Thursday, October 22, 2009
Saturday, January 31, 2009
Kisah Sukses
Kisah Sukses:
Fauzi Saleh: Manajemen kasih sayang
Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha
sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai
tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh
dalam meladeni tamunya.
Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang
hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah
Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah
merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah
bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia
masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi,
kehidupan ibarat roda yang berputar.
>
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada
diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini
memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya.
Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus
sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22
kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji
saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17
Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap
karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari
masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang
menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena
mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih
sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai
berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja
sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek
sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x
15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.
Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana
sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam
jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid
Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis
bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah,
rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau
bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya
digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada
1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun
yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona
Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.
Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini
telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona
khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan
4 masih dalam tahap pematangan tanah.
Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga
600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat
yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan,
dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang
dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona
khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang
hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis
untuk shalat. Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang
Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka
saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan
dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan
akan menjadi seperti ini.
“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang
sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua
harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam
bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa
masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah
disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat
menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh.
Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata
Fauzi.
Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.
“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk
kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan
selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp
70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”
Sumber: http://arifperdana. wordpress. com/2007/ 10/28/kisah- sukses-mantan- seorang-. ..
Fauzi Saleh: Manajemen kasih sayang
Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha
sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai
tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh
dalam meladeni tamunya.
Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang
hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah
Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah
merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah
bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia
masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi,
kehidupan ibarat roda yang berputar.
>
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada
diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini
memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya.
Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus
sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22
kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji
saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17
Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap
karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari
masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang
menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena
mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih
sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai
berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja
sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek
sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x
15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.
Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana
sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam
jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid
Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis
bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah,
rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau
bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya
digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada
1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun
yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona
Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.
Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini
telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona
khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan
4 masih dalam tahap pematangan tanah.
Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga
600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat
yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan,
dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang
dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona
khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang
hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis
untuk shalat. Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang
Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka
saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan
dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan
akan menjadi seperti ini.
“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang
sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua
harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam
bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa
masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah
disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat
menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh.
Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata
Fauzi.
Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.
“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk
kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan
selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp
70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”
Sumber: http://arifperdana. wordpress. com/2007/ 10/28/kisah- sukses-mantan- seorang-. ..
Thursday, January 22, 2009
20 Perilaku yang Merusak Kepercayaan
20 Perilaku yang Merusak Kepercayaan
"Tiada kata 'saya' dalam sebuah tim," begitulah ungkapan yang sering kita dengar di tempat kerja. Namun, faktanya, selalu ada anggota tim yang cenderung ingin menonjolkan diri, merasa berperan lebih atau paling besar di antara yang lainnya. Jika sudah begini, semangat tim pun menjadi rusak. Hubungan antaranggota diwarnai dengan ketidakpercayaan. Akibatnya, dikerja dan produktivitas pun terganggu. Kita semua bisa menghindari hal itu terjadi, dengan menjauhkan diri dari sikap-sikap dan perilaku-perilaku yang bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Apa saja itu?
1. Gagal menepati janji-janji, persetujuan dan komitmen
2. Mengutamakan kepentingan diri sendiri
3. Semua hal ingin dilakukan sendiri, dan menolak pendelegasian
4. Tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan
5. Pelit berbagi informasi penting
6. Menyembunyikan kebenaran
7. Suka menyalahkan orang lain, dan berusaha menutupi kesalahan sendiri
8. Lebih senang menghakimi dan mengkritik ketimbang memberikan umpan balik yang konstruktif
9. Tak mampu menjaga rahasia dan justru senang menggosipkan orang lain
10. Membatasi kesempatan orang lain untuk ikut berkontribusi atau terlibat dalam pengambilan keputusan
11. Meremehkan bakat, pengetahuan dan keterampilan orang lain
12. Ogah mendukung pengembangan profesional orang lain
13. Menolak dinilai oleh kolega
14. Menolak berkompromi dengan argumentasi orang lain; mau menang sendiri
15. Tertutup
16. Lebih menyenangi sarkasme ketimbang humor
17. Tidak mengakui kekurangan dan tak mau minta bantuan orang lain
18. Menganggap saran dan kritik orang lain sebagai serangan terhadap pribadi
19. Tak banyak berkontribusi dalam berbagai meeting tim, dan malah cenderung mengganggu
20. Menggalang kelompok kecil untuk "melawan" keputusan tim.
Sumber : PortalHR
Have a positive day!
"Tiada kata 'saya' dalam sebuah tim," begitulah ungkapan yang sering kita dengar di tempat kerja. Namun, faktanya, selalu ada anggota tim yang cenderung ingin menonjolkan diri, merasa berperan lebih atau paling besar di antara yang lainnya. Jika sudah begini, semangat tim pun menjadi rusak. Hubungan antaranggota diwarnai dengan ketidakpercayaan. Akibatnya, dikerja dan produktivitas pun terganggu. Kita semua bisa menghindari hal itu terjadi, dengan menjauhkan diri dari sikap-sikap dan perilaku-perilaku yang bisa merusak kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Apa saja itu?
1. Gagal menepati janji-janji, persetujuan dan komitmen
2. Mengutamakan kepentingan diri sendiri
3. Semua hal ingin dilakukan sendiri, dan menolak pendelegasian
4. Tidak konsisten antara perkataan dan perbuatan
5. Pelit berbagi informasi penting
6. Menyembunyikan kebenaran
7. Suka menyalahkan orang lain, dan berusaha menutupi kesalahan sendiri
8. Lebih senang menghakimi dan mengkritik ketimbang memberikan umpan balik yang konstruktif
9. Tak mampu menjaga rahasia dan justru senang menggosipkan orang lain
10. Membatasi kesempatan orang lain untuk ikut berkontribusi atau terlibat dalam pengambilan keputusan
11. Meremehkan bakat, pengetahuan dan keterampilan orang lain
12. Ogah mendukung pengembangan profesional orang lain
13. Menolak dinilai oleh kolega
14. Menolak berkompromi dengan argumentasi orang lain; mau menang sendiri
15. Tertutup
16. Lebih menyenangi sarkasme ketimbang humor
17. Tidak mengakui kekurangan dan tak mau minta bantuan orang lain
18. Menganggap saran dan kritik orang lain sebagai serangan terhadap pribadi
19. Tak banyak berkontribusi dalam berbagai meeting tim, dan malah cenderung mengganggu
20. Menggalang kelompok kecil untuk "melawan" keputusan tim.
Sumber : PortalHR
Have a positive day!
2 Masa Terpenting dalam Hidup
2 Masa Terpenting dalam Hidup
Ada dua masa terpenting dalam hidup ….
Pertama; pagi hari.
Ketika Anda menetapkan sasaran, dan
merencanakan perjalanan hari ini,
dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Kedua; malam hari.
Ketika Anda merenungkan kembali,
percapaian rencana Anda hari ini
dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Masa-masa,
di antara waktu tersebut,
adalah masa-masa pembuktian,
dimana tindakan Anda
membuktikan kemampuan Anda
untuk memperoleh hasil.
Rencanakanlah perjalanan Anda hari ini!
Gunakanlah PDA, HP ataupun buku Agenda,
Untuk mengatur waktu Anda.
Dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Sukses Selalu,
Ada dua masa terpenting dalam hidup ….
Pertama; pagi hari.
Ketika Anda menetapkan sasaran, dan
merencanakan perjalanan hari ini,
dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Kedua; malam hari.
Ketika Anda merenungkan kembali,
percapaian rencana Anda hari ini
dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Masa-masa,
di antara waktu tersebut,
adalah masa-masa pembuktian,
dimana tindakan Anda
membuktikan kemampuan Anda
untuk memperoleh hasil.
Rencanakanlah perjalanan Anda hari ini!
Gunakanlah PDA, HP ataupun buku Agenda,
Untuk mengatur waktu Anda.
Dari detik ke detik,
Jam ke jam.
Sukses Selalu,
Jalan Terus = Jalan Keluar
Jalan Terus = Jalan Keluar
Hidup memang tak semudah
waktu kita muda dulu
panas dingin tak bisa di terka
strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam
Tapi apapun yang terjadi akan ku jalani akanku hadapi dengan segenap hati
walaupun ku terluka memang ku terluka tak pernah ku lari dari semua ini
Kalau kau mau melihat sebuah perjuangan
tanyakan pada Bung Tomo yang menyalakan api gelora perjuangan
rakyat surabaya. Seakan beliau bilang, "Jalan Terus, Jalan keluar
telah nampak, yaitu Merdeka".
Kalau kau mau melihat sebuah keteguhan
lihatlah bapak tua penarik gerobak di malam hari yang dingin
menusuk tulang siapa saja tanpa pandang bulu. Ia seakan berkata,
"Sedikit lagi
kupenuhi gerobak ini dengan apa saja yang terbuang (rongsokan). Anakku
harus sekolah esok dengan tenang tanpa ditanyakan gurunya, "Kapan mau
bayar SPP?"."
Jalan terus = Jalan keluar kawan.
Jangan berhenti sedetikpun walau sekedar duduk dan menghentakkan kaki
ketanah.
Jalan terus= Jalan keluar kawan
Berlarilah walau kau terikat rantai tanpa kunci yang membelenggu
karena suatu saat rantai itu akan berkarat dan rapuh. Maka perjuanganmu
begitu berarti saat detik-detik rantai pembelenggu telah putus.
Jalan terus = jalan keluar
Tak ada kata lagi kawan. Tetap saja jalan terus didepan sana telah
menunggu jalan keluar
yang terindah untuk kita semua. Sebuah taman dengan air susu yang
mengalir dan pada hari wajah-wajah bercahaya. Ya, SURGA kawan. Tak
mudah meraihnya.
Hidup memang tak semudah
waktu kita muda dulu
panas dingin tak bisa di terka
strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam
Tapi apapun yang terjadi akan ku jalani akanku hadapi dengan segenap hati
walaupun ku terluka memang ku terluka tak pernah ku lari dari semua ini
Kalau kau mau melihat sebuah perjuangan
tanyakan pada Bung Tomo yang menyalakan api gelora perjuangan
rakyat surabaya. Seakan beliau bilang, "Jalan Terus, Jalan keluar
telah nampak, yaitu Merdeka".
Kalau kau mau melihat sebuah keteguhan
lihatlah bapak tua penarik gerobak di malam hari yang dingin
menusuk tulang siapa saja tanpa pandang bulu. Ia seakan berkata,
"Sedikit lagi
kupenuhi gerobak ini dengan apa saja yang terbuang (rongsokan). Anakku
harus sekolah esok dengan tenang tanpa ditanyakan gurunya, "Kapan mau
bayar SPP?"."
Jalan terus = Jalan keluar kawan.
Jangan berhenti sedetikpun walau sekedar duduk dan menghentakkan kaki
ketanah.
Jalan terus= Jalan keluar kawan
Berlarilah walau kau terikat rantai tanpa kunci yang membelenggu
karena suatu saat rantai itu akan berkarat dan rapuh. Maka perjuanganmu
begitu berarti saat detik-detik rantai pembelenggu telah putus.
Jalan terus = jalan keluar
Tak ada kata lagi kawan. Tetap saja jalan terus didepan sana telah
menunggu jalan keluar
yang terindah untuk kita semua. Sebuah taman dengan air susu yang
mengalir dan pada hari wajah-wajah bercahaya. Ya, SURGA kawan. Tak
mudah meraihnya.
25 TIPS FOR A BETTER LIFE
25 TIPS FOR A BETTER LIFE
1. Take a 10-30 minute walk every day. & while you walk, SMILE. It is
the ultimate anti-depressant.
2. Sit in silence for at least 10 minutes each day.
3. When you wake up in the morning complete the following statement,
'My purpose is to __________ today.'
4. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that
is manufactured in plants.
5. Drink green tea and plenty of water. Eat blueberries, wild Alaskan
salmon, broccoli, and almonds.
6. Try to make at least three people smile each day.
7. Don't waste your precious energy on gossip, energy vampires, issues
of the past, negative thoughts or things you cannot control. Instead
invest your energy in the positive present moment.
8. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a
college kid with a maxed out charge card.
9. Life isn't fair, but it's still good.
10. Life is too short to waste time hating anyone.
11. Don't take yourself so seriously. No one else does.
12. You don't have to win every argument. Agree to disagree.
13. Make peace with your past so it won't spoil the present.
14. Don't compare your life to others. You have no idea what their
journey is all about.
15. No one is in charge of your happiness except you.
16. Frame every so-called disaster with these words: 'In five years,
will this matter?'
17. Forgive everyone for everything.
18. What other people think of you is none of your business.
19. Time heals everything.
20. However good or bad a situation is, it will change.
21. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends
will. Stay in touch.
22. Envy is a waste of time. You already have all you need.
23. Each night before you go to bed complete the following statements:
I am thankful for __________. Today I accomplished _________.
24. Remember that you are too blessed to be stressed.
25. Please forward this to everyone you care about. I did.
1. Take a 10-30 minute walk every day. & while you walk, SMILE. It is
the ultimate anti-depressant.
2. Sit in silence for at least 10 minutes each day.
3. When you wake up in the morning complete the following statement,
'My purpose is to __________ today.'
4. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that
is manufactured in plants.
5. Drink green tea and plenty of water. Eat blueberries, wild Alaskan
salmon, broccoli, and almonds.
6. Try to make at least three people smile each day.
7. Don't waste your precious energy on gossip, energy vampires, issues
of the past, negative thoughts or things you cannot control. Instead
invest your energy in the positive present moment.
8. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a
college kid with a maxed out charge card.
9. Life isn't fair, but it's still good.
10. Life is too short to waste time hating anyone.
11. Don't take yourself so seriously. No one else does.
12. You don't have to win every argument. Agree to disagree.
13. Make peace with your past so it won't spoil the present.
14. Don't compare your life to others. You have no idea what their
journey is all about.
15. No one is in charge of your happiness except you.
16. Frame every so-called disaster with these words: 'In five years,
will this matter?'
17. Forgive everyone for everything.
18. What other people think of you is none of your business.
19. Time heals everything.
20. However good or bad a situation is, it will change.
21. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends
will. Stay in touch.
22. Envy is a waste of time. You already have all you need.
23. Each night before you go to bed complete the following statements:
I am thankful for __________. Today I accomplished _________.
24. Remember that you are too blessed to be stressed.
25. Please forward this to everyone you care about. I did.
perubahan,sikap dan kesempatan
*Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu*
*Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru*
*Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda*
*Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani*
*Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.*
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu*
*Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru*
*Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda*
*Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani*
*Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.*
Sukses = Pembelajaran
Masih ingat catatan semangat yang berjudul GAGAL = Pembelajaran? Yup, ternyata Sukses itu hanya bisa diraih dengan sikap diri yang terus menerus tanpa henti mau BELAJAR dari apapun, dari siapapun.
Untuk Sahabatku yang berprofesi Sales
Sahabat. Masalah apa yang paling besar dan paling sering diperbincangkan dalam perusahaan tempat kita bekerja? Pejualan. Betul?
Pertama. Apakah sahabat masih menjadikan faktor gaji sebagai ukuran kerja?
Apakah gaji yang sekarang 15 juta setahun itu masih kurang?...:) Bagus jika masih terasa kurang. Itu berarti sahabat masih menginginkan penghasilan yang jauh lebih besar, dan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Tapi apakah penghargaan dari perusahaan tempat kita bekerja mempengaruhi kualitas kerja kita? Apakah gaji yang sekarang hanya kita pantaskan untuk kualitas kerja yang sekarang, saja?
Kedua. Masihkah sahabat dipusingkan oleh target?
Target, adalah satu cara bagi setiap perusahaan untuk mengukur kemampuan kita (Sales) dalam hal menghasilkan bagi kemajuan perusahaan. Target dibuat dari hasil pertimbangan penjualan yang ada sebelumnya. Target bahkan kadang bersifat Mustahil, dan GILA!
Adakah di antara kita yang diberikan target oleh perusahaan dengan angka yang sangat tinggi? Jika ada, berarti perusahaan, atasan kita menilai kita setinggi target itu. So, katakan pada diri kita ini; berapapun target yang diberikan oleh atasan/perusahan, ambilah target itu sebagai satu cara bagi kita untuk menjadikan diri ini lebih besar dari yang sekarang!
Jika target adalah cara untuk membantu kita menjadi pribadi yang pantas untuk hasil yang lebih baik, maka lakukanlah. Jika target yang dibebankan kepada kita terasa terlalu berat, maka berbagilah beban itu kepada yang Maha Meringankan Beban. Beban itu perlu, karena manusia tanpa beban sama halnya manusia yang lemah. Atasan/Perusahaan yang tidak memberikan Salesnya TARGET yang tinggi sama saja merendahkan kita karena mungkin berarti kita tidak pantas untuk hasil yang LEBIH. So, berbahagialah bagi sahabat yang diberikan TARGET TINGGI dan lakukan yang terbaik dari yang tidak biasa kita lakukan. Lakukan dengan cara yang LUAR BIASA!
Jika TARGET tidak tercapai
Sahabat. Jika target yang diberikan oleh atasan/perusahaan tidak bisa kita penuhi secara baik bukan berarti kita GAGAL. Jadikanlah target adalah acuan bagi kita untuk mencapai hasil yang lebih dari sekarang. Berapapun lantai yang bisa kita capai, berapapun hasil yang bisa kita raih, itulah kualitas diri kita saat ini di tempat kerja kita sekarang. Nikmatilah proses dalam usaha masksimal kerja kita, lalu tunggu hasilnya.
Mungkin yang harus dipertanyakan adalah, apakah kita sudah mengupayakan hasil itu dengan usaha terbaik kita? Jika belum, maka salahkanlah diri kita yang belum melakukannya. Namun jika sudah, maka sahabat sudah berada di jalan yang tepat yang terbaik untuk sahabat. Sukses bukanlah keniscayaan, dia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada hambanya yang selalu berusaha dan berharap kepada yang baik.
GAGAL = Awal KEBERHASILAN
Seorang Sales yang tidak bisa perform di tempat kerjanya, bukan berarti bahwa dia adalah Sales yang buruk, bilamana hasil yang didapatkannya sudah dilakukan dengan usaha terbaik dan semaksimal yang dia bisa. Ketidakmampuan Sales dalam memenuhi target boleh jadi adalah satu cara Alloh yang Maha Mengetahui Rahasia Alam dalam merencanakan keberhasilan hamba-Nya.
Lihat berapa banyak orang yang di pecat, atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja lalu dia berhasil, sukses, berkembang lebih cepat dan lebih baik bahkan lebih besar dari empunya Perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya? Apakah tempat kita bekerja sekarang adalah tempat satu-satunya Alloh yang Maha Pemberi memberikan rizki kepada hamba-Nya?
So, ternyata bukanlah target yang tidak bisa kita penuhi yang harus kita takutkan. Namun proses dalam setiap usaha yang kita lakukan apakah sudah yang terbaik atau belum? Jika dalam proses itu sudah dilakukan dengan baik, maka berserah dirilah kepada yang Maha Pemberi. Apapun hasilnya Dialah yang Maha Menentukan segala yang terbaik untuk kita.
Pemimpin yang Baik = GURU yang Baik bagi keberhasilan yang dipimpinnya
Saya memberikan hanya 2 kriteria mengenai seorang Pemimpin.
1. Pemimpin TEGAS
Pemimpin TEGAS adalah seorang Pemimpin yang besar penghargaannya terhadap karyawannya yang berprestasi, juga bersikap TEGAS terhadap yang tidak. Bilamana ada karyawannya yang tidak perform selama masa percobaan, maka dia akan segera meminta karyawannya tersebut untuk resign. Bagaimanapun usaha yang dilakukan oleh karyawannya, semaksimal apapun namun tidak juga menghasilkan baik bagi perusahaan tetap saja tidak menguntungkan.
2. Pemimpin Kompromis
Adalah Pemimpin yang selalu mendahulukan perasaan baik ketimbang logika pemikiran. Jika ada karyawannya yang usahanya maksimal namun tidak juga menghasilkan baik, maka tipe Pemimpin seperti ini biasanya akan memberikan perpanjangan masa percobaan kepada karyawan tersebut dengan beberapa alasan yang baik.
Tipe Pemimpin seperti ini juga lebih melihat jauh ke depan mengenai hal-hal baik dari yang dipimpinnya. Dan biasanya pemimpin seperti ini memiliki banyak teman, karena baginya karyawannya adalah teman dia dalam satu rumah yang sedang diangun untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.
Di kriteria manakah sahabat ingin menjadi pemimpin kelak?
Untuk Sahabatku yang berprofesi Sales
Sahabat. Masalah apa yang paling besar dan paling sering diperbincangkan dalam perusahaan tempat kita bekerja? Pejualan. Betul?
Pertama. Apakah sahabat masih menjadikan faktor gaji sebagai ukuran kerja?
Apakah gaji yang sekarang 15 juta setahun itu masih kurang?...:) Bagus jika masih terasa kurang. Itu berarti sahabat masih menginginkan penghasilan yang jauh lebih besar, dan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Tapi apakah penghargaan dari perusahaan tempat kita bekerja mempengaruhi kualitas kerja kita? Apakah gaji yang sekarang hanya kita pantaskan untuk kualitas kerja yang sekarang, saja?
Kedua. Masihkah sahabat dipusingkan oleh target?
Target, adalah satu cara bagi setiap perusahaan untuk mengukur kemampuan kita (Sales) dalam hal menghasilkan bagi kemajuan perusahaan. Target dibuat dari hasil pertimbangan penjualan yang ada sebelumnya. Target bahkan kadang bersifat Mustahil, dan GILA!
Adakah di antara kita yang diberikan target oleh perusahaan dengan angka yang sangat tinggi? Jika ada, berarti perusahaan, atasan kita menilai kita setinggi target itu. So, katakan pada diri kita ini; berapapun target yang diberikan oleh atasan/perusahan, ambilah target itu sebagai satu cara bagi kita untuk menjadikan diri ini lebih besar dari yang sekarang!
Jika target adalah cara untuk membantu kita menjadi pribadi yang pantas untuk hasil yang lebih baik, maka lakukanlah. Jika target yang dibebankan kepada kita terasa terlalu berat, maka berbagilah beban itu kepada yang Maha Meringankan Beban. Beban itu perlu, karena manusia tanpa beban sama halnya manusia yang lemah. Atasan/Perusahaan yang tidak memberikan Salesnya TARGET yang tinggi sama saja merendahkan kita karena mungkin berarti kita tidak pantas untuk hasil yang LEBIH. So, berbahagialah bagi sahabat yang diberikan TARGET TINGGI dan lakukan yang terbaik dari yang tidak biasa kita lakukan. Lakukan dengan cara yang LUAR BIASA!
Jika TARGET tidak tercapai
Sahabat. Jika target yang diberikan oleh atasan/perusahaan tidak bisa kita penuhi secara baik bukan berarti kita GAGAL. Jadikanlah target adalah acuan bagi kita untuk mencapai hasil yang lebih dari sekarang. Berapapun lantai yang bisa kita capai, berapapun hasil yang bisa kita raih, itulah kualitas diri kita saat ini di tempat kerja kita sekarang. Nikmatilah proses dalam usaha masksimal kerja kita, lalu tunggu hasilnya.
Mungkin yang harus dipertanyakan adalah, apakah kita sudah mengupayakan hasil itu dengan usaha terbaik kita? Jika belum, maka salahkanlah diri kita yang belum melakukannya. Namun jika sudah, maka sahabat sudah berada di jalan yang tepat yang terbaik untuk sahabat. Sukses bukanlah keniscayaan, dia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada hambanya yang selalu berusaha dan berharap kepada yang baik.
GAGAL = Awal KEBERHASILAN
Seorang Sales yang tidak bisa perform di tempat kerjanya, bukan berarti bahwa dia adalah Sales yang buruk, bilamana hasil yang didapatkannya sudah dilakukan dengan usaha terbaik dan semaksimal yang dia bisa. Ketidakmampuan Sales dalam memenuhi target boleh jadi adalah satu cara Alloh yang Maha Mengetahui Rahasia Alam dalam merencanakan keberhasilan hamba-Nya.
Lihat berapa banyak orang yang di pecat, atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja lalu dia berhasil, sukses, berkembang lebih cepat dan lebih baik bahkan lebih besar dari empunya Perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya? Apakah tempat kita bekerja sekarang adalah tempat satu-satunya Alloh yang Maha Pemberi memberikan rizki kepada hamba-Nya?
So, ternyata bukanlah target yang tidak bisa kita penuhi yang harus kita takutkan. Namun proses dalam setiap usaha yang kita lakukan apakah sudah yang terbaik atau belum? Jika dalam proses itu sudah dilakukan dengan baik, maka berserah dirilah kepada yang Maha Pemberi. Apapun hasilnya Dialah yang Maha Menentukan segala yang terbaik untuk kita.
Pemimpin yang Baik = GURU yang Baik bagi keberhasilan yang dipimpinnya
Saya memberikan hanya 2 kriteria mengenai seorang Pemimpin.
1. Pemimpin TEGAS
Pemimpin TEGAS adalah seorang Pemimpin yang besar penghargaannya terhadap karyawannya yang berprestasi, juga bersikap TEGAS terhadap yang tidak. Bilamana ada karyawannya yang tidak perform selama masa percobaan, maka dia akan segera meminta karyawannya tersebut untuk resign. Bagaimanapun usaha yang dilakukan oleh karyawannya, semaksimal apapun namun tidak juga menghasilkan baik bagi perusahaan tetap saja tidak menguntungkan.
2. Pemimpin Kompromis
Adalah Pemimpin yang selalu mendahulukan perasaan baik ketimbang logika pemikiran. Jika ada karyawannya yang usahanya maksimal namun tidak juga menghasilkan baik, maka tipe Pemimpin seperti ini biasanya akan memberikan perpanjangan masa percobaan kepada karyawan tersebut dengan beberapa alasan yang baik.
Tipe Pemimpin seperti ini juga lebih melihat jauh ke depan mengenai hal-hal baik dari yang dipimpinnya. Dan biasanya pemimpin seperti ini memiliki banyak teman, karena baginya karyawannya adalah teman dia dalam satu rumah yang sedang diangun untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.
Di kriteria manakah sahabat ingin menjadi pemimpin kelak?
Permainan Cantik Kehidupan Anda
Permainan Cantik Kehidupan Anda
Life is the game that must be played - Edwin Arlington Robinson
Ketika berliburan di China tahun lalu, saya dan seorang sahabat
berkesempatan menyaksikan pertandingan bulu tangkis. Biasanya, kami
cukup puas dengan menyaksikan atlet dunia ini bertanding di depan
televisi. Namun, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan saat
berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana mereka berlaga di
lapangan.
Yang jelas, perasaan seru, kagum serta suasana tegangnya betul-betul
terasa. Di sana , kami berada di dekat lapangan, berbaur dengan ribuan
penonton yang bersorak-sorai. Dan yang paling menarik adalah
kesempatan langsung untuk bisa melihat kecepatan gerakan, refleks dan
kemampuan yang tinggi dari para atlet level dunia ini, dalam upaya
memenangkan pertandingan yang amat bergengsi.
Begitu terpesonanya kami, tanpa terasa permainan itu berlangsung
dengan begitu cepatnya. Dan sebagai orang yang pernah bergabung di
klub bulu tangkis, saya bisa memahami betapa piawainya kemampuan
atlet itu, di depan mata saya, dalam upaya menjadi sang juara.
Klimaksnya adalah pada saat poin penentuan kemenangan dibuat dan
pertandingan pun berakhir. Di situ, kita bisa turut berbagi perasaan
kemenangan atlet yang menjadi juara, ataupun sebaliknya, kekecewaan
para atlit yang kalah.
Nah, selama pertandingan tersebut itulah, saya jadi merefleksikan
seandainya saja kehidupan kita dapat diibaratkan seperti permainan
badminton. Hal ini mirip seperti yang diungkapkan Cherie Carter Scott
dalam bukunya, If Life is the Game, this is the Rules, maka melalui
tulisan ini dapat kita katakan, "If Life is a Badminton Game, This is
the Rules".
3 Rule of game
Dalam menciptakan permainan yang cantik dalam hidup ini, kita perlu
memahami tiga pelajaran yang bisa kita petik dari pertandingan bulu
tangkis ini.
Pertama, serve awal. Dalam bulu tangkis, serve awal adalah titik
penentuan pertama. Jika serve awal saja sudah salah, sulit bagi
pemain itu untuk menang. Begitu pula hidup kita. Serve awal dapat
dianalogikan seperti tindakan awal untuk memulai sesuatu yang baik
dalam hidup ini, khususnya pada 2009.
Seorang pemain harus memiliki energi, cara serta strategi yang bagus
dalam memulai pertandingannya. Begitu pula dalam menciptakan
permainan yang cantik dalam hidup kita.
Kita harus mempunyai energi serta semangat yang tepat untuk
memulainya. Kita perlu pikirkan apa cara yang perlu kita lakukan
lebih baik. Kita perlu memulainya dengan strategi awal, termasuk goal
yang hendak kita raih di sepanjang tahun ini.
Bicara soal strategi hidup, saya teringat dengan buku Success
Principles karya Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis
buku Chicken Soup Series. Di dalam buku tersebut disebutkan, salah
satu langkah awal yang baik untuk memulai 'pertandingan hidup' kita
adalah membuat goal utama, yang akan kita kejar.
Tidak perlu banyak-banyak, bahkan Jack Canfield menyarankan, tiga
goal utama saja sudah cukup untuk menjadi start awal yang baik dalam
kehidupan kita.
Bicara soal serve awal atau starting point ini, kita temui beberapa
kesalahan yang seringkali terjadi. Ada yang memulainya terburu-buru
tanpa persiapan, ada yang terlalu banyak pertimbangan, ada yang
memikirkan terlalu banyak impian tetapi letoy di tengah jalan, ada
juga yang kebingungan apa yang harus dilakukan.
Itulah kesalahan serve awal yang banyak ditemui. Itu sebabnya, mari
kita kembali ke strategi serve awal kehidupan kita dengan membuat
tiga goal utama yang mau dicapai sepanjang tahun ini. Saya mengamati
orang yang sungguh berfokus kepada tiga hal saja dalam setahunnya,
tentunya memiliki energi yang lebih besar untuk mencapai goal
tersebut. Bandingkanlah dengan mereka yang memiliki terlalu banyak
goal.
Itulah sebabnya, penulis motivasi W. Clement Stone pernah
berujar, 'Definiteness of purpose is the starting point of all
achievement' , tujuan yang jelas adalah awal dari segala pencapaian.
Kedua, Loop-loop. Dalam kehidupan ini, sama seperti pertandingan bulu
tangkis, kita pun akan melakukan loop-loop baik panjang maupun
pendek. Loop ini berbicara mengenai proses dan kecepatan bagaimana
kita menjalani hidup ini.
Semuanya dikembalikan lagi kepada kita sesuai dengan karakter kita.
Baik kita menjalani kehidupan ini dengan kecepatan tinggi, sedang-
sedang saja ataupun yang lambat tetapi akurat, semuanya sama-sama
memiliki peluang untuk sukses dan berhasil. Kuncinya adalah apakah
kita menikmati proses pencapaian ini serta memberikan 'sepenuh hati'
dalam menjalani proses kehidupan kita.
Untuk membuat loop-loop yang cantik, kita harus menyiapkan stamina,
yakni bagaimana ketahanan kita dalam menikmati proses untuk meraih
sesuatu.
Saya teringat kata bijak yang mengatakan "Winner never quit dan
quitter never win". Dalam pertandingan kehidupan kita pun, akan ada
banyak tantangan dan kesulitan, apalagi tahun 2009 ini masih
dibayangi ancaman krisis global. Namun, janganlah terburu-buru
berkecil hati dan cepat keluar dari proses saat menghadapi tantangan
ini. Pikirkanlah, siapa tahu, hanya dibutuhkan satu langkah lagi Anda
bagi Anda untuk meraih impian Anda! Ingat, winner never quit.
Ketiga Smash! Puncak permainan cantik sebuah pertandingan ataupun
kehidupan adalah smash kita. Smash adalah kunci penting untuk
menciptakan poin. Dalam kehidupan ini, smash dapat dianalogikan
sebagai terobosan yang mencengangkan dalam kehidupan.
Selalu mulai dengan tindakan kecil sehingga akhirnya akan menciptakan
tindakan yang spektakuler. Misalnya di tahun ini Anda lebih lagi care
terhadap keluarga, pasangan, rekan kerja; mulai mengatur keuangan dan
investasi Anda; menjaga kondisi fisik dengan rutin berolah raga;
serta hal lainnya yang akan menciptakan suatu terobosan dalam
kehidupan ini. Intinya, pikirkanlah suatu terobosan yang selama ini
jarang Anda perhatikan. Ciptakan smash-smash yang membuat hidup Anda
terasa lebih hidup lagi.
Begitulah pembaca. Mari kita kombinasikan serve - loop - smash ini
untuk menciptakan permainan cantik dalam kehidupan ini, Saya sangat
yakin jika kita dengan elegan mengombinasikan ketiganya, kehidupan
Anda akan menjadi inspirasi banyak orang.
Sumber: Permainan Cantik Kehidupan Anda oleh Anthony Dio Martin
Life is the game that must be played - Edwin Arlington Robinson
Ketika berliburan di China tahun lalu, saya dan seorang sahabat
berkesempatan menyaksikan pertandingan bulu tangkis. Biasanya, kami
cukup puas dengan menyaksikan atlet dunia ini bertanding di depan
televisi. Namun, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan saat
berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana mereka berlaga di
lapangan.
Yang jelas, perasaan seru, kagum serta suasana tegangnya betul-betul
terasa. Di sana , kami berada di dekat lapangan, berbaur dengan ribuan
penonton yang bersorak-sorai. Dan yang paling menarik adalah
kesempatan langsung untuk bisa melihat kecepatan gerakan, refleks dan
kemampuan yang tinggi dari para atlet level dunia ini, dalam upaya
memenangkan pertandingan yang amat bergengsi.
Begitu terpesonanya kami, tanpa terasa permainan itu berlangsung
dengan begitu cepatnya. Dan sebagai orang yang pernah bergabung di
klub bulu tangkis, saya bisa memahami betapa piawainya kemampuan
atlet itu, di depan mata saya, dalam upaya menjadi sang juara.
Klimaksnya adalah pada saat poin penentuan kemenangan dibuat dan
pertandingan pun berakhir. Di situ, kita bisa turut berbagi perasaan
kemenangan atlet yang menjadi juara, ataupun sebaliknya, kekecewaan
para atlit yang kalah.
Nah, selama pertandingan tersebut itulah, saya jadi merefleksikan
seandainya saja kehidupan kita dapat diibaratkan seperti permainan
badminton. Hal ini mirip seperti yang diungkapkan Cherie Carter Scott
dalam bukunya, If Life is the Game, this is the Rules, maka melalui
tulisan ini dapat kita katakan, "If Life is a Badminton Game, This is
the Rules".
3 Rule of game
Dalam menciptakan permainan yang cantik dalam hidup ini, kita perlu
memahami tiga pelajaran yang bisa kita petik dari pertandingan bulu
tangkis ini.
Pertama, serve awal. Dalam bulu tangkis, serve awal adalah titik
penentuan pertama. Jika serve awal saja sudah salah, sulit bagi
pemain itu untuk menang. Begitu pula hidup kita. Serve awal dapat
dianalogikan seperti tindakan awal untuk memulai sesuatu yang baik
dalam hidup ini, khususnya pada 2009.
Seorang pemain harus memiliki energi, cara serta strategi yang bagus
dalam memulai pertandingannya. Begitu pula dalam menciptakan
permainan yang cantik dalam hidup kita.
Kita harus mempunyai energi serta semangat yang tepat untuk
memulainya. Kita perlu pikirkan apa cara yang perlu kita lakukan
lebih baik. Kita perlu memulainya dengan strategi awal, termasuk goal
yang hendak kita raih di sepanjang tahun ini.
Bicara soal strategi hidup, saya teringat dengan buku Success
Principles karya Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis
buku Chicken Soup Series. Di dalam buku tersebut disebutkan, salah
satu langkah awal yang baik untuk memulai 'pertandingan hidup' kita
adalah membuat goal utama, yang akan kita kejar.
Tidak perlu banyak-banyak, bahkan Jack Canfield menyarankan, tiga
goal utama saja sudah cukup untuk menjadi start awal yang baik dalam
kehidupan kita.
Bicara soal serve awal atau starting point ini, kita temui beberapa
kesalahan yang seringkali terjadi. Ada yang memulainya terburu-buru
tanpa persiapan, ada yang terlalu banyak pertimbangan, ada yang
memikirkan terlalu banyak impian tetapi letoy di tengah jalan, ada
juga yang kebingungan apa yang harus dilakukan.
Itulah kesalahan serve awal yang banyak ditemui. Itu sebabnya, mari
kita kembali ke strategi serve awal kehidupan kita dengan membuat
tiga goal utama yang mau dicapai sepanjang tahun ini. Saya mengamati
orang yang sungguh berfokus kepada tiga hal saja dalam setahunnya,
tentunya memiliki energi yang lebih besar untuk mencapai goal
tersebut. Bandingkanlah dengan mereka yang memiliki terlalu banyak
goal.
Itulah sebabnya, penulis motivasi W. Clement Stone pernah
berujar, 'Definiteness of purpose is the starting point of all
achievement' , tujuan yang jelas adalah awal dari segala pencapaian.
Kedua, Loop-loop. Dalam kehidupan ini, sama seperti pertandingan bulu
tangkis, kita pun akan melakukan loop-loop baik panjang maupun
pendek. Loop ini berbicara mengenai proses dan kecepatan bagaimana
kita menjalani hidup ini.
Semuanya dikembalikan lagi kepada kita sesuai dengan karakter kita.
Baik kita menjalani kehidupan ini dengan kecepatan tinggi, sedang-
sedang saja ataupun yang lambat tetapi akurat, semuanya sama-sama
memiliki peluang untuk sukses dan berhasil. Kuncinya adalah apakah
kita menikmati proses pencapaian ini serta memberikan 'sepenuh hati'
dalam menjalani proses kehidupan kita.
Untuk membuat loop-loop yang cantik, kita harus menyiapkan stamina,
yakni bagaimana ketahanan kita dalam menikmati proses untuk meraih
sesuatu.
Saya teringat kata bijak yang mengatakan "Winner never quit dan
quitter never win". Dalam pertandingan kehidupan kita pun, akan ada
banyak tantangan dan kesulitan, apalagi tahun 2009 ini masih
dibayangi ancaman krisis global. Namun, janganlah terburu-buru
berkecil hati dan cepat keluar dari proses saat menghadapi tantangan
ini. Pikirkanlah, siapa tahu, hanya dibutuhkan satu langkah lagi Anda
bagi Anda untuk meraih impian Anda! Ingat, winner never quit.
Ketiga Smash! Puncak permainan cantik sebuah pertandingan ataupun
kehidupan adalah smash kita. Smash adalah kunci penting untuk
menciptakan poin. Dalam kehidupan ini, smash dapat dianalogikan
sebagai terobosan yang mencengangkan dalam kehidupan.
Selalu mulai dengan tindakan kecil sehingga akhirnya akan menciptakan
tindakan yang spektakuler. Misalnya di tahun ini Anda lebih lagi care
terhadap keluarga, pasangan, rekan kerja; mulai mengatur keuangan dan
investasi Anda; menjaga kondisi fisik dengan rutin berolah raga;
serta hal lainnya yang akan menciptakan suatu terobosan dalam
kehidupan ini. Intinya, pikirkanlah suatu terobosan yang selama ini
jarang Anda perhatikan. Ciptakan smash-smash yang membuat hidup Anda
terasa lebih hidup lagi.
Begitulah pembaca. Mari kita kombinasikan serve - loop - smash ini
untuk menciptakan permainan cantik dalam kehidupan ini, Saya sangat
yakin jika kita dengan elegan mengombinasikan ketiganya, kehidupan
Anda akan menjadi inspirasi banyak orang.
Sumber: Permainan Cantik Kehidupan Anda oleh Anthony Dio Martin
Facebook Biayai Perang di Gaza, Israel Vs Palestina
> Here is his/her remark:
> N/AFacebook Biayai Perang di Gaza, Israel Vs Palestina. Kombes.Com?
> Posted By admin On January 13, 2009 (3:57 pm) In Artikel,
BeritaFenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada
facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu
teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008
facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari
140 juta user aktif di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap
harinya. Bagi yang belum tahu apa itu facebook bisa baca artikel ini.
Facebook memberikan banyak kemudahan bagi kita, dari mulai menjalin
relasi sampai cari uang dari facebook, baca juga artikel ini dan
artikel ini. Tapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan
untukmembiayai perang di Gaza. Benarkah?
> Awalnya saya juga tidak sengaja reseach tentang facebook. Dari awal
saya sangat tidak setuju dengan adanya agresi Israel di Gaza. Untuk
membantu warga Gaza, saya hanya bisa berdoa dan berniat untuk
memboikot produk-produk Israel. Dari artikel yang saya publish
beberapa waktu lalu tentang pemboikotan produk-produk Amerika, ada
komentar yang mengatakan bahwa facebook dan wordpress adalah milik
amerika dan menyarankan untuk tidak memakainya lagi. Dari sini awal
mulanya saya melakukan reseach tentang facebook dan wordpress.
> Fakta - fakta :
>
> Facebook adalah milik Mark Zuckerberg, jika kita membaca artikel
Mark Zuckerberg dalam bahasa indonesia tidak diketahui secara lengkap
siapakah dia. Kalau kita membaca artikel tentang Mark Zuckerberg dalam
bahasa inggris terdapat lengkap data diri si pembuat facebook ini.
> Siapakah sebenarnya si pendiri sekaligus CEO facebook ini? Dia
adalah mahasiswa harvard university dan aktif sebagai anggota Alpha
Epsilon Pi. What is Alpha Epsilon Pi? baca artikel ini.
> Alpha Epsilon Pi adalah seperti perkumpulan mahasiswa yahudi di
amerika utara, yang mempunyai misi sebagai berikut, Alpha Epsilon Pi,
the Jewish Fraternity of North America, was founded to provide
opportunities for Jewish men seeking the best possible college and
fraternity experience. We have maintained the integrity of our purpose
by strengthening our ties to the Jewish community and serving as a
link between high school and career. Alpha Epsilon Pi develops
leadership for the North American Jewish community at a critical time
in a young man¢s life. Alpha Epsilon Pi¢s role is to encourage the
Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals, values, and
ethics and to prepare the student to be one of tomorrow¢s leaders so
that he may help himself, his family, his community, and his people.
Yang intinya adalah sebagai tempat pengkaderan dan tempat mencari
pemimpin baru bagi kaumnya, yaitu Yahudi.
> Fakta ke-empat sampai artikel ini ditulis serangan Israel di Gaza
telah menewaskan lebih dari 600 palestinians.
> Facebook mendapatkan keuntungan dari iklan yang dipasang, semakin
banyak user dan pengunjung facebook senakin banyak pula penghasilnya.
>
> Next research :
>
> -Apakah hubungan Yahudi dengan Israel?
>
> -Apakah benar sebagian pendapatan Mark Zuckerberg di sumbangkan
untuk Alpha Epsilon Pi?
>
> -Apakah Alpha Epsilon Pi berhubungan dengan pemerintah Israel?
>
>
> Referensi :
>
> - http://www.wikipedi a.org
>
> - http://www.infopale stina.com
>
> - http://www.aljazeer a.net/english
>
> - http://amirkovic. wordpress. com
> Via Note Facebook Kang Iiq¢s Notes
>
>
> Article taken from resep.web.id - http://www.resep. web.id
> URL to article: http://www.resep. web.id/berita/ facebook-
biayai-perang- di-gaza-israel- vs-palestina- kombescom. htm
> N/AFacebook Biayai Perang di Gaza, Israel Vs Palestina. Kombes.Com?
> Posted By admin On January 13, 2009 (3:57 pm) In Artikel,
BeritaFenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada
facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu
teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008
facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari
140 juta user aktif di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap
harinya. Bagi yang belum tahu apa itu facebook bisa baca artikel ini.
Facebook memberikan banyak kemudahan bagi kita, dari mulai menjalin
relasi sampai cari uang dari facebook, baca juga artikel ini dan
artikel ini. Tapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan
untukmembiayai perang di Gaza. Benarkah?
> Awalnya saya juga tidak sengaja reseach tentang facebook. Dari awal
saya sangat tidak setuju dengan adanya agresi Israel di Gaza. Untuk
membantu warga Gaza, saya hanya bisa berdoa dan berniat untuk
memboikot produk-produk Israel. Dari artikel yang saya publish
beberapa waktu lalu tentang pemboikotan produk-produk Amerika, ada
komentar yang mengatakan bahwa facebook dan wordpress adalah milik
amerika dan menyarankan untuk tidak memakainya lagi. Dari sini awal
mulanya saya melakukan reseach tentang facebook dan wordpress.
> Fakta - fakta :
>
> Facebook adalah milik Mark Zuckerberg, jika kita membaca artikel
Mark Zuckerberg dalam bahasa indonesia tidak diketahui secara lengkap
siapakah dia. Kalau kita membaca artikel tentang Mark Zuckerberg dalam
bahasa inggris terdapat lengkap data diri si pembuat facebook ini.
> Siapakah sebenarnya si pendiri sekaligus CEO facebook ini? Dia
adalah mahasiswa harvard university dan aktif sebagai anggota Alpha
Epsilon Pi. What is Alpha Epsilon Pi? baca artikel ini.
> Alpha Epsilon Pi adalah seperti perkumpulan mahasiswa yahudi di
amerika utara, yang mempunyai misi sebagai berikut, Alpha Epsilon Pi,
the Jewish Fraternity of North America, was founded to provide
opportunities for Jewish men seeking the best possible college and
fraternity experience. We have maintained the integrity of our purpose
by strengthening our ties to the Jewish community and serving as a
link between high school and career. Alpha Epsilon Pi develops
leadership for the North American Jewish community at a critical time
in a young man¢s life. Alpha Epsilon Pi¢s role is to encourage the
Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals, values, and
ethics and to prepare the student to be one of tomorrow¢s leaders so
that he may help himself, his family, his community, and his people.
Yang intinya adalah sebagai tempat pengkaderan dan tempat mencari
pemimpin baru bagi kaumnya, yaitu Yahudi.
> Fakta ke-empat sampai artikel ini ditulis serangan Israel di Gaza
telah menewaskan lebih dari 600 palestinians.
> Facebook mendapatkan keuntungan dari iklan yang dipasang, semakin
banyak user dan pengunjung facebook senakin banyak pula penghasilnya.
>
> Next research :
>
> -Apakah hubungan Yahudi dengan Israel?
>
> -Apakah benar sebagian pendapatan Mark Zuckerberg di sumbangkan
untuk Alpha Epsilon Pi?
>
> -Apakah Alpha Epsilon Pi berhubungan dengan pemerintah Israel?
>
>
> Referensi :
>
> - http://www.wikipedi a.org
>
> - http://www.infopale stina.com
>
> - http://www.aljazeer a.net/english
>
> - http://amirkovic. wordpress. com
> Via Note Facebook Kang Iiq¢s Notes
>
>
> Article taken from resep.web.id - http://www.resep. web.id
> URL to article: http://www.resep. web.id/berita/ facebook-
biayai-perang- di-gaza-israel- vs-palestina- kombescom. htm
Garam dan Telaga
Garam dan Telaga
Suatu
ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah
seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya
gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang
yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan
semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan
seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk
mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu
diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..",
ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak
Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk
berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua
orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi
telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan
segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya
gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan
telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu
itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.
Dengan
bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu
mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak
muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam,
tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan
memang akan tetap sama.
"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan
sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan
didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua
akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan
kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk
menampung setiap kepahitan itu."
Pak Tua itu lalu kembali
memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat
itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan
jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu
meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan
kebahagiaan. "
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama
belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan
"segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang
padanya membawa keresahan jiwa.
***
Untuk cerita lainya, silahkan silaturahim di blog saya, http://jifasmart. blogspot. com/
Jazakumullah khoir!
Suatu
ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah
seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya
gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang
yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan
semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan
seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk
mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu
diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..",
ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak
Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk
berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua
orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi
telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan
segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya
gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan
telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu
itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".
"Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.
"Tidak", jawab si anak muda.
Dengan
bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu
mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak
muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam,
tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan
memang akan tetap sama.
"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan
sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan
didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua
akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan
kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk
menampung setiap kepahitan itu."
Pak Tua itu lalu kembali
memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat
itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan
jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu
meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan
kebahagiaan. "
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama
belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan
"segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang
padanya membawa keresahan jiwa.
***
Untuk cerita lainya, silahkan silaturahim di blog saya, http://jifasmart. blogspot. com/
Jazakumullah khoir!
Elang
Elang
Suatu ketika, di sebuah lereng, tersebutlah seonggok
sarang Elang. Di dalamnya terdapat 6 butir telur yang sedang dierami
induknya. Suatu hari, terjadi sebuah gempa kecil dan mengakibatkan
sebutir telur mengelinding ke bawah. Namun, induk Elang tak mengetahui
hal itu. Untunglah, telur itu kuat, sehingga kemudian benda itu malah
masuk ke dalam sebuah sangkar ayam. Seekor induk ayam yang sedang
mengeram, lalu malah memasukkan telur itu ke dalam buaian bersama
telur-telur ayam lainnya.
Beberapa saat kemudian, menetaslah
telur itu, dan keluarlah seekor anak Elang yang gagah. Namun,
sayangnya, ia dilahirkan di tengah keluarga ayam. Lama kemudian Elang
kecil itu, tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Dan si Elang kecil
itupun percaya bahwa ia adalah seekor anak ayam. Ia juga mencintai
sangkar dan induk ayam, namun, ada keinginan lain di hati kecilnya.
Elang
kecil itu, suatu ketika, melihat elang-elang besar yang sedang
mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa. Ia kagum sekali dengan
kegagahan mereka. "Oh,"...Elang kecil itu memekik, "Andai saja, aku
bisa terbang seperti burung-burung gagah itu." katanya sambil menatap
langit. Anak-anak ayam lain tertawa mencericit. "Ha ha ha...kamu tak
akan bisa terbang bersama mereka, " ujar seekor anak ayam, "Kamu adalah
ayam, dan ayam tak bisa terbang!" Hahahaha.... . Tawa anak-anak ayam itu
kembali memenuhi telinga si Elang kecil. "Oh, andai saja..." ujarnya
pelan. Elang kecil itu kembali menatap langit. Menatap keluarga yang
sebenarnya di atas sana.
Setiap waktu, saat Elang itu
mengungkapkan impiannya, ia selalu diberi nasehat, bahwa itu adalah hal
yang mustahil yang bisa dilakukannya. Dan hal itulah yang terus
dipelajari oleh si Elang, bahwa, ia tak mungkin bisa terbang, dan
mengepakkan sayapnya di angkasa. Lama kemudian, si Elang berhenti
bermimpi, dan melanjutkan hidupnya sebagai ayam biasa. Akhirnya,
setelah sekian lama hidup menderita, dikekang dengan semua impiannya,
si Elang pun mati.
--Author Unknown
***
Teman, ini
adalah sebuah amsal yang baik tentang kehidupan. Ini, adalah sebuah
permisalan yang indah tentang makna harapan dan impian-impian. Ada
banyak sekali asa dan hasrat, yang akhirnya pupus, karena, hilangnya
rasa percaya dalam kalbu. Ada banyak sekali harapan-harapan, yang
hilang, hanya karena kita tak percaya dengan semua kemampuan yang kita
miliki.
Teman, kita semua adalah Elang-Elang kecil, yang --bisa
jadi-- lahir dalam buaian ayam. Kita semua adalah manusia-manusia
hebat, yang punya banyak potensi. Allah berikan banyak anugrah buat
kita, namun, seringkali, rasa percaya diri itu begitu kecil, tak mampu
membuat kita yakin, bahwa kita mampu, bahwa kita bisa. Allah berikan
banyak sekali rahmat, namun seringkali itu semua itu tak membuat kita
makin bersyukur, dan mau menjadikannya sebagai pendorong dalam hati.
Teman,
kita akan menjadi apa yang kita percayai. Jadi, saat kita bermimpi
untuk menjadi "elang", teruskan impian tadi, dan coba, abaikan dulu
nasehat "ayam-ayam" itu. Karena siapa tahu, kita adalah calon
"elang-elang" yang akan lahir dan mengepakkan sayap dengan indah di
angkasa.
Suatu ketika, di sebuah lereng, tersebutlah seonggok
sarang Elang. Di dalamnya terdapat 6 butir telur yang sedang dierami
induknya. Suatu hari, terjadi sebuah gempa kecil dan mengakibatkan
sebutir telur mengelinding ke bawah. Namun, induk Elang tak mengetahui
hal itu. Untunglah, telur itu kuat, sehingga kemudian benda itu malah
masuk ke dalam sebuah sangkar ayam. Seekor induk ayam yang sedang
mengeram, lalu malah memasukkan telur itu ke dalam buaian bersama
telur-telur ayam lainnya.
Beberapa saat kemudian, menetaslah
telur itu, dan keluarlah seekor anak Elang yang gagah. Namun,
sayangnya, ia dilahirkan di tengah keluarga ayam. Lama kemudian Elang
kecil itu, tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Dan si Elang kecil
itupun percaya bahwa ia adalah seekor anak ayam. Ia juga mencintai
sangkar dan induk ayam, namun, ada keinginan lain di hati kecilnya.
Elang
kecil itu, suatu ketika, melihat elang-elang besar yang sedang
mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa. Ia kagum sekali dengan
kegagahan mereka. "Oh,"...Elang kecil itu memekik, "Andai saja, aku
bisa terbang seperti burung-burung gagah itu." katanya sambil menatap
langit. Anak-anak ayam lain tertawa mencericit. "Ha ha ha...kamu tak
akan bisa terbang bersama mereka, " ujar seekor anak ayam, "Kamu adalah
ayam, dan ayam tak bisa terbang!" Hahahaha.... . Tawa anak-anak ayam itu
kembali memenuhi telinga si Elang kecil. "Oh, andai saja..." ujarnya
pelan. Elang kecil itu kembali menatap langit. Menatap keluarga yang
sebenarnya di atas sana.
Setiap waktu, saat Elang itu
mengungkapkan impiannya, ia selalu diberi nasehat, bahwa itu adalah hal
yang mustahil yang bisa dilakukannya. Dan hal itulah yang terus
dipelajari oleh si Elang, bahwa, ia tak mungkin bisa terbang, dan
mengepakkan sayapnya di angkasa. Lama kemudian, si Elang berhenti
bermimpi, dan melanjutkan hidupnya sebagai ayam biasa. Akhirnya,
setelah sekian lama hidup menderita, dikekang dengan semua impiannya,
si Elang pun mati.
--Author Unknown
***
Teman, ini
adalah sebuah amsal yang baik tentang kehidupan. Ini, adalah sebuah
permisalan yang indah tentang makna harapan dan impian-impian. Ada
banyak sekali asa dan hasrat, yang akhirnya pupus, karena, hilangnya
rasa percaya dalam kalbu. Ada banyak sekali harapan-harapan, yang
hilang, hanya karena kita tak percaya dengan semua kemampuan yang kita
miliki.
Teman, kita semua adalah Elang-Elang kecil, yang --bisa
jadi-- lahir dalam buaian ayam. Kita semua adalah manusia-manusia
hebat, yang punya banyak potensi. Allah berikan banyak anugrah buat
kita, namun, seringkali, rasa percaya diri itu begitu kecil, tak mampu
membuat kita yakin, bahwa kita mampu, bahwa kita bisa. Allah berikan
banyak sekali rahmat, namun seringkali itu semua itu tak membuat kita
makin bersyukur, dan mau menjadikannya sebagai pendorong dalam hati.
Teman,
kita akan menjadi apa yang kita percayai. Jadi, saat kita bermimpi
untuk menjadi "elang", teruskan impian tadi, dan coba, abaikan dulu
nasehat "ayam-ayam" itu. Karena siapa tahu, kita adalah calon
"elang-elang" yang akan lahir dan mengepakkan sayap dengan indah di
angkasa.
60 Persen Sarjana Menganggur
Rabu, 14 Januari 2009 | 16:40 WIB
SURABAYA, RABU — Dalam beberapa tahun terakhir, 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Pemerintah perlu segera mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi untuk mengatasi itu.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan, lapangan kerja rata-rata menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi.
"Teman-teman di perguruan tinggi sudah menyadari ini," ujarnya di Surabaya, Rabu (14/1).
Adapun Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Priyo Suprobo mengatakan, kondisi itu memang ada benarnya. Hal itu terutama terjadi pada program akademis atau pendidikan sarjana.
"Sebaliknya, untuk pendidikan vokasi seperti politeknik justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja. Ini sudah terbukti pada beberapa politeknik di ITS," ungkapnya.
Dalam situasi ini, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pendidikan vokasi. Pemerintah harus berani memberi anggaran lebih besar untuk pendidikan vokasi.
"Penyelenggaraan pendidikan vokasi bermutu butuh dana besar. Sebagian besar untuk praktikum mahasiswa agar benar-benar terampil bekerja," tuturnya.
SURABAYA, RABU — Dalam beberapa tahun terakhir, 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Pemerintah perlu segera mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi untuk mengatasi itu.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan, lapangan kerja rata-rata menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi.
"Teman-teman di perguruan tinggi sudah menyadari ini," ujarnya di Surabaya, Rabu (14/1).
Adapun Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Priyo Suprobo mengatakan, kondisi itu memang ada benarnya. Hal itu terutama terjadi pada program akademis atau pendidikan sarjana.
"Sebaliknya, untuk pendidikan vokasi seperti politeknik justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja. Ini sudah terbukti pada beberapa politeknik di ITS," ungkapnya.
Dalam situasi ini, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pendidikan vokasi. Pemerintah harus berani memberi anggaran lebih besar untuk pendidikan vokasi.
"Penyelenggaraan pendidikan vokasi bermutu butuh dana besar. Sebagian besar untuk praktikum mahasiswa agar benar-benar terampil bekerja," tuturnya.
Crerita, "Jendela Rumah Sakit"
Jendela Rumah Sakit
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar
rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya
duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan
dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela
satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan
istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan
tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di
perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar
jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa
begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan
dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa
berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan.
Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan
berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman
itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja
yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan
pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan
pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya
di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya
bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang
parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat
mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata
pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati
ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan
tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain
untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada
perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat
itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya.
Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia
ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya,
akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya
tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat
tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK
KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang
sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa
indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi
adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.
(Source Unknown)
***
Teman, saya percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang
mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi
terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan
selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita,
dalam berpikir, dan bertindak.
Saya juga percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan
kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan
selalu hadir pada kita yang percaya.
Saya percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai
dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia.
Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan
sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu
memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding
dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan
kebahagiaan itu sendiri.
Dan akhirnya saya percaya, kita, saya dan juga Anda, mampu untuk melakukan itu
semua. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, dengan sopan, akan selalu lebih
baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.
Sampaikanlah semua itu dengan bijak, dengan santun. Saya percaya kita bisa.
***
Untuk cerita lainnya, Silahkan silaturahim ke blog saya
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar
rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya
duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan
dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela
satu-satunya yang ada di kamar itu.
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan
istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan
tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di
perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar
jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa
begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan
dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa
berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan.
Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan
berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman
itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja
yang indah."
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan
pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan
pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya
di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya
bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang
parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat
mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata
pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati
ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan
tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain
untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada
perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat
itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya.
Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia
ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya,
akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya
tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat
tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK
KOSONG!!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang
sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa
indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi
adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.
(Source Unknown)
***
Teman, saya percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang
mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi
terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan
selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita,
dalam berpikir, dan bertindak.
Saya juga percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan
kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan
selalu hadir pada kita yang percaya.
Saya percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai
dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia.
Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan
sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu
memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding
dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan
kebahagiaan itu sendiri.
Dan akhirnya saya percaya, kita, saya dan juga Anda, mampu untuk melakukan itu
semua. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, dengan sopan, akan selalu lebih
baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.
Sampaikanlah semua itu dengan bijak, dengan santun. Saya percaya kita bisa.
***
Untuk cerita lainnya, Silahkan silaturahim ke blog saya
Tuesday, January 13, 2009
Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.
Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.
08 Januari 2009 jam 14:55
Apapun yang terjadi kepada Anda,
akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda,
bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.
Maka mulailah dari tempat di mana Anda berada, dan mulailah sekarang.
Anda sampai, hanya karena Anda berangkat.
Dan ingatlah, bahwa
Batas waktu itu dibuat bukan karena Anda harus selesai, tetapi karena Anda harus segera memulai.
Dan setelah pengertian ini mendapatkan tempat yang kuat di hati Anda, perjelaslah bagi diri Anda sendiri, bahwa
Keberhasilan Anda ada pada tempat yang lebih tinggi dari yang sedang Anda kerjakan sekarang.
Kemudian,
janganlah berlaku seperti orang yang mengeluhkan apa saja yang tidak terlihat di dalam sebuah gambar,
Berfokuslah pada yang telah jelas terlihat,
karena dari sana lah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda.
Lalu bekerja keraslah dalam kedamaian bahwa Anda telah melakukan yang benar.
Janganlah berupaya menjelaskan mengapa Anda tidak mencapai yang belum Anda capai.
Bekerjalah untuk mencapai yang telah jelas bagi Anda.
Maka,
Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.
akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda,
bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.
Maka mulailah dari tempat di mana Anda berada, dan mulailah sekarang.
Anda sampai, hanya karena Anda berangkat.
Dan ingatlah, bahwa
Batas waktu itu dibuat bukan karena Anda harus selesai, tetapi karena Anda harus segera memulai.
Dan setelah pengertian ini mendapatkan tempat yang kuat di hati Anda, perjelaslah bagi diri Anda sendiri, bahwa
Keberhasilan Anda ada pada tempat yang lebih tinggi dari yang sedang Anda kerjakan sekarang.
Kemudian,
janganlah berlaku seperti orang yang mengeluhkan apa saja yang tidak terlihat di dalam sebuah gambar,
Berfokuslah pada yang telah jelas terlihat,
karena dari sana lah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda.
Lalu bekerja keraslah dalam kedamaian bahwa Anda telah melakukan yang benar.
Janganlah berupaya menjelaskan mengapa Anda tidak mencapai yang belum Anda capai.
Bekerjalah untuk mencapai yang telah jelas bagi Anda.
Maka,
Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.
Meja Kayu
Meja Kayu
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu,
tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini
begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara
berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun,
sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang
bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok
dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu
tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua
ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang suami. "Aku sudah bosan
membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun
membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk
untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan
piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih
dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si
kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak
menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua
dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang
memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat
apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk
makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat
kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak
mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka.
Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu
yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali
makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring
yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa
makan bersama lagi di meja utama.
~Author Unknown
***
Teman, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati,
telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna
setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita
memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh
mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap
"bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan
anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan
kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa
berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
***
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu,
tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini
begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara
berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun,
sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang
bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok
dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu
tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua
ini. "Kita harus lakukan sesuatu, " ujar sang suami. "Aku sudah bosan
membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun
membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk
untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan
piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih
dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si
kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak
menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua
dalam diam.
Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang
memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat
apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk
makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat
kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak
mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka.
Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu
yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali
makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring
yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa
makan bersama lagi di meja utama.
~Author Unknown
***
Teman, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati,
telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna
setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita
memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh
mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap
"bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan
anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan
kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa
berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
***
Wednesday, January 7, 2009
Orang Indonesia bodoh ?
Sudahkah anda baca?
Tulisan singkat dari Prof Yohanes Surya dari
Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.
Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di
dunia,kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada siswa Indonesia". Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.
Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim.dari Indonesia. Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih.".
Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan.
Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.
Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the champion of the
International physics olympiade XXXVII is..."
"Jonathan Pradhana Mailoa". Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding... Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama. Standing Ovation..Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan.. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.
..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika. sangat mengharukan. .
2.. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata "wonderful job." Orang Malaysia menyalami berkata "You did a great job." Orang Taiwan bilang :"Now is your turn." Orang filipina:"amazing. " Orang Israel "excellent work." Orang Portugal: "portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia",
Orang Nigeria :"could you come to Nigeria to train our students too?" Orang Australia :"great.." Orang belanda: "you did it!!!" Orang Rusia
mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata "great, wonderful." 86 negara mengucapkan selamat. Suasananya sangat mengharukan. saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata.
3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright.
.Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan..
So teman2, angkat dagumu, busungkan dada penuh percaya diri, kita pasti bisa!
Tulisan singkat dari Prof Yohanes Surya dari
Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.
Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di
dunia,kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada siswa Indonesia". Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.
Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim.dari Indonesia. Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih.".
Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan.
Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.
Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the champion of the
International physics olympiade XXXVII is..."
"Jonathan Pradhana Mailoa". Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding... Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama. Standing Ovation..Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan.. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.
..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika. sangat mengharukan. .
2.. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata "wonderful job." Orang Malaysia menyalami berkata "You did a great job." Orang Taiwan bilang :"Now is your turn." Orang filipina:"amazing. " Orang Israel "excellent work." Orang Portugal: "portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia",
Orang Nigeria :"could you come to Nigeria to train our students too?" Orang Australia :"great.." Orang belanda: "you did it!!!" Orang Rusia
mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata "great, wonderful." 86 negara mengucapkan selamat. Suasananya sangat mengharukan. saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata.
3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright.
.Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan..
So teman2, angkat dagumu, busungkan dada penuh percaya diri, kita pasti bisa!
Jangan Menangis lagi 'Nek...
Jangan Menangis lagi 'Nek...
By: meidy
Ini kali pertama aku berkunjung kerumah Vani…. sejenak ku tertegun dimuka pintu ketika melihat kondisi rumah mereka, hatiku ragu utk melangkah, sungguh aku takut sekali dengan bayanganku sendiri….ku kuatkah hatiku utk melangkah masuk kerumah mereka, Ya Allah….ternyata dugaanku benar… hatiku bergetar, suatu pemandangan yg sangat mengharukan terhampar di depanku, Inikah tempat dimana Vani, Ica dan Indah tinggal???? Ya Robb…inikah tempat dimana anak-anakku itu tidur??? Mereka hanya memiliki satu ruangan dan satu kasur, dan mereka harus berbagi ….lalu dimanakah tempat mereka belajar dan bersenda gurau??? diManakah keadilan itu ya Robb…??? Hatiku pilu melihat keadaan mereka.
rumah petak mereka hanya memiliki dua kamar, kamar depan di
tempati oleh mereka bertiga dan kamar belakang oleh sang Nenek, kamar-kamar mereka terasa sempit dan sesak, tumpukan-tumpukan baju ada dikasur mereka, sungguh sangat menyedihkan.
Aku melangkah keruang belakang, kulihat Nenek baru saja selesai sholat, lalu aku duduk bersimpuh dihadapan sang Nenek… aku tahu nenek tidak bisa melihatku dengan jelas , kupandang lekat-lekat wajah nenek , dihadapanku duduk seorang nenek yg mulia, aku yakin nenek bisa merasakan getaran hatiku, , kuambil tangan Nenek kuusap lembut tangannya…ku kenalkan diriku, ...seketika tumpahlah tangis Nenek…. ternyata nenek sudah mengenalku, tangan tua itu bergetar memegangku, airmata keluar dari mata tuanya…., nenek mulai berkata-kata…..inilah rumah nenek…inilah keadaan kami, mohon maaf kl rumah nenek berantakan, karena memang hanya nenek dan vani yg mengurusi rumah ini….nenek juga harus merawat cucu-cucu nenek sendirian, tapi Nenek iklas kok melakukan semua
itu, kadang Nenek juga pergi ngurut utk membantu khidupan dirumah ini, ujar sang Nenek.
Ya Robb, dadaku makin sesak menahan tangis….Nenek yg sudah setua ini, yg berjalan harus dengan meraba dan terseok-seok tetap berjuang demi ketiga cucunya yang yatim sungguh ironis sekali kehidupan ini.
Dibelakangku tien tersedu menahan haru….ku cium tangan tua itu sambil ku bisikan, Nenek jgn bersedih lagi, insyallah kami dapat meringankan beban nenek, nenek makin terisak, doa-doa indah langsung terucap dari mulut sang Nenek….
Terima kasih ‘nek….terima kasih atas doa nenek yang indah itu.....semoga Allah selalu menjaga Nenek dan selalu melindungi nenek dimanapun nenek berada…..
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang
baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” ( QS : Al-Baqoroh : 83 )
By: meidy
Ini kali pertama aku berkunjung kerumah Vani…. sejenak ku tertegun dimuka pintu ketika melihat kondisi rumah mereka, hatiku ragu utk melangkah, sungguh aku takut sekali dengan bayanganku sendiri….ku kuatkah hatiku utk melangkah masuk kerumah mereka, Ya Allah….ternyata dugaanku benar… hatiku bergetar, suatu pemandangan yg sangat mengharukan terhampar di depanku, Inikah tempat dimana Vani, Ica dan Indah tinggal???? Ya Robb…inikah tempat dimana anak-anakku itu tidur??? Mereka hanya memiliki satu ruangan dan satu kasur, dan mereka harus berbagi ….lalu dimanakah tempat mereka belajar dan bersenda gurau??? diManakah keadilan itu ya Robb…??? Hatiku pilu melihat keadaan mereka.
rumah petak mereka hanya memiliki dua kamar, kamar depan di
tempati oleh mereka bertiga dan kamar belakang oleh sang Nenek, kamar-kamar mereka terasa sempit dan sesak, tumpukan-tumpukan baju ada dikasur mereka, sungguh sangat menyedihkan.
Aku melangkah keruang belakang, kulihat Nenek baru saja selesai sholat, lalu aku duduk bersimpuh dihadapan sang Nenek… aku tahu nenek tidak bisa melihatku dengan jelas , kupandang lekat-lekat wajah nenek , dihadapanku duduk seorang nenek yg mulia, aku yakin nenek bisa merasakan getaran hatiku, , kuambil tangan Nenek kuusap lembut tangannya…ku kenalkan diriku, ...seketika tumpahlah tangis Nenek…. ternyata nenek sudah mengenalku, tangan tua itu bergetar memegangku, airmata keluar dari mata tuanya…., nenek mulai berkata-kata…..inilah rumah nenek…inilah keadaan kami, mohon maaf kl rumah nenek berantakan, karena memang hanya nenek dan vani yg mengurusi rumah ini….nenek juga harus merawat cucu-cucu nenek sendirian, tapi Nenek iklas kok melakukan semua
itu, kadang Nenek juga pergi ngurut utk membantu khidupan dirumah ini, ujar sang Nenek.
Ya Robb, dadaku makin sesak menahan tangis….Nenek yg sudah setua ini, yg berjalan harus dengan meraba dan terseok-seok tetap berjuang demi ketiga cucunya yang yatim sungguh ironis sekali kehidupan ini.
Dibelakangku tien tersedu menahan haru….ku cium tangan tua itu sambil ku bisikan, Nenek jgn bersedih lagi, insyallah kami dapat meringankan beban nenek, nenek makin terisak, doa-doa indah langsung terucap dari mulut sang Nenek….
Terima kasih ‘nek….terima kasih atas doa nenek yang indah itu.....semoga Allah selalu menjaga Nenek dan selalu melindungi nenek dimanapun nenek berada…..
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang
baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” ( QS : Al-Baqoroh : 83 )
TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA
TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada
pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan
penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah
rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Tidak Memilih Bahan
bahan yang bagus untuk membangun rumah tersebut, Ia cuma menggunakan bahan-bahan
sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya
dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya
si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui
bahwa sesungguhnya ia mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di
sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung
jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang
terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita
lakukan, bahwa sesungguhnya apa yang kita kerjakan hari ini adalah semata-mata
untuk kita di hari nanti..
Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pasti kita akan menjalani
hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita
adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari
kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita
selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali saja dalam seumur hidup.
Wassalam,
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada
pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan
penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah
rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Tidak Memilih Bahan
bahan yang bagus untuk membangun rumah tersebut, Ia cuma menggunakan bahan-bahan
sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya
dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya
si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui
bahwa sesungguhnya ia mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di
sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung
jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang
terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita
lakukan, bahwa sesungguhnya apa yang kita kerjakan hari ini adalah semata-mata
untuk kita di hari nanti..
Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pasti kita akan menjalani
hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita
adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari
kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita
selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali saja dalam seumur hidup.
Wassalam,
TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA
TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada
pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan
penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah
rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Tidak Memilih Bahan
bahan yang bagus untuk membangun rumah tersebut, Ia cuma menggunakan bahan-bahan
sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya
dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya
si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui
bahwa sesungguhnya ia mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di
sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung
jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang
terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita
lakukan, bahwa sesungguhnya apa yang kita kerjakan hari ini adalah semata-mata
untuk kita di hari nanti..
Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pasti kita akan menjalani
hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita
adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari
kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita
selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali saja dalam seumur hidup.
Wassalam,
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada
pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan
penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah
rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Tidak Memilih Bahan
bahan yang bagus untuk membangun rumah tersebut, Ia cuma menggunakan bahan-bahan
sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya
dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya
si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui
bahwa sesungguhnya ia mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di
sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung
jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik.
Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang
terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita
lakukan, bahwa sesungguhnya apa yang kita kerjakan hari ini adalah semata-mata
untuk kita di hari nanti..
Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pasti kita akan menjalani
hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita
adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari
kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita
selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali saja dalam seumur hidup.
Wassalam,
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Menikmati Putaran Roda Kehidupan Oleh : Agus Riyanto Sukses itu penuh perjuangan, bahkan harus diraih dengan pengorbanan yang dahsyat, begit...