bahwa jodoh bukanlah ditangan guru ngaji. Ini adalah salah
satu upaya dalam mencari jodoh.
c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan
keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat
perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah ra. Diawali dengan
ketertarikan Khadijah ra kepada pribadi beliau yang pada saat itu
berstatus karyawan pada perusahan bisnis yang dipegang oleh Khadijah
ra. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi
Khadijah ra..
d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan
seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur
yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu diantaranya
adalah Club Ummi Bahagia.
3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia
berakhlak Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya
(temannya atau pihak keluarganya) . Namun pacaran tetap dilarang oleh
Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan
menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya,
maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia
senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim ditengah-tengah
masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan
menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita
mengomentarinya, "Betapa sedikit rasa malunya." Ayahnya yang
mendengar komentar putrinya itu menjawab, "Dia lebih baik dari pada
kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada
beliau."
Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh
pengarang buku Tahrirul Mar'ah, bahwa ada seorang temannya yang
didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya
itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, "Apakah aku
mengajak anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak anda untuk
kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya". Maka terjadilah
pernikahan setelah itu.
Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa
sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Disamping itu seorang
muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan
kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat
bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan,
bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.
Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan
hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan
menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif
(baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu
diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.
Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada
Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah
kita berserah diri. Wallahu A"lam bishowab.

Konsekuensi Doa "Minta Jodoh"

Konsekuensi Doa "Minta Jodoh"

Oleh : Reza Ervani (komunitas : http://groups. yahoo.com/ group/rezaervani)

Bismilahirrahmanirr ahiim

Di Al Quran Al Karim Surah Al Furqan ayat 74, ada doa orang yang beriman :

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa ini seringkali dilantunkan oleh mereka yang sedang mendambakan pasangan hidup.

Tapi ada bagian yang seringkali pula kita luput merenungkannya, yakni bagian "wajalna lil muttaqina imama" (Jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa).

Mari sejenak kita renungkan.

Doa yang dicantumkan dalam Al Quran diatas memiliki makna yang mendalam. Sesuai dengan bahasan kita kali ini, bolehlah rasanya kita bagi doa itu menjadi dua konsekuensi :

a. Konsekuensi pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah

Ini yang seringkali disebut sebagai tujuan utama pembentukan keluarga, sebagaimana yang dicantumkan pula dalam Al Quran Al Karim :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Al Quran Al Karim Surah Ar Ruum ayat 21).

Konsekuensi pertama ini menuntut kita untuk belajar terus, mentarbiyah diri dan istri, juga anak, agar dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan fatal, yang menyebabkan keluarga hilang visi dan misinya.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Al Quran Al Karim Surah At Tahrim ayat 6)

b. Konsekuensi teladan dan kepemimpinan ummat (keluarga da'wah)

Ternyata ada satu lagi konsekuensi dari doa itu.

Setelah dianugerahi seorang pasangan, maka tidak serta merta tanggung jawab kita selesai. Ada tanggung jawab lain ternyata, yakni KETELADANAN.

"Kamu semua adalah da'i sebelum (profesi) lainnya"

Demikian ujar sebuah jargon da'wah.

Seorang suami, ternyata harus belajar bagaimana menyeimbangkan antara tuntutan haknya sebagai seorang suami dengan kewajibannya memberikan kesempatan bagi sang istri untuk beraktivitas dan berkembang. Begitu juga seorang istri, harus pandai betul, menselaraskan antara hak untuk mengembangkan diri dan kewajibannya sebagai seorang ratu rumah tangga.

Keseimbangan itu akan membuahkan manfaat keluarga untuk sekelilingnya. Manfaat itulah yang disebut dengan da'wah.

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain", demikian sabda junjungan Rasulullah Muhammad saw.

Perkataan seorang suami,"Ah, capek … saya kan sudah banting tulang mencari nafkah …" tidak akan muncul jika ia menyadari betul konsekuensi ganda dari doa yang ia lantunkan ketika meminta seorang pasangan kepada Sang Kholiq.

Juga perkataan seorang istri,"Abi … Umi kan masih capek, bikin sendiri aja gih …", pun tidak akan muncul jika ujung dari do'a itu dipahami dengan seksama.

Fungsi ganda keluarga muslim inilah yang menyebabkan ia berbeda dari sistem keluarga yang biasanya. Keluarga yang hanya berorientasi dapur, sumur, kasur tidak akan mampu memberikan efek kesholihan sosial.

Konsekuensi "lil muttaqina imama" ini juga menuntut kebijaksanaan yang lebih ketika memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan keluarga, karena ada pertimbangan keummatan yang masuk ke ranah pengambilan keputusan tersebut. Sesuatu yang menurut pertimbangan baik untuk keluarga, tetapi tidak baik untuk ummat, bisa menyebabkan keputusan itu gugur dilaksanakan. Sebaliknya pula, jika apa yang dipikirkan baik untuk ummat ternyata tidak berdampak positif buat keluarga, tak boleh pula dipaksakan untuk tetap dijalankan.

Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

(Al Quran Al Karim Surah Ar Rahman ayat 8 – 9)

Fungsi ganda ini membutuhkan pembiasaan dan pembelajaran. Pasti ada lelah di saat-saat awal, karena inilah bagian dari tarbiyah keluarga itu. Jika nanti fungsi ganda keluarga yang merupakan konsekuensi doa kita ketika meminta pasangan itu tercapai, maka cita-cita menjadi ustadziatul `alam (guru bagi semesta) itu Insya Allah akan tercapai.

Allahu `Alam

Bangka Barat – Bandung, Jumat 23 Jumadil Akhir 1429 H __._,_.___

HATI YANG HIDUP

HATI YANG HIDUP
Oleh : Sry Yanto (sry_pbun@yahoo. co.id, ki.gedhe@gmail. com)

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di
antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak
jelas halal-haramnya) , yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia.
Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah
membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang
terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar
tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah
bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah
sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging
itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu
rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah
hati.'" (HR. Bukhori dan Muslim)

Para salafush sholeh, terutama ulama yang sangat konsen terhadap
pembersihan jiwa (tazkiyatun nafsi) akan menempatkan perbaikan dan
kesehatan hati dalam awal mula pembahasan kitab-kitab mereka,
sebagaimana ulama fikih menempatkan pembersihan lahir (thaharah)
sebagai pembuka kitab-kitab mereka. Hal ini mengingat hati merupakan
komponen yamg paling berharga bagi manusia, melebihi jasad itu
sendiri.

Hati laksana komandan bagi setiap manusia, kemana dia memerintah maka
kesanalah raga menuju. Apa saja yang dia inginkan maka jasadlah yang
menunaikan dan mewujudkannya. Sebagai komandan tentu menjadi panutan
bagi prajurit, sehingga bilamana komandan itu baik, maka baik pulalah
prajurit, bila komandan bijaksana maka sejahteralah prajuritnya. Akan
tetapi, bilamana komandan berwatak buruk, kejam lagi bengis, maka
rusak dan sengsara serta menderitalah prajuritnya.

Ali bin Abi Thalib ra, mengingatkan bahwa ada enam perkara yang mesti
diperhatikan setiap diri agar terhindar dari keburukan dan
keterperosakan ke dalam lembah kejahatan dan penyakit hati, keenam
obat tersebut adalah:

Pertama: hidupnya hati adalah berkat bertambahnya ilmu, sedangkan
matinya hati disebabkan karena tiadanya ilmu. Ilmu merupakan alat
yang mampu menguak rahasia, memberikan petunjuk bagi yang sesat,
memberikan penerangan bagi yang kegelapan. Laksana pelita dimalam
yang pekat. Ilmu mengantarkan seseorang untuk mengetahui pemilik alam
semesta, pencipta dan kreator ulung yang tiada bandingnya yaitu Alloh
SWT. Ketiadaan ilmu mengakibatkan kebutaan, buta akal dan pikiran
yang selanjutnya akan mengakibatkan butanya hati yang di dalam dada.

Kedua: sehatnya hati adalah karena keyakinan, sakitnya hati adalah
karena keragu-raguan. Keyakinan yang benar dan kokoh yang bersumber
dari bersihnya aqidah seseorang (salimul aqidah), tentu akan
menyehatkan hati. Karena hati akan selalu bersandar dan berteduh
dibawah payung naungan Alloh yang tidak akan pernah berhenti menaungi
walaupun sekejap. Akan senantiasa terhindar dari kedengkian,
kesombongan dan kerakusan karena itu semua bukanlah cerminan aqidah
yang lurus. Sebaliknya keragu-raguan akan berakibat sakitnya hati,
keraguan berasal dari setan yang membisikkan ke dalam hati untuk
tidak mengingat dan meyakini kebenaran Ilahi, membujuk dan merayu
manusia untuk mengingkari ayat-ayat Allah dengan berbagai alasan,
apakah itu bersumber dari keadaan lingkungan dan kejumawaan pribadi
karena merasa ilmu yang teramat tinggi.

Ketiga: tidurnya hati karena kelalaian sedangkan bangunnya hati
karena dzikir yang dilakukan. Kelalaian kerap menjadi sumber petaka
bagi manusia, lalai dari kewajiban-kewajiban yang diemban sebagai
amanat Khaliq atas kehidapannya didunia. Melalaikan nikmat yang telah
dikaruniakan selama ini, bukankah nikmat yang kita terima begitu
melimpah? Hidup adalah nikmat, dengan hidup kita dapat berprestasi,
mengukir prasasti diri ketika nanti kita tiada lagi. Hidup merupakan
kesempatan untuk meraih kedudukan terpuji ketika kita kembali, hidup
merupakan kesempatan kita memperbaiki diri, bertaubat dari kesalahan
dan dosa, memohan maaf atas segala kekhilafan dan sesalahan. Belum
lagi nikmat-nikmat yang lain, nikmat panca-indera, nikmat keluarga,
anak-isteri, nikmat harta benda, pangkat dan jabatan serta lainnya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Melalaikan
seluruh nikmat tersebut akan menjadikan hati tertidur, terlelap dan
terlena. Sebaliknya, selalu mengingat Sang Pencipta, berdzikir kepada
Allah SWT akan membangunkan hati. Mengingat Allah akan membentengi
hati dari ketergelinciran amal, membangunkan hati untuk selalu
terjaga, terhindar dari kepekatan tidurnya hati merupakan nikmat
seorang hamba. Nikmat yang akan menghantarkan kepada ma'rifat dan
nikmat yang akan menghantarkannya menuju jalan yang selamat, dunia
dan akhirat.

Semoga Allah menjadikan hati kita hati yang hidup, hati yang sehat
serta hati yang terjaga. Wallahu a'lam bish shawab.

Dzikir Jiwa

Dzikir Jiwa
Penulis : Ratu Karitasurya

------------ --
KotaSantri.com : Saudaraku...

Akhlaq yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syari'ah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlaq merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syari'ah. Akhlaq juga merupakan buah dari ibadah (QS. 29 : 45, 2 : 197).

Jika Allah tidak mencintaimu, maka Ia tidak akan menamaimu dengan Islam, yaitu dengan menganugerahkan keislaman. Dan tidak pula menamaimu dengan nama iman, yaitu menganugerahkan keimanan.

Beritahu aku, apakah menurutmu derajatmu itu adalah yang paling rendah dengan posisimu sebagai seorang muslim? Apakah salah seorang di antara kita mengklaim bahwa ketika di dalam perut ibunya, ia berdo'a kepada Tuhannya agar Allah mengeluarkannya dalam keadaan muslim? Dan Allah mengabulkannya?

Atau ia beramal untuk mendekatkan diri kepada Allah agar Allah memasukkannya ke dalam golongan ahlul-yamiin, yaitu golongan penghuni surga, ketika ia masih jauh berada dalam rusuk ayahnya? Dan Allah mengabulkannya?

Wahai saudaraku, pujilah Allah dan bersyukurlah karena keutamaan yang Allah berikan kepadamu. Sungguh merupakan suatu hal yang mungkin terjadi, kamu menjadi bahan bakar neraka, lahir dalam keadaan kafir, dan mati dalam kekafiran juga. Namun Allah mencintaimu, Allah menjagamu dari penyembahan kepada makhluk-makhlukNya, Allah membuatmu hanya bersujud kepada yang Menciptakan raja dan hamba sahaya, Allah menjagamu dari bersujud kepada berhala dan menundukkanmu kepada yang menciptakanmu dari ketiadaan.

Wahai saudaraku, dosa demi dosa kamu jalani, namun kamu harapkan pahala dan kemuliaan taman surgawi. Sedang kamu lupa, bahwa Allah mengeluarkan Adam dari sisiNya. Turun ke dunia fana, hanya karena satu dosa.

Wahai anak Adam, kamu dalam keadaan menangis ketika ibumu melahirkanmu, tapi orang-orang di sekitarmu tertawa gembira. Maka beramallah untuk hari dimana ketika mereka semua menangis dan kamu tertawa gembira, yaitu pada hari kematianmu.


Referensi : Tulisan Dr. Khalid Abu Syadi

------------ --------
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

SURAT PERNYATAAN

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
No Registrasi : 000000000000000000-00
Nama : XXXXXXXXXXXXXXX
Tempat / Tanggal Lahir : Ab / 00 Nopember 1900
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa saya:
1. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah
mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan;
2. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat
sebagai Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN/BUMD atau pegawai swasta;
3. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil;
4. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan
oleh pemerintah;
5. Tidak menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik;
6. Memberikan keterangan pada formulir pendaftaran Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri
Sipil Departemen Keuangan Republik Indonesia dengan sebenar-benarnya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan apabila pernyataan yang saya berikan
tidak benar maka saya bersedia digugurkan kelulusannya dan/atau diberhentikan sebagai Calon
Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan, dituntut ganti rugi atas
kerugian negara yang terjadi akibat pernyataan yang tidak benar tersebut, dan dituntut secara pidana di
Pengadilan Negeri karena telah memberikan pernyataan palsu.
Jakarta, 30 Juni 2008
Yang membuat pernyataan,
XXXXXXXXXXXXXXX

Low BULOG

Kami membuka kesempatan bagi para lulusan Diploma III (D3), Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) dari beberapa disiplin ilmu untuk bergabung dengan Perusahaan Umum (Perum) BULOG dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Pendaftaran lamaran kerja akan dilakukan dengan cara ONLINE melalui website ini http://www.bumnlogi stik.com/
Pendaftaran hanya dapat diakses selama 10 (sepuluh) hari mulai tanggal 17 Juli 2008 s/d 26 Juli 2008.

Sebelum mendaftarkan diri, calon pelamar terlebih dahulu harus membaca dan memahami prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan, serta mencocokkan tingkat dan bidang pendidikan yang dibutuhkan.
Informasi resmi yang terkait dengan proses pelaksanaan rekruitmen hanya dapat diakses melalui website http://www.bumnlogi stik.com/
Berkas lamaran yang telah dikirimkan kepada Perum BULOG sebelum pengumuman ini, dianggap tidak berlaku dan tidak dapat diminta kembali.

Perum BULOG tidak melayani komunikasi selain melalui website ini dan tidak dipungut biaya. Perum BULOG tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun, sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran-tawaran tersebut oleh oknum-oknum yang mengatas-namakan Panitia.

Terima kasih.
============ ========= ========= ========= =

DIPLOMA III (D3)
- Usia maksimal 25 tahun 0 bulan 0 hari pada tanggal 31 Oktober 2008.
- Berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dengan IPK minimal 2,75 (dalam skala 4) dan akreditasi A atau B (sesuai bidang studi).
- Berasal dari Perguruan Tinggi Swasta dengan IPK minimal 3,00 (dalam skala 4) dan akreditasi A atau B (sesuai bidang studi).
SARJANA (S1)
- Usia maksimal 27 tahun 0 bulan 0 hari pada tanggal 31 Oktober 2008.
- Berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dengan IPK minimal 3,00 (dalam skala 4) dan akreditasi A atau B (sesuai bidang studi).
- Berasal dari Perguruan Tinggi Swasta dengan IPK minimal 3,25 (dalam skala 4) dan akreditasi A atau B (sesuai bidang studi).
PASCA SARJANA (S2)
- Usia maksimal 30 tahun 0 bulan 0 hari pada tanggal 31 Oktober 2008.
- Memiliki IPK minimal 3,00 (dalam skala 4).
- Berasal dari Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dengan akreditasi Unggul/A (sesuai bidang studi).
Persyaratan Umum
- Akreditasi Pendidikan adalah Akreditasi yang terakhir dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Lihat akreditasi di..... http://203.130. 201.241/direktor i_ps.php atau http://www.ban- pt.or.id/
- Diutamakan belum menikah.
- Telah memiliki Ijasah Pendidikan terakhir Asli dan Transkrip Nilai Akhir Asli. (Surat Keterangan Lulus/Surat Tanda Lulus Sementara tidak berlaku).
- Memiliki kemampuan menggunakan aplikasi komputer.
- Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pemerintah.
- Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian.
- Surat Pernyataan tidak pernah dihukum atau tidak pernah diberhentikan dengan hormat atau tidak dengan hormat baik sebagai PNS maupun pegawai swasta bermaterei Rp. 6.000.
- Surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia serta mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang berlaku di perusahaan bermaterei Rp. 6.000.

FORMASI DIBUTUHKAN :
DIPLOMA III (D3)
- Akuntansi (15 orang)
Divre Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Kalbar, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sultra, Sulsel, NTT.
- Keuangan dan Perbankan (2 orang)
Divre Jabar.
- Manajemen Informatika/ Sistem Informasi (31 orang) - Kantor Pusat, Divre NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulsel, NTB, NTT, Maluku, Papua.
- Perpajakan (1 orang)
Divre Jatim.
- Sekretari (3 orang)
Kantor Pusat.
- Teknik Elektro (1 orang)
Kantor Pusat.
- Teknologi Pertanian (10 orang)
Divre Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut
SARJANA (S1)
- Agronomi (4 orang)
Kantor Pusat, Divre Sumut, Sulsel, Sulut.
- Akuntansi (27 orang)
Kantor Pusat, Divre NAD, Sumut, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulsel, NTB, NTT, Maluku, Papua.
- Ekonomi Manajemen (40 orang)
Kantor Pusat, Divre Sumbar, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jabar, Yogyakarta, Jatim, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulsel, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua.
- Ekonomi Pertanian (35 orang)
Divre NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalteng, Sulut, Sulsel, NTB, NTT, Papua.
- Hama & Penyakit Tanaman/Hama & Penyakit Tumbuhan/Biologi (3 orang)
Kantor Pusat, Divre Jabar, Jatim.
- Hub. Masyarakat/Ilmu Komunikasi (2 orang) Kantor Pusat.
- Hukum Perdata/Pidana/ Internasional/ Bisnis (21 orang) Kantor Pusat, Divre Riau, Jambi, Bengkulu, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Sulut, Sulteng, Sultra, Bali, NTB, NTT, Maluku.
- Statistik (12 orang)
Kantor Pusat, Divre Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim.
- Teknik Industri (5 orang)
Kantor Pusat, Divre Jateng, Jatim.
- Teknik Informatika (5 orang)
Divre Riau, Jabar, Jateng, Jatim.
- Teknologi Hasil Pertanian (34 orang)
Kantor Pusat, Divre NAD, Sumut, Riau, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulsel, NTB, NTT.
PASCA SARJANA (S2)
- Bidang Hukum (6 orang)
Kantor Pusat, Divre Riau, Lampung.
- Bidang Manajemen (10 orang)
Kantor Pusat, Divre Sumut, Jambi, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim.
- Bidang Pertanian (18 orang)
Kantor Pusat, Divre Lampung, Jakarta, Jabar. Jateng, Yogyakarta, Jatim, Sulsel.
- Bidang Keuangan/Akuntansi (12 orang)
Kantor Pusat, Divre Jateng, Yogyakarta, Jatim.
- Bidang Informatika (4 orang)
Kantor Pusat, Jabar, Jatim.

Moderator : Persiapan Seleksi CPNS BUMN klik http://www.gpsjakar ta.com
============ ========= ========= ========= ========= ======

__._,_.___

Wednesday, July 16, 2008

"Mampukah kita mencintai tanpa syarat ?"

Sebuah renungan, Semoga bermanfaat.

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT?


Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan
Buat para suami baca ya … istri & calon istri juga boleh.. Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.. mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu … semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. … bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu". dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian ..." Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."Anak2ku … Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah … tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian ... sejenak kerongkongannya tersekat … kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno … dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 ... Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama … dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"

BILA ANDA MERASA BAHAN RENUNGAN INI SANGAT BERMANFAAT BAGI ANDA DAN BAGI ORANG LAIN, MOHON KIRIM EMAIL INI KE TEMAN, FAMILY DAN KERABAT ANDA LAINNYA SEMOGA BERMANFAAT
Send instant messages to your online friends

bulan Rajab

“Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Saturday, July 12, 2008

REKRUTMEN PEGAWAI PT PLN (PERSERO)

REKRUTMEN PEGAWAI PT PLN (PERSERO)

TINGKAT S1 - D3 TAHUN 2008

PT PLN (Persero) dengan visi diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh-kembang, unggul dan tepercaya dengan bertumpu pada potensi insani, membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia terbaik untuk bergabung dan berkembang bersama menjadi Pegawai PT PLN (Persero) melalui program Rekrutmen Pegawai PT PLN (Persero) Tingkat S1 – D3 tahun 2008.

Peserta rekrutmen yang lolos seleksi penerimaan akan dididik untuk menempati posisi sebagai assistant / junior analyst, assistant / junior officer, assistant / junior engineer dan assistant / junior operator sesuai dengan kompetensinya dan ditempatkan di seluruh Unit dan Wilayah Kerja PT PLN (Persero) di luar Jawa – Bali.

Proses Rekrutmen Pegawai PT PLN (Persero) menggunakan sistem gugur, meliputi tahapan :

1. Pendaftaran melalui Registrasi Online

2. Verifikasi Dokumen

3. Tes / Seleksi

4. Diklat Prajabatan

Tes / Seleksi meliputi :

a. General Aptitude Test (GAT).

b. Tes Akademis dan Bahasa Inggris.

c. Tes Psikologi dan Diskusi Kelompok.

d. Wawancara.

e. Tes Kesehatan.

Diklat Prajabatan dilaksanakan selama + 12 bulan meliputi :

a. Orientasi Lapangan

b. Pengenalan Perusahaan.

c. Pembidangan.

d. On The Job Training (OJT).

Selama mengikuti Diklat Prajabatan status peserta adalahSiswa Diklat Prajabatan”. Siswa yang lulus Diklat Prajabatan akan diangkat sebagai Pegawai PT PLN (Persero) dan ditempatkan pada posisi jabatan di seluruh Unit dan Wilayah Kerja PT PLN (Persero) di luar Jawa – Bali .

PERSYARATAN

1. UMUM

a. Tes/Seleksi penerimaan dilaksanakan di : Medan , Palembang , Jakarta , Yogyakarta, Surabaya , Denpasar, Makassar .

b. Batas Usia :

S1 : Kelahiran 1982 dan sesudahnya

D3 : Kelahiran 1985 dan sesudahnya.

c. Bidang Studi sesuai dengan jabatan yang dilamar.

d. IPK : 2,75 untuk S1/D3 Teknik dan 3,00 untuk S1/D3 non teknik.

e. Satu pelamar hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) kode jabatan saja sesuai bidang studi yang dimiliki.

f. Pelamar hanya diperkenankan mendaftar pada posisi jabatan yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang dipersyaratkan.

g. Sehat jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugas pekerjaan di PT PLN (Persero) di seluruh Indonesia .

h. Tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti tes/seleksi dan Diklat Prajabatan yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero).

i. Semua pengumuman/panggila n yang berkaitan dengan rekrutmen ini menggunakan website PT PLN (Persero). Pelamar wajib memantau secara terus menerus pengumuman yang akan ditayangkan di website PT PLN (Persero).

j. Tidak ada korespondensi berkaitan dengan rekrutmen ini.

k. Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

2. JABATAN DAN BIDANG STUDI YANG DIPERLUKAN.

KODE JABATAN

JABATAN

BIDANG STUDI

S1

1. EC

Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Scadatel

Klik disini

2. ED

Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik

Klik disini

3. EP

Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik

Klik disini

4. ES

Assistant Engineer/Assistant Operator di bidang Sistem Tenaga Listrik

Klik disini

5. PE

Assistant Engineer Konstruksi/Pemeliha raan di bidang Pembangkit, Gardu Induk, Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik

Klik disini

6. AK

Assistant Analyst di bidang Akuntansi

Klik disini

7. HR

Assistant Officer di bidang SDM

Klik disini

8. HK

Assistant Analyst di bidang Hukum

Klik disini

9. KU

Assistant Analyst di bidang Keuangan

Klik disini

10. NG

Assistant Officer di bidang Niaga Tenaga Listrik

Klik disini

D3

1. TSC

Junior Engineer/Operator di bidang Scadatel

Klik disini

2. TDT

Junior Engineer/Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik

Klik disini

3. TPL

Junior Engineer/Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik

Klik disini

4. TSO

Junior Engineer/Operator di bidang Sistem Operasi Tenaga Listrik

Klik disini

5. TPE

Junior Engineer Konstruksi/Pemeliha raan di bidang Pembangkit, Gardu Induk, Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik

Klik disini

6. TPD

Junior Analyst di bidang Pengolah Data

Klik disini

7. PAK

Junior Analyst di bidang Akuntansi

Klik disini

8. PAS

Junior Officer di bidang SDM & Kesekretariatan

Klik disini

9. PKU

Junior Analyst di bidang Keuangan

Klik disini

10. PNG

Junior Officer di bidang Niaga Tenaga Listrik

Klik disini

3. PROSES DAN PROSEDUR LAMARAN

a. Lakukan registrasi lamaran melalui situs http://rekrutmen. pln.co.id: 8080. Saat pengisian agar dipastikan untuk mengisi formulir dengan benar dan lengkap karena pelamar hanya bisa mengisi formulir satu kali dan tidak dapat diubah setelah menekan tombol Daftar.

b. Kesalahan pengisian sehingga mengakibatkan pelamar tidak lolos pada tahap registrasi ini menjadi tanggung jawab masing-masing pelamar dan pelamar tidak berhak untuk mengikuti tahap berikutnya.

c. Setelah tombol Daftar di klik, akan muncul halaman untuk mencetak kelengkapan berkas lamaran bagi pelamar yang dinyatakan lolos. Berkas ini diperlukan pada tahap selanjutnya (Verifikasi Dokumen). Pelamar yang tidak lolos/gugur tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

d. Cetak kelengkapan berkas lamaran tersebut, yaitu:

1. Surat Lamaran.

2. Daftar Riwayat Hidup.

3. Surat Pernyataan tentang bersedia ditempatkan di Unit dan Wilayah Kerja PT PLN (Persero) di seluruh Indonesia dan tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

e. Isi dan tanda tangani seluruh berkas lamaran tersebut di atas. Khusus untuk Surat Pernyataan, agar ditandatangani di atas materai Rp. 6.000,00.

f. Lengkapi berkas lamaran dengan seluruh dokumen pendukung yang dipersyaratkan, yaitu:

1. Surat Keterangan sehat dan tidak buta warna;

2. Foto kopi akte/surat kelahiran

3. Foto kopi ijazah terakhir atau surat keterangan lulus yang dilegalisir

4. Foto kopi transkrip nilai yang dilegalisir

5. Foto kopi KTP yang masih berlaku

6. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4X6 sebanyak 3 (tiga) lembar

g. Masukkan semua berkas lamaran dan dokumen pendukung ke dalam satu map untuk diserahkan pada saat verifikasi dokumen. Waktu dan tempat verifikasi dokumen akan diberitahukan sewaktu-waktu melalui e-mail atau melalui website PT PLN (Persero).

h. Apabila pada saat verifikasi dokumen ada ketidak sesuaian antara dokumen dan data pelamar yang diisikan pada formulir Registrasi Online, maka pendaftar dinyatakan tidak lolos atau gugur.

i. Pelamar yang tidak lolos seleksi Registrasi Online, tidak perlu menyerahkan dokumen untuk verifikasi.

4. PERSIAPAN SEBELUM MENGAJUKAN LAMARAN

Untuk menghemat waktu akses dan mengurangi kesalahan data pada saat pelamar mengisi formulir di Registrasi Online, pelamar dihimbau untuk mempersiapkan seluruh data dan dokumen pendukung yang diperlukan. Pelamar dapat juga memasukkan file scan pas foto dengan besar file maksimal 200 Kb.

5. LAIN – LAIN.

a. Tes/Seleksi bersifat nasional untuk seluruh lokasi tes, dilaksanakan dengan metoda dan ketentuan / persyaratan yang sama.

b. Pelamar yang sudah pernah mengirimkan lamaran sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan diwajibkan mengajukan kembali sesuai ketentuan di atas.

c. Surat lamaran yang telah dikirim/diterima tidak dapat ditarik kembali.