Siang ini tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan,
"Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.
Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tempat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak ...semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
"Nggak punya!", tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata
"Ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya ke arah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang
"Sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut.
"Maaf mbak , cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar
" Om , bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".
"Eeh ....nggak usah .nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke si kecil, ia menerimanya, tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,
"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar"
"Nggak apa apa, itu buat kalian" lanjut saya .
"Jangan ..jangan oom , itu uang oom sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras.
"Sudah ...saya ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas !", saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat. Secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
"Ini deh om , kalau kelamaan , maaf ..". Ia memberi saya delapan pack tissue. "
Buat apa ?", saya terbengong
"Habis teman saya lama sih oom, maaf, tukar pakai tissue aja dulu" . Walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan,
"Duit mbak tadi gimana ..?" suara kecil yang lain menyahut,
"Lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ......." . Percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan.
Tuhan .......Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue.
Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan di umur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DOEngkau hanya semulia yang kau kerjakan.
Thursday, February 21, 2008
inter mezzo
Syukur dan Keberuntungan
Syukur dan Keberuntungan
“Many people who order their lives rightly in all other ways are kept in poverty by their lack of gratitude. Having received one gift from God, they cut the wires which connect them with Him by failing to make aknowledgement.”
(Banyak orang yang menjalani hidup dengan cukup benar, tetapi tetap miskin karena kurang bersyukur. Setelah menerima kemurahan Tuhan, mereka memotong kabel yang menghubungkan mereka dengan Tuhan dengan cara mengingkari nikmatNya)
- Wallace Wattles (1860 – 1911) -
Seperti kata Wallace Wattles (penulis buku klasik The Science of Getting Rich yang menjadi salah satu dasar The Secret) diatas, tak dapat dipungkiri bahwa perasaan syukur merupakan salah satu faktor penarik keberuntungan dan kesuksesan hidup manusia.
- Wallace Wattles (1860 – 1911) -
Seperti kata Wallace Wattles (penulis buku klasik The Science of Getting Rich yang menjadi salah satu dasar The Secret) diatas, tak dapat dipungkiri bahwa perasaan syukur merupakan salah satu faktor penarik keberuntungan dan kesuksesan hidup manusia.
Rasa syukur akan membuat kita memiliki mentalitas berkecukupan (abundance mentality) dan menghilangkan mentalitas kekurangan (scarcity mentality). Pada saat kita merasa berkecukupan, maka hati kita jadi bahagia, perasaan kita jadi enak (feel good) dan kita mampu berpikir positif. Pikiran dan perasaan positif inilah yang mengaktifkan Hukum Ketertarikan (Law of Attraction = LOA). Dengan bahasa yang lain Michael Losier mengatakan bahwa rasa syukur, terima kasih dan penghargaan akan mampu memancarkan vibrasi positif yang dahsyat untuk mengaktifkan Hukum Ketertarikan.
Lalu, syukur yang seperti apakah yang lebih mudah mengaktivasi LOA ?
Untuk menjawabnya, saya perlu menjelaskan adanya dua tingkatan syukur. Tingkatan syukur yang pertama, adalah syukur yang sudah sering kita lakukan, yaitu syukur bersyarat atau syukur parsial. Kita bersyukur atas sesuatu yang kita miliki atau kondisi baik yang kita alami. Syukur semacam ini mirip seperti rasa syukur atau ucapan terima kasih yang dilontarkan anak kecil setelah dibelikan mainan atau permen oleh bundanya. Artinya, syukur merupakan akibat. Sebagai contoh, Anda merasa bersyukur setelah mendapatkan kenaikan gaji. Anda bersyukur karena penjualan toko Anda naik 20%. Anda bersyukur ketika anak Anda lulus sekolah dengan baik, Anda bersyukur setelah membeli mobil baru atau Anda bersyukur karena Anda selamat dari kecelakaan. Itulah beberapa contoh syukur bersyarat.
Untuk menjawabnya, saya perlu menjelaskan adanya dua tingkatan syukur. Tingkatan syukur yang pertama, adalah syukur yang sudah sering kita lakukan, yaitu syukur bersyarat atau syukur parsial. Kita bersyukur atas sesuatu yang kita miliki atau kondisi baik yang kita alami. Syukur semacam ini mirip seperti rasa syukur atau ucapan terima kasih yang dilontarkan anak kecil setelah dibelikan mainan atau permen oleh bundanya. Artinya, syukur merupakan akibat. Sebagai contoh, Anda merasa bersyukur setelah mendapatkan kenaikan gaji. Anda bersyukur karena penjualan toko Anda naik 20%. Anda bersyukur ketika anak Anda lulus sekolah dengan baik, Anda bersyukur setelah membeli mobil baru atau Anda bersyukur karena Anda selamat dari kecelakaan. Itulah beberapa contoh syukur bersyarat.
Tentu saja tidak ada jeleknya dan tidak ada salahnya dengan tingkatan syukur semacam ini. Anda harus terus melakukannya, karena inilah bentuk rasa syukur yang umum kita lakukan. Namun perlu Anda sadari bahwa tingkatan rasa syukur seperti ini relatif lemah untuk mengaktivasi Hukum Ketertarikan. Mengapa ? Karena seringkali kita tidak benar-benar bersyukur dengan tulus, melainkan hanya merupakan ungkapan puas diri sesaat. Atau malahan rasa syukur ini bisa jadi perasaan negatif terhadap suatu keadaan. Anda hanya berusaha untuk melihatnya dari sisi yang positif, padahal yang sebenarnya Anda merasa tidak enak atau kurang puas. Rasa syukur semacam ini juga tidak tahan lama dan hanya sebagian saja.
Tingkatan syukur yang kedua adalah rasa syukur tak bersyarat atau syukur yang menyeluruh (holistic), yang mencakup juga semua rasa syukur yang berada di tingkatan syukur pertama (syukur parsial). Rasa syukur ini tidak terikat pada situasi dan kondisi serta menyatu pada diri Anda atau menjadi identitas Anda. Beberapa contoh syukur di tingkatan ini antara lain rasa syukur terhadap hidup Anda, dunia seisinya, waktu dan ruang, masalah dan tantangan, pikiran dan perasaan Anda, kebebasan Anda memilih, syukur terhadap ide dan konsep Anda dan sebagainya. Pada dasarnya rasa syukur ini mengatakan, ”Betapa indahnya hidup ini.” Sikon (situasi dan kondisi) tidak relevan lagi karena tingkatan syukur ini merupakan sebuah pilihan yang tidak memerlukan alasan. Perumpamaannya adalah mirip kita sedang bermain video game atau Play Station. Semuanya terasa menyenangkan, musiknya, gambarnya, permainannya, karakternya dan sebagainya. Tidak jadi masalah apakah Anda menang atau kalah karena pengalaman bermainlah yang terpenting. Artinya Anda perlu melepaskan semua alasan dibalik rasa syukur Anda. Bersyukurlah terhadap keberadaan Anda sendiri, maka Anda telah bergerak dari melakukan syukur (doing grateful) ke menjadi bersyukur (being grateful). Dan Anda akan mampu mengaktivasi Hukum Ketertarikan karena Anda telah memancarkan rasa syukur setiap saat dan kapan saja. Ingat ! Being grateful bukan hanya sekedar doing grateful.
Dengan sikap semacam ini, insyallah, keberuntungan akan menjadi milik Anda. Wish You Luck. (SA)
Prinsip ASAL JALAN Saja...?
Dear All,
Anda dan saya sudah tahu, bahwa WAKTU adalah SUMBERDAYA yang UNIK. Setiap orang memilikinya dalam jumlah yang sama. Segala sesuatu pasti "memakan" waktu, dan ia tidak dapat diproduksi ataupun dibeli! Solusi nyata satu-satunya mengenai masalah waktu ini adalah dengan menggunakan waktu secara lebih baik. Setidaknya kita harus tahu kemana waktu itu kita manfaatkan, dan kemana waktu tersebut seharusnya digunakan.
Belajar mengelola waktu sesungguhnya dapat dipelajari oleh setiap orang, dan selanjutnya dapat menjadikannya sebuah kebiasaan. Yaa, KEBIASAAN MENGELOLA WAKTU.
Mengelola waktu tentunya dapat dipelajari dan dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara awal, yang biasanya dipakai oleh sebagian dari kita adalah dengan mencoba, dan… membuat kesalahan, yang sering kita dengar dengan istilah TRY and ERROR. Cukup banyak pebisnis atau kalangan eksekutif perusahaan telah belajar dengan cara ini, dan mereka berhasil mengelola waktunya secara lebih baik. Tetapi, cara belajar lainnya, yang lebih disarankan dan diutamakan adalah lewat pendekatan METODIS dan SISTEMATIS ke persoalannya.
Sangat banyak artikel telah ditulis dengan subyek pengelolaan waktu ini, dan banyak artikel diantaranya memberikan saran yang sama tentang bagaimana memanfaatkan sumberdaya yang berharga ini. Dan, kalau dicermati, cukup banyak artikel mengenai waktu ini yang memberikan "saran menipu", seperti menghemat waktu dengan mendikte di dalam mobil untuk menghemat waktu satu jam, atau membawa pekerjaan kantor untuk dikerjakan di rumah pada malam hari untuk menghemat waktu sekian jam di hari besoknya.
Kembali ke saran mengelola waktu lebih diutamakan pendekatannya dengan cara metodis dan sistematis, ini disebabkan pemikiran, bahwa pengelolaan waktu itu sendiri, merupakan suatu proses yang terdiri dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Sehingga, untuk bisa mengelola waktu secara lebih baik, maka diperlukan perencanaan dan pengorganisasian, untuk pemanfaatannya dengan efisien, dan juga mengendalikan penggunaannya secara efektif.
Di bawah ini, saya cuplikkan tulisan Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang memberikan ulasan tentang pentingnya memiliki prinsip-prinsip pengelolaan waktu. Karena belajar mengelola waktu akan lebih mudah terjadi pada individu yang sudah pernah diajarkan tentang prinsip-prinsip mengelola waktu, dan diperkuat lagi lewat pengembangan prinsip yang dapat diterapkan sesuai dengan situasi.
Nah, Prof. John W. Lee mencoba mengembangkan SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN WAKTU yang diambilnya berdasarkan peninjauan luas atas literatur tentang pengelolaan waktu yang sudah terbit. Menurut dia, kesepuluh prinsip ini sebaiknya dipandang sebagai "pernyataan sementara", yang masih dapat diuji, dikembangkan, dan diperhalus lagi.
SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN WAKTU:
Prinsip Analisis Waktu. Analisis waktu adalah pra-syarat bagi pengelolaan waktu. Pembuatan catatan waktu harian dari kegiatan yang mencatat jarak waktu 15 sampai 30 menit, selama waktu tidak kurang dari dua minggu, adalah esensial sebagai dasar dari analisis.
Prinsip Perencanaan Harian. Rencana harian yang dirumuskan setelah jam kerja hari sebelumnya, atau di pagi hari sekali sebelum jam kerja dimulai; dan disesuaikan secara obyektif dengan kejadian yang hampir selesai; ini esensial untuk penggunaan efektif dari waktu pribadi.
Prinsip Menjadwalkan Menurut Prioritas. Waktu yang tersedia dalam hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja yang mempunyai prioritas tertinggi.
Prinsip Menjadwalkan Menurut Prioritas. Waktu yang tersedia dalam hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja yang mempunyai prioritas tertinggi.
Prinsip Keluwesan. Keluwesan atau fleksibilitas harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan rencana mengenai pemanfaatan waktu pribadi. Atau jika dikatakan dengan sederhana: janganlah menjadwalkan waktu lebih atau kurang!
Prinsip Pendelegasian. Pendelegasian dari semua item kerja konsisten dengan pembatasan pekerjaan manajer, penting untuk menyediakan waktu yang lebih diperlukan bagi pekerjaan manajerial.
Prinsip Segmentasi Aktif. Item pekerjaan yang serupa sifatnya, yang memerlukan sumber dan keadaan lingkungan serupa untuk penyelesaiannya, harus dikelompokkan dalam pembagian hari kerja.
Prinsip Pengendalian Gangguan. Pengendalian dan / atau pengaturan kegiatan lain, yang mencukupi untuk meminimalkan banyak dan lamanya gangguan, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin. Item pekerjaan yang bersifat rutin dan tidak mengandung banyak nilai secara obyektif pada umumnya, harus diminimalkan.
Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut. Penerapan rencana harian dan tindak-lanjut harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut. Penerapan rencana harian dan tindak-lanjut harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
Prinsip Analisis Berulang. Analisis penggunaan waktu harus diulang, paling tidak sekali setiap enam bulan, untuk mencegah kembali ke kebiasaan pengelolaan waktu yang buruk.
Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan oleh Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa kita coba juga buat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan mungkin saja, kita dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.
Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan oleh Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa kita coba juga buat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan mungkin saja, kita dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.
Jika kita sebagai Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan, bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan prinsip lainnya dari pengalaman kita, maka kita akan terhindar dari PRINSIP ASAL JALAN saja… sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian! Saya berani "bertaruh", jika ini yang Anda lakukan… PRINSIP ASAL JALAN… dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan Anda.
To be continue……
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
To be continue……
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
Daily Article : Tidak Ada Jalan Buntu, Hanya Jalan Alternatif
Kamu Bilang JALAN BUNTU.
Aku Bilang Ini CARA BARU.
Kamu Bilang HAMBATAN.
Aku Bilang Ini TANTANGAN.
Kamu Bilang MENAKUTKAN.
Aku Bilang Ini MENGGAIRAHKAN.
Kamu Bilang BIASA SAJA.
Aku Bilang Ini LUAR BIASA PRIMA.
Salam Luar Biasa Prima!
Aku Bilang Ini CARA BARU.
Kamu Bilang HAMBATAN.
Aku Bilang Ini TANTANGAN.
Kamu Bilang MENAKUTKAN.
Aku Bilang Ini MENGGAIRAHKAN.
Kamu Bilang BIASA SAJA.
Aku Bilang Ini LUAR BIASA PRIMA.
Salam Luar Biasa Prima!
Apa yang Anda pikirkan itulah yang Anda dapatkan
Apa yang Anda pikirkan itulah yang Anda dapatkan.
Sang kuasa menciptakan manusia lengkap dengan kemampuan untuk berpikir. Dari pikiran dunia berkembang dari peradaban primitif menjadi super modern. Segala yang manusia ciptakan berasal dari kemampuan untuk memberdayakan pikiran. Kekuatan pikiran seringkali kita lupakan.
Bila kita berpikir bahwa kita telah dikalahkan, maka sebenarnya kita telah kalah sebelum berperang, bila kita berpikir kita tidak mampu, maka sungguh kita menjadi lemah.Bila kita ingin menang tapi kita berpikir kita tidak bisa menang, maka kita tidak akan pernah menjadi seorang pemenang.
Bila kita berpikir bahwa kita benar-benar rugi maka kita akan benar-benar mengalaminya. Kesuksesan, keberhasilan, berasal dari kemampuan orang mewujudkan jalan pikirannya. Segala sesuatu dalam kehidupan ini, perjuangan kehidupan Anda untuk berhasil atau tidak, salah satunya ditentukan dari kemampuan Anda untuk memberadayakan pikiran Anda. beberapa pikiran yang harus anda pikirkan agar dapat mewujudka mimpi
1. Nasib saya tergantung dari diri sayaBila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.
2. Segala sesuatu mungkin saja terjadiAnda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur, Mempunyai usaha sendiri, Segera menikah. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah mendapatkan mimpi anda. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.
3. Pekerjaan apapun harus dilakukan dengan baikAnda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.
4. Menganggap penting setiap orangBila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan orang sekitar. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.
5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada. Orang sukses bukan selalu orang yang berpendidikan tingggi.
6. Memiliki jejaring yang kuat Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Atau berinteraksi dengan teman lama anda, dengan Milist, atau apapun yang membuka jaringan luas untuk hidup anda. dengan mempunyai jaringan yang luas kesempatan sukses akan semakin besar
7. Kegagalan merupakan kunci suksesSetiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah dari bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.
8. Perlihatkan kemampuan Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.
9.Tidak pernah berhenti mencari peluangTentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.
Sikap mental yang positif merupakan hasil dari kehidupan yang didedikasikan untuk pengembangan diri dan pelayanan. Dengan komitmen pribadi untuk melakukan hal yang terbaik hari ini, anda tidak perlu terlalu memikirkan hari esok. Anda akan mempunyai kepercayaan bahwa hal-hal baik akan terjadi seperti halnya anda punya keyakinan bahwa jika suatu saat muncul masalah, maka anda akan mempunyai kekuatan dan ketrampilan untuk menangani, mengambil alih dan kemudian menaklukkannya. Anda adalah orang yang tegar. Anda tidak akan mengijinkan keraguan-keraguan anda merusak mimpi-mimpi anda. Harapan membuat musim semi menjadi abadi.
Jadi anda adalah apa yang anda pkirkan, tapi jangan hanya terus berfikir wujukan segala yang ada didalam fikiran anda. ayo segera gapai sukses dalam hidup. Mimpikan.. FIkirkan.. dan Lakukan... itulah kunci menggapai sukses. (EA)
Motivation of The Day : " Bukan Masalah Pribadi "
Urip sudah beberapa tahun bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar. Memang pekerjaannya cukup berat, menghadapi pelanggan yang selalu marah-marah dan bersikap kasar. Lama kelamaan, tanpa disadarinya, dia semakin mudah marah. Lama kelamaan dia semakin kasar, baik sikapnya maupun perkataannya.Suatu ketika, dalam rapat internal, semua orang membicarakan cara bagaimana meningkatkan pelayanan agar keluhan pelanggan berkurang. Pak Alex yang menjabat sebagai supervisor memberikan saran.
"Kita perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan. Mengapa pelanggan marah? Mungkin saja karena kebutuhannya tidak terpenuhi.""Bagaimana menghadapi pelanggan yang berbicara kasar dan menyerang pribadi? Misalnya, 'Kamu ini kok bodoh sekali? Sudah berapa lama kerja di sini?'. Saya kan tidak terima kalau dibilang begitu?", tanya Urip."Nah, di sinilah kunci melayani pelanggan. Pelanggan bukan marah kepada kita sebagai pribadi.
"Kita perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan. Mengapa pelanggan marah? Mungkin saja karena kebutuhannya tidak terpenuhi.""Bagaimana menghadapi pelanggan yang berbicara kasar dan menyerang pribadi? Misalnya, 'Kamu ini kok bodoh sekali? Sudah berapa lama kerja di sini?'. Saya kan tidak terima kalau dibilang begitu?", tanya Urip."Nah, di sinilah kunci melayani pelanggan. Pelanggan bukan marah kepada kita sebagai pribadi.
Dia marah karena kecewa terhadap pelayanan kita, cara kerja kita, produk kita, atau lainnya. Jangan dianggap sebagai masalah pribadi", kata pak Alex."Betul, jangan dianggap sebagai masalah pribadi. Kecuali kita memang salah, misalnya lupa, keliru, atau lainnya, ya sudah, minta maaf saja. Atau mungkin perkataan kita menyakitkan hatinya, ya wajar dong kalau orang lain marah", kata salah seorang karyawan lain.Mendengar jawaban itu, seperti biasa Urip membantah.
Memang dia selalu membantah pendapat orang lain. "Wah, ya tidak bisa begitu! Dia jelas-jelas menuding saya sebagai orang bodoh! Masa bukan pribadi?" katanya dengan berang dan penuh emosi.Dengan sabar pak Alex berkata: "Coba kita tenangkan hati dulu, nanti malam direnungkan sendiri apakah yang saya katakan ini betul. Oke? Mari kita mengumpulkan usulan lain".Urip masih penasaran, tapi dia berusaha menahan diri. Urip juga sadar bahwa sekarang dia sering merasa kurang sabar.
Tidak seperti dulu. Dulu dia lebih tenang, lebih dewasa. Tapi akhir-akhir ini dia kok sepertinya seperti anak kecil dan mudah tersinggung, mudah emosi, dan mudah marah.Sepulang dari kantor, Urip mampir ke sebuah toko untuk membeli gula. Di toko itu ada seorang bapak sedang membeli beras. Setelah mendapatkan beras, dia membayar harganya. Karena bapak itu naik sepeda motor, beras itu perlu diikat di jok. Entah mengapa, ketika akan pergi, sepeda motornya miring dan bapak tersebut hampir jatuh. Bapak itu langsung marah dan membentak-bentak. Dia menyalahkan karyawan toko yang tadi mengikat karung berasnya.Tapi orang yang dimarahinya tetap tenang. Dia berkata:
"Maaf pak."
Lalu segera mengambil tali baru dan dengan cekatan mengikatnya lagi. Ekspresi wajahnya sangat tenang. Setelah selesai, dia dengan sopan berkata:
"Sudah pak. Bisa tolong dicoba apakah sudah cukup kuat?"
Bapak itu menarik-narik tali tersebut, ternyata sudah kuat.
"Ya sudah!", katanya. Lalu dia pergi.Diri sendiriKaryawan yang tadi dimarahi tetap tenang saja, tampaknya tidak kesal atau sakit hati. Urip berkata kepada karyawan tersebut:
"Wah galak amat. Kan dia sendiri yang mau jatuh. Kok marah ke orang lain. Lawan aja mas! Jangan diam saja!" Tapi dengan tersenyum orang itu berkata:
"Tidak perlu mas. Dia sebenarnya tidak marah kepada saya kok. Dia sebenarnya marah pada dirinya sendiri yang hampir jatuh. Karena malu, dia menyalahkan saya. Mungkin juga dia sedang kesal, atau mungkin juga anak isterinya sedang menunggu beras tersebut dan dia stres karena harus cepat-cepat pulang sedangkan perjalanan masih jauh. Bisa jadi tadi di kantor dia habis dimarahi bosnya. Yang jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas"Urip tertegun. Dia diam saja dan segera membayar gula yang dibelinya. Sesampainya di rumah, Urip teringat terus kejadian yang baru saja dilihatnya tadi.
"Maaf pak."
Lalu segera mengambil tali baru dan dengan cekatan mengikatnya lagi. Ekspresi wajahnya sangat tenang. Setelah selesai, dia dengan sopan berkata:
"Sudah pak. Bisa tolong dicoba apakah sudah cukup kuat?"
Bapak itu menarik-narik tali tersebut, ternyata sudah kuat.
"Ya sudah!", katanya. Lalu dia pergi.Diri sendiriKaryawan yang tadi dimarahi tetap tenang saja, tampaknya tidak kesal atau sakit hati. Urip berkata kepada karyawan tersebut:
"Wah galak amat. Kan dia sendiri yang mau jatuh. Kok marah ke orang lain. Lawan aja mas! Jangan diam saja!" Tapi dengan tersenyum orang itu berkata:
"Tidak perlu mas. Dia sebenarnya tidak marah kepada saya kok. Dia sebenarnya marah pada dirinya sendiri yang hampir jatuh. Karena malu, dia menyalahkan saya. Mungkin juga dia sedang kesal, atau mungkin juga anak isterinya sedang menunggu beras tersebut dan dia stres karena harus cepat-cepat pulang sedangkan perjalanan masih jauh. Bisa jadi tadi di kantor dia habis dimarahi bosnya. Yang jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas"Urip tertegun. Dia diam saja dan segera membayar gula yang dibelinya. Sesampainya di rumah, Urip teringat terus kejadian yang baru saja dilihatnya tadi.
Kata-kata karyawan toko tadi terus terngiang-ngiang di telinganya. "Yang jelas, dia sebenarnya bukan marah kepada saya mas."alam hati kecilnya, Urip sadar bahwa yang membuatnya mudah marah dan bersikap kasar serta emosional adalah perasaannya yang merasa diserang pelanggan. Semua sikap marah atau keluhan pelanggan, dianggapnya sebagai kemarahan yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi. Itulah yang membuatnya marah dan kesal. Dia merasa tidak salah kok dimarahi. Tersinggung dong.Tapi pegawai toko tadi tidak tersinggung. Dia malah bisa bersikap lebih profesional.
Dia tidak menganggap kemarahan pelanggan sebagai masalah pribadi. Pantas, wajahnya tetap tenang, tidak tertekan. Urip jadi merasa malu terhadap dirinya sendiri. Betapa kekanak-kanakan sikapnya selama ini. Seperti anak kecil. Sangat tidak dewasa. Sangat tidak profesional.Mulai malam ini, Urip berjanji kepada dirinya sendiri untuk belajar bersikap seperti karyawan toko tadi. Dia ingin memisahkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi. Mungkin perlu waktu, tapi Urip sungguh-sungguh berniat mengubah dirinya. Dia sendiri sudah terlalu lelah bersikap pemarah. Energinya terbuang untuk terus-menerus marah dan kesal. Sangat melelahkan. Berbeda dengan karyawan toko tadi yang wajahnya tenang dan damai. Tidak tertekan. Pokoknya pisahkan masalah pekerjaan dari masalah pribadi. Be professional!
Sumber : anonymous
Sumber : anonymous
Renungan Mengenai Memberikan Lebih
Renungan Mengenai Memberikan Lebih
Oleh: Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt
"Bertanding dalam olahraga mengajarkan kepada saya bahwa kalau saya tidak bersedia memberikan 120 persen, orang lain akan bersedia" - Ron Blomberg
"Apabila Anda tidak bersedia mengerjakan lebih dari bayaran Anda, Anda tidak akan pernah dibayar lebih dari apa yang Anda kerjakan" - Anonymous
Kadang kita berasumsi bahwa dengan mengerjakan sesuatu secara standard atau rata-rata sudah cukup. Kadang malah kita beranggapan banyak orang lain yang akan melakukan hal yang sama dengan kita lakukan atau menunjukkan usaha setingkat yang kita tunjukan. Yang tidak kita ingin akui atau kita abaikan adalah saat kita dan begitu banyak orang lain berkumpul di liga rata-rata, ada sekelompok kecil orang pula yang memberikan lebih dari rata-rata, dan bersinar di antara yang redup.
Oleh: Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt
"Bertanding dalam olahraga mengajarkan kepada saya bahwa kalau saya tidak bersedia memberikan 120 persen, orang lain akan bersedia" - Ron Blomberg
"Apabila Anda tidak bersedia mengerjakan lebih dari bayaran Anda, Anda tidak akan pernah dibayar lebih dari apa yang Anda kerjakan" - Anonymous
Kadang kita berasumsi bahwa dengan mengerjakan sesuatu secara standard atau rata-rata sudah cukup. Kadang malah kita beranggapan banyak orang lain yang akan melakukan hal yang sama dengan kita lakukan atau menunjukkan usaha setingkat yang kita tunjukan. Yang tidak kita ingin akui atau kita abaikan adalah saat kita dan begitu banyak orang lain berkumpul di liga rata-rata, ada sekelompok kecil orang pula yang memberikan lebih dari rata-rata, dan bersinar di antara yang redup.
Mereka yang bersedia memberikan lebih dari rata-rata. Mereka yang akan bertarung lebih dari yang diperlukan. Mereka yang akan tetap terjaga di tengah malam untuk berkarya. Mereka yang akan terus bangun setiap kali mereka terjatuh. Mereka yang bersedia berkarya di saat dimana orang lain menolak. Mereka yang bersedia menerima tanggung jawab lebih. Mereka yang bersedia mengerjakan lebih dari yang seharusnya mereka kerjakan di tugas mereka. Mereka yang di saat orang lain beristirahat tetap mendaki dan mendaki. Mereka yang bersedia memberikan lebih dari 100%.
Sayangnya, kita malah punya berbagai label mengenai orang-orang seperti ini, sebut saja "Workaholic" , "Tidak tahu waktu", "Gila kerja", "Ambisius", "Terlalu agresif", dan lain-lain bahkan sampai yang agak ekstrim, "Tukang cari muka", apabila dalam konteks perusahaan bagi yang seolah mau menerima begitu banyak tanggung jawab dengan tersenyum. Seolah memberikan lebih dari standard adalah sesuatu yang tidak beres. Dalam bahasanya mungkin dikatakan "berlebihan" . Padahal di kebanyakan kasus, kata "luar biasa" lebih pas dari 'berlebihan' .
Pengalaman saya mengajarkan bahwa selisih daya dan kontribusi yang kita keluarkanlah yang akan memberikan selisih reward yang kita terima, entah cepat atau lambat, entah di tempat kita sekarang atau di tempat lain. Apabila kita berharga 1 juta dan kita berikan daya 2 juta, maka selisih 1 juta inilah yang akan terbayarkan kemudian, kembali lagi, entah cepat atau lambat, di sini atau di tempat lain.
You see, ada yang tidak bersedia memberikan selisih ini, terutama karena merasa akan terlalu lama memberikannya untuk 'nothing'. Seolah bodoh untuk bekerja lebih tanpa reward langsung. Sehingga saat ada tanggung jawab tambahan, pertanyaan langsungnya adalah: "reward" tambahan berapa?
Apalagi yang sekarang dikenal sebagai 'multi-tasking' , alias pengurangan personel tapi penambahan tanggung jawab ke yang tersisa. Lalu, saat ada yang mau mengambil tanggung jawab tersebut tanpa pamrih atau tanpa embel-embel reward langsung, entah kita heran, sampai bentuk ekstrimnya kita bisa beranggapan orang ini sedang cari muka.
Padahal, kalau kita mau berpikir sejenak, 100% daya yang kita berikan, hanya juga memberikan 100% reward yang kita terima. Tidak lebih. Dan tidak sedikit dari kita yang sudah mengalaminya bertahun-tahun dengan menggerutu, dan mengharap dengan kontribusi 100% tersebut kita berhak meminta lebih dari 100%.
Ini memang soal PILIHAN bersikap. Tidak ada yang mengatakan kita harus memberikan pas, lebih, atau kurang. Kita bebas MEMILIH berdasarkan konsekuensi yang ingin kita terima dan harga yang ingin kita bayarkan, atau kontribusi yang bersedia kita berikan. Kalau saya, untuk hasil 120%, saya bersedia memberikan kontribusi 120%. Kenapa tidak pula 150%? 200%
Secara konstan saya menolak pemberian nilai oleh perusahaan yang hanya 5-15% per tahun berdasarkan kenaikan reward, seolah itulah pula kenaikan nilai saya. Saya berharga lebih dari itu. Walau belum tentu besok saya terima reward-nya, walau belum tentu bulan depan saya terima. Dan kalau sampai tahun depan saya belum terima selisih 20%-nya, setidaknya nilai saya telah bertambah 20%.
Bukan dari hasil pemberian atau penilaian orang lain, tapi dari pemberian dan penilaian diri sendiri. Karena saat saya memutuskan pergi dengan nilai 120% ini, perusahaan saya pun akan kehilangan 120%, bukan hanya 100%. Dan di tempat tujuan saya, saya datang dengan 120%.
Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda tidak mau, akan ada yang mau. Kalau saya yang bersaing dengan Anda, saya akan mau.
Have a positive day!
Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt
Director
INSPIRASI INDONESIA
Kondominium Rajawali, Town House No.20
Jl. Rajawali Selatan I/1B
Jakarta Pusat 10720
Have a positive day!
Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt
Director
INSPIRASI INDONESIA
Kondominium Rajawali, Town House No.20
Jl. Rajawali Selatan I/1B
Jakarta Pusat 10720
Ulat Kecil Yang Berani"
Ulat Kecil Yang Berani"
Yong gan de xiao chong"
Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang.
Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, "Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan... entah bagaimana nasibku nanti!"
Ketika Si Ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya, "Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah Kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?"
Si Ulat pun bertanya kepada Si Kepik yang sok tahu, "Benar Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?" "Oh...Aku tahu, jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku. Dan lebih jauh di sana ada sebuah gua yang gelap yang harus kau lalui. Tetapi, setelah kamu mampu melewati kegelapan, aku beritahu, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan," Si Kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada Si Ulat yang tampak ragu dan ketakutan.
"Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?" Tanya Ulat.
"Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan. Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!" sambil berteriak penuh semangat, Si Kepik pun meninggalkan ulat.
Pembaca yang budiman,
Memang benar... kemenangan, kesuksesan, adalah milik mereka yang secara sadar, tahu apa yang menjadi keinginannya, sekaligus siap menghadapi rintangan apa pun yang menghadang, serta mau memperjuangkannya habis-habisan melalui cara-cara yang benar sampai mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan.
Pengertian sukses secara sederhana demikian ini telah di praktikkan oleh manusia sukses berabad-abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Maka ...untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan teori-teori kosong yang rumit. Cukup tahu akan nilai yang akan dicapai dan take action! Ambil tindakan!
Salam Sukses Luar Biasa!!!
Sumber: Ulat Kecil Yang Berani oleh Andrie Wongso
Wednesday, February 20, 2008
2008: No Complaining Year
2008: No Complaining Year
Pagi-pagi saya mengantar anak-anak saya ke sekolah. Sekolah mereka berada di belakang sebuah kompleks perkantoran di Cilandak. Jalan menuju ke sana cukup sempit. Sebuah peristiwa kecil menyadarkan saya akan gentingnya keadaan negeri ini. Bukan karena fenomena alam atau ekonominya, tapi karena fenomena mentalnya.
Jalan tikus sempit yang saya maksud di atas, memang seringkali dijadikan shortcut bagi mereka yang masuk dari Jalan TB. Simatupang dan ingin keluar ke Kemang lewat pekuburan Jeruk Purut. Lumayan untuk menghindari macet. Makin hari saya perhatikan makin ramai yang lewat sana. Dan peristiwa pagi ini cukup menggugah saya untuk memposting tulisan ini.
Dua mobil mewah berpapasan jalan. Di belakang mereka sudah antri puluhan kendaraan dari dua arah. Di titik tersempit dari jalan itu, kedua sopir mulai bertengkar tentang siapa yang harus lebih dahulu masuk dan menggunakan jalan.
Rupanya, salah satu dari mereka sudah diberi kesempatan tapi malah ragu-ragu karena ada sebuah tunggul batu yang memang diletakkan di depan sebuah warung. Ia khawatir mobilnya tergores. Saya tahu, pastilah pertengkaran itu dimulai dengan keluh-kesah tentang pagi ini.
Dari dua orang yang perang mulut, konflik "bicara" itu malah menular ke para pengendara lain di belakang mereka yang masing-masing segera membentuk kubu.
Keluarlah berbagai cacian dan makian yang sama sekali tidak enak didengar di pagi hari. Saya sendiri, hampir saja terlibat di sana. Saya sempat berdiri dan nyaris berteriak, "Kok malah berantem...? !!!".
Saya urungkan niat saya, dan pikiran saya pun melantur ke bulan-bulan belakangan ini. Saya ingat, bagaimana memasuki 2008 dengan berbagai keluh dan kesah. Minggu-minggu belakangan ini pun, saya sering bangun pagi dengan keluh dan kesah. Tentang berbagai tagihan dan rekening, tentang biaya operasional kantor, tentang naik dan turunnya bisnis, atau sekedar tentang cuaca yang sebenarnya terlarang dicerca.
Ternyata itu tidak hanya terjadi pada diri saya sendiri. Paling tidak, Jakarta sebagai salah satu kota yang paling emosional, juga menampakkan gejala yang sama.
Saat setiap orang ingin saling menyerobot di lampu merah. Saat salah pengertian terjadi di jalan raya. Saat ketidakcocokan terjadi di kantor atau di organisasi. Serasa semua orang mengeluh dan mengeluh. Saat orang-orang merasa ditindas di pasar dan di trotoar.
Saat padi petani tergilas oleh luapan air karena hujan tak kunjung henti. Saat kapal barang dan perahu nelayan tak bisa melaut. Saat Visit Indonesia Year tersendat akibat jalan ke bandara yang ikut berenang. Saat segala komoditas terhenti pergerakannya karena Pantura terendam air berpuluh kilometer panjangnya.
Saat air laut mulai merangsek ke daratan. Saat bunuh diri menjadi berita setiap pagi. Saat biaya sekolah, BBM, sembako, kesehatan, atau biaya produksi melambung tinggi.Saat hampir setiap momen dan kejadian mampu memicu segala keluh dan kesah. Syukur Alhamdulillah, jika itu tidak terjadi pada diri Anda.
Tapi jelas, ini terjadi pada banyak penduduk di negeri ini.Kita mungkin perlu mengingat kembali, bahwa keluh dan kesah hanya akan memperburuk keadaan. Ia tidak menjadikan segalanya lebih baik, ia malah menjadikan berbagai musibah dan malapetaka makin menjadi-jadi.Kita juga perlu mengingat kembali, bahwa orang yang sukses, organisasi yang sukses, negeri yang sukses, adalah orang, organisasi, dan negeri yang paling jarang mengeluh. Ingatlah kembali dengan memperhatikan mereka.
Temukanlah dan buktikanlah.Para pakar sering mengingatkan, ketimbang berkata "Jangan lakukan A" lebih baik langsung mengatakan "Lakukanlah B". Ketimbang menyebut "Anti korupsi", lebih baik menyebut "Cinta clean government". Daripada "Berantas kemiskinan" lebih baik "Mari kita sejahterakan bangsa ini".
Daripada "Takut gagal" lebih baik "Insya Allah berhasil".Keluh-kesah hanya akan membuat kita terjebak pada pertanyaan yang tak kunjung terjawab. "Why me?", "Why now?", "Why this?", "Why that?", "Why?". Mengurangi segala bentuk keluh-kesah, akan menciptakan pertanyaan yang jauh lebih konstruktif. "What now?", "What next?". Apapun itu akan lebih konstruktif kecuali "So what gitu loh!".
Untuk itu Bapak, Ibu, Saudara yang budiman, saya tidak mengajari Anda tentang semua ini. Saya justru hanya merefleksi diri, dan bisa jadi perilaku keluh-kesah yang saya akui di atas di awal 2008 ini, justru menjadi cerminan dari kita semua. Mari kita kurangi.Mengurangi keluh dan kesah akan mengerem keterpurukan kita ke jurang dan lubang yang makin dalam. Mengurangi keluh dan kesah akan membuat kita segera tersadar betapa semua fenomena negeri ini membutuhkan apapun yang sifatnya konstruktif dan bukan sebaliknya.Mari kita kurangi.
Kurangi keluh-kesah dengan segala bentuknya. Kurangi keluh-kesah mulai dari umpatan, cacian, makian, ludahan, tarikan bibir yang nyinyir, atau decak dan segala cak-cek yang mengungkapkan ketidakpuasan. Yang ringan, yang berbentuk amarah, atau yang hanya celetukan. Kurangi ungkapan yang termasuk sebagai "ngedumel". Kurangi keluh dan kesah yang berteriak atau yang diam.
Yang terlontar keluar atau yang hanya terbersit di hati atau pikiran. Kurangi. Kurangi semuanya.Kita tidak ingin menganggap berbagai persoalan menjadi budaya atau kebiasaan. Kita tidak ingin melupakan berbagai ketidakadilan atau ketidakberesan. Kita tetap ingin hukum ditegakkan. Kita mau keadilan tetap jalan. Kita semua ingin segala disiplin positif tetap dipertahankan. Namun pada saat yang sama, marilah kita mulai berhenti mengeluh.Bersama posting ini, saya sertakan sebuah gambar. Anda bisa memajang gambar ini di situs atau di blog Anda. Jika Anda termasuk orang yang terpana dengan keadaan negeri ini dan tak bisa berbuat banyak, setidaknya inilah yang bisa kita lakukan bersama-sama.
Mari kita kurangi segala bentuk keluh-kesah atau "dumelan". Mari kita upayakan setiap hari, setiap saat ketika segala bentuk keluh-kesah hampir melompat keluar dari mulut atau terlukiskan dalam ekspresi di wajah kita. Katakan, "Stop!".
Mari kita canangkan tahun ini secara internal sebagai "2008: No Complaining Year".
Think Positively and Believe In Yourself
Think Positively and Believe In Yourself
Always be true to yourself! Never attempt to delete those words in your heart and mind. For they are a valuable treasure, that can aid and lead you To understand who you are.
Always be true to yourself!
Never be afraid to accept who you are. Think positively and believe in yourself So you can be able to accept and appreciate who you are.
Always bear in mind you are a unique individual. Created by the loving hands of the Almighty God. He created you with special purpose, to plant and spread seeds Of your uniqueness and productivity in this land.
Always bear in mind you are a unique individual. Created by the loving hands of the Almighty God. He created you with special purpose, to plant and spread seeds Of your uniqueness and productivity in this land.
Always be true to yourself!
Never be discouraged or afraid of negative comments or feedback. Welcome them with an open-mind, for these can also help and guide you To become a well-grown individual.
If you have an enemy, remember never to hate him. When you hate him, you give him power over you. Power over your thinking, your sleep, your health and happiness. Your hatred is not hurting him at all; It only turns your days and nights into a hellish turmoil.
If you have an enemy, remember never to hate him. When you hate him, you give him power over you. Power over your thinking, your sleep, your health and happiness. Your hatred is not hurting him at all; It only turns your days and nights into a hellish turmoil.
Always be true to yourself!
Remember the best strategies to deal an enemy - Prayer, love, forgiveness, humility, open-mindedness, reconciliation, smile, tactfulness, and service. Start now to apply those precepts in yourself, So you can be able to win favor from God And live at peace with your enemy.
As you travel in the games of life, Always remember to think innovation of your being. For that's the one and only key to excel in this land. Remember that a gifted man will stand before kings, A simple man will serve the skilled and kings!
Therefore, always be true to yourself!
Remember God love you so much! He cares and believes in you! That's why,
As you travel in the games of life, Always remember to think innovation of your being. For that's the one and only key to excel in this land. Remember that a gifted man will stand before kings, A simple man will serve the skilled and kings!
Therefore, always be true to yourself!
Remember God love you so much! He cares and believes in you! That's why,
ALWAYS BE TRUE TO YOURSELF!
Have a positive day!
Salam Inspirasi, Mohamad Yunus
Salam Inspirasi, Mohamad Yunus
19 TRIK MENDISIPLINKAN ANAK
19 TRIK MENDISIPLINKAN ANAK
Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan "menjinakkan" anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti 10 trik berikut ini.
Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.
Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari. Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.
1. Tegas Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.
2. Jangan Plin Plan. Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.
3. Kompromi Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.
5. Beri Peringatan Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.
6. Beri Alasan Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."
7. Jangan Tunda Hukuman Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.
9. Bertekuk Lutut Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.
10. Jangan Ceramah Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanya an seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.
11. Tunjukkan Sikap Positif Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."
12. Bermain Bersama Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.
13. Hindari Rasa Jengkel Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
14. Jangan Menampar! Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.
15. Jangan Menyuap Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.
16. Bersikap Dewasa Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.
17. Hadapi Rengekan Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
18. Contoh Baik Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.
sumber: milis tetangga__._,_.___
Motivation of The Day : " Setiap Hari Aku bertambah Miskin atau Kaya? "
Setiap hari yang kita lalui dalam perjalanan hidup, kita banyak melakukan aktivitas atau kegiatan, baik yang mengeluarkan maupun yang menghasilkan.Tanpa disadari atau tidak, semua kegiatan tersebut sangat berpengaruh terhadap "Income Statement" atau Laporan Keuangan yang Anda miliki.
Coba Anda perhatikan, saat Anda melangkah ke luar rumah untuk ke kantor dengan naik ojek dan kendaraan umum, Anda mengeluarkan uang transport.Anda makan siang di Mall, Anda mengeluarkan uang lagi. Anda ngopi di Starbuck atau Oh Lala, Anda merogoh kocek. Anda beli rokok, Anda mengeluarka uang kembali.Jadi setiap saat dan setiap hari, rasanya kita bukan bertambah kaya, melainkan bertambah miskin?Karena hampir setiap kegiatan yang kita lakukan adalah aktivitas mengeluarkan uang dan bukan sebaliknya.Kita memperoleh uang hanya sebulan sekali, yaitu pada saat gajian. Mudah2an Anda masih ingat U-MAN-JI (yoU MANusia bergaJI).
Jadi saya berharap kita semua dapat selalu memikirkan kembali, apakah perlu melakukan suatu aktivitas tertentu atau tidak?Untuk mudahnya, agar kita dapat men-sortir suatu kegiatan perlu dilakukan atau tidak yaitu dengan bertanya ke diri sendiri : "Apakah kegiatan ini (yang mengeluarkan Uang) merupakan investasi atau modal bagi Masa Depan atau tidak?"Bila merupakan investasi, maka lakukan.
Misalnya saat Anda mau makan siang. Makan siang merupakan investasi atau modal untuk mendapatkan energi agar dapat bekerja penuh vitalitas. Karena makan merupakan suatu kebutuhan yang universal jadi dapat dikategorikan sebagai modal dan investasi.Minum kopi atau merokok tidak dapat dikategorikan sebagai modal atau investasi, karena tidak berlaku bagi semua orang.Bagaimana dengan membeli buku misalnya "Personal Development" ? Ya, saya anggap ini investasi. Begitu pula dengan sekolah atau kursus yang meningkatkan kemampuan diri dalam bekerja.Jadi, lakukan segala aktivitas Anda yang mengacu kepada investasi dan modal diri bagi Masa Depan Anda.
Selain itu harap Anda eliminasi.Dengan demikian, Anda membayar atau mengeluarkan uang dengan tujuan untuk mendapatkan yang lebih besar hasilnya. Selamat berpikir ulang sebelum melakukan kegiatan apapun, terkait mengeluarkan uang yang Anda peroleh dengan susah payah.Selamat menempuh hidup dengan cara yang baru.
Semoga bermanfaat.
Salam,Freddy Pieloor
Bekerja Tanpa Rasa Sengsara
Bekerja Tanpa Rasa Sengsara
Anda merasa sengsara di tempat kerja? Anda merasa berat setiap kali memulai pekan aktivitas rutin Anda pada Hari Senin. Anda merasa tak (lagi) tertantang dan tak nyaman. Atau, inilah yang Anda hadapi: bos yang galak. Apakah sejumlah rekan kerja Anda menyebalkan? Anda merasa apapun yang Anda lakukan dianggap tak pernah cukup. Jika Anda terus bertahan dalam situasi-situasi seperti itu, bisa dipastikan lama-lama Anda akan membenci pekerjaan Anda. Dan, membenci pekerjaan adalah sumber dari kesengsaraan dalam hidup.
Mengapa itu bisa terjadi? Kenali sebab-sebabnya agar Anda bisa menghindari dan mengakhiri kesengsaraan Anda.
1. Terlibat dalam obrolan atau pergaulan dengan orang-orang yang selalu menemukan kesalahan dengan perusahaan, manajemen, customer dan rekan sekerja. Jika Anda berkubang dalam kesengsaraan, terus-menerus mendengarkan cerita-cerita tentang ketidakbahagiaan dan orang-orang yang mengalami kesulitan jelas tidak akan membantu Anda keluar dari kubangan itu. Ketidakbahagiaan itu menular. Menjauhlah untuk menghindari virus tersebut.
2. Berada dalam lingkungan pekerjaan yang tidak menantang, tidak menggairahkan dan tidak-berpenghargaa n. Hari demi hari, tahun ke tahun, Anda tambeng dengan pekerjaan yang sebenarnya tidak memenuhi harapan Anda. Datanglah ke konsultan karir yang ada di kampus atau lembaga konsultan. Carilah peluang kerja lain; temukan jalan untuk memberdayakan keahlian Anda secara berbeda. Ambillah tes dan konsultasi untuk mengidentifikasi pekerjaan apa yang lebih bisa menggairahkan Anda.
3. Kegagalan dalam mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan diri Anda sendiri. Anda tidak bisa menunggu selamanya pada bos yang tidak komunikatif dalam memberi feedback berkaitan dengan peningkatan dan perkembangan (personal dan profesional) Anda. Faktanya, pada sejumlah organisasi, Anda bisa menunggu beberapa tahun untuk penghargaan atau feedback atas kinerja Anda. Mengapa menunggu orang lain? Mengapa tidak mengambil tanggung jawab demi (perkembangan) diri Anda sendiri? Tak seorang pun pernah peduli pada peningkatan dan perkembangan Anda kecuali diri Anda sendiri.
4. Bertahan bekerja di bawah bos yang buruk. Bos yang buruk, baik dia tipe orang yang tak bertanggung jawab atau pun "sekedar" orang yang berkelakuan tak menyenangkan, jarang bisa berubah tanpa adanya kejadian yang luar biasa. Hal (yang luar biasa) itu bisa saja terjadi, tapi sampai kapan Anda akan menunggu sambil terus-menerus mengeluh tentang betapa sengasaranya Anda di tempat kerja?
5. Bekerja pada perusahaan yang praktik-praktik bisnisnya tidak Anda sukai. Bekerja untuk perusahaan yang menipu konsumen? Memberi janji-janji palsu pada karyawan? Tinggalkan secepat Anda bisa.
6. Bekerja pada perusahaan yang terus-menerus merugi. Perusahaan yang baik mungkin saja sesekali mengalami kesulitan --ini masih bisa membuat Anda bertahan. Tapi, perusahaan yang secara operasional selalu mendekati kebangkrutan jelas menciutkan optimisme dan antusiasme Anda.
7. Bertahan dalam pekerjaan yang membuat Anda merasa jalan di tempat. Ada beberapa alasan mengapa Anda merasa tak beranjak. Perusahaan tempat Anda bekerja kecil dan tidak berkembang. Anda tak pernah mendapat promosi karena di situ memang minim pendidikan, pengalaman dan kesempatan-kesempat an untuk berkembang. Anda sudah bicara pada bos namun masalah tak bisa diatasi. Jika Anda cukup ambisius dan ingin berkembang, inilah saatnya untuk melangkah ke luar.
8. Anda berusaha menyumbangkan ide-ide untuk meningkatkan kualitas (lingkungan) kerja, tapi tak pernah diwujudkan. Bertahan dalam lingkungan kerja yang gagal merespon saran-saran dari karyawan tentunya membuat Anda juga mempertanyakan nilai saran Anda sendiri. Ini merupakan racun yang menggerogoti kepercayaan diri Anda. Carilah lingkungan kerja yang lebih suportif.
9. Gaji kecil. Untuk urusan yang satu ini, hanya Anda yang mengerti "hitung-hitungannya ". Tanya pada diri Anda sendiri, seberapa layak Anda dibayar? Kalau Anda merasa gaji Anda terlalu kecil untuk kerja yang telah Anda lakukan, Anda punya pilihan. (portalhr)
Have a positive day!
Friday, February 15, 2008
Pribadi Tangguh
Pribadi Tangguh
By:Erwin Arianto
Teringat nasihat seorang Dosen kala saya akan menyelesaikan skripsi, dia perkata jadilah pribadi tangguh dalam menjalani kehidupan di masyarakat, karena kehidupan di masyarakat sangat berat, dan jangan patah arang karena aral dan rintangan. sungguh nasihat yang saya kenang sampai saat ini.
Pribadi tangguh menentukan ketegaran dan ketahanan diri menghadapi tantangan dan kendala, Pribadi tangguh mampu merespon dengan tepat tantangan dan peluang. Seorang yang berpribadi tangguh selalu Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. dan selalu siap dengan kondisi yang akan di hadapinya.
Seorang yang berpribadi tangguh,menegatuhi bahwa Pengetahuanku yang dimilikinya amat terbatas , tetapi dia selalu mempersiapkan keadaan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Karena dia berpendapat mungkin itulah yang terbaik untuknya.Pribadi Tangguh kualitas pribadi dengan kompetensi tinggi, karakter/akhlak mulia yang didasari keimanan mantap.
manusia yang berpribadi tangguh tidak pernah menyalahkan orang lain/situasi atas kegagalan yang diterimanya. memang, banyak alasan kenapa orang jadi suka menyalahkan orang lain. Termasuk di antaranya karena takut kelihatan buruk, malu mengakui, gengsi, supaya kesalahannya tidak tampak terlalu buruk, mengurangi rasa bersalah atau pun usaha 'bagi-bagi kesalahan' sehingga beban bersalah jadi lebih kecil. Namun, apa pun alasannya, sejauh orang tidak belajar bahwa ia punya kontribusi atas situasi kesalahan yang ia alami, maka pribadi ini tidak akan pernah belajar menanggung risiko.
Ketika ada masalah dan kesulitan, maunya adalah cepat-cepat menghindar. Akibatnya, pribadi ini terus menjadi pribadi yang lembek dan tidak tahan banting. Mereka tidak pernah belajar menjadi pribadi yang lebih tangguh karena tidak belajar bertahan menerima konsekuensi dari sikapnya yang salah. Beberapa contoh pribadi tangguh yang tidak menyalahkan tetapi tetap berusaha bangkit dari keterpurukan
Proses pengembangan pribadi yang tangguh adalah dengan usaha untuk mengubah kualitas pribadi (a.l. kemampuan, persepsi, karakter, sikap, keyakinan) yang semula kurang baik menjadi baik, atau meningkatkan kualitas-kualitas yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Secara umum pengembangan pribadi ini diawali dengan niat atau motivasi untuk meningkatkan diri, karena menyadari ada kesenjangan antara kondisinya saat ini dengan kondisi yang diidamkan. Hal ini perlu didasari oleh kesadaran bahwa dirinya memiliki berbagai potensi berupa pembawaan, sifat, rasa, kecerdasan, karakter, pola pikir, kemampuan menilai kondisi diri dan "menentukan nasib" dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Selanjutnya potensi-potensi ini perlu direalisasikan dalam keseharian dengan menerapkan asas-asas kesuksesan serta mendapat dukungan lingkungan terdekat.
Pribadi Tangguh yang utuh adalah Tangguh secara mental, moral dan fisik, seorang pribadi tangguh terus mempunyai motivasi tinggi untuk muncul sebagai pemenang di setiap pertempuran, serta Mengintegrasikan kompetensi tinggi dengan akhlak terpuji sehingga mewujudkan pribadi-pribadi tangguh
Kondisi saat ini juga memberi peluang besar bagi bangsa-bangsa di dunia untuk saling berinteraksi, sekaligus membawa ke suasana kompetisi atau persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh kesempatan untuk mengisi kehidupan dan membuatnya menjadi bermakna (bisa sekolah, bisa bekerja dan mencari nafkah, dan sebagainya). Persaingan ini memerlukan ketangguhan dan keuletan dalam menghadapinya. Kebutuhan untuk "menjadi seseorang" dan "menjadi bagian" yang jelas kedudukannya bisa menjadi landasan untuk menumbuhkan motivasi pengembangan diri dan kemampuan beradaptasi.
Saat ini di lingkungan industri, perusahaan, organisasi masyarakat, banyak menghadapi masalah. ketangguhan pribadi menjadi salah satu hal yang paling banyak mendapat perhatian, karena makin disadari perlunya pribadi-pribadi dengan kemampuan dan ketrampilan tinggi yang dianggap merupakan unsur penentu dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang.
Pribadi yang tangguh diharapkan selalu produktif dan memberi kemanfaatan besar bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat sekitarnya. Mereka adalah SDM profesional yang pakar dalam bidangnya dan diharapkan menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi berbagai kendala serta menjadi teladan serta menjadi panutan menuju keberhasilan. Lebih-lebih saat persaingan makin tajam dan ketat seperti sekarang masalah ketangguhan menjadi harapan utama untuk survive dan memenangkan persaingan dalam segala hal.
Pribadi yang tangguh erat kaitannya dengan pembentukan rasa percaya diri dan menumbuhkan motivasi untuk berusaha dan meraih kesempatan agar dapat senantiasa meningkatkan diri. Sikap yang mandiri, tak gentar menghadapi rintangan, mampu berpikir kreatif dan bertindak inovatif tapi juga peduli lingkungan adalah sosok yang diperlukan untuk menjalani kehidupan dalam era globalisasi. Jelas bahwa pengembangan sikap dan perilaku tersebut merupakan tuntutan yang lebih berat daripada hasil pendidikan yang menjadi tanggung jawab generasi sebelumnya. Kemampuan mengantisipasi masa depan dengan berbagai alternatif untuk mengatasi permasalahannya dapat dilakukan dengan. Manusia tak lepas dari lingkungannya. Kecenderungan mengikuti gaya hidup. Pribadi yang tangguh mampu menumbuhkan motivasi berprestasi tinggi atau dikenal sebagai need for achievement.
jadi mari kita bentuk diri kita menjadi manusia yang tangguh, yang siap menerima tantangan dalam keterbatasan kita. siap menerima kegagalan untuk meraih keberhasilan kita. karena kesuksesan akan menunggu akan datang ke pada kita, ketika kita bisa menghadapi semua rintangan yang ada, menjadi manusia tangguh adalah kebutuhan dalam menjalan kan hidup ini.
Jadi setangguh apakah diri kita.. mari menjadi tangguh, untuk menjalani hidup, dan menggapai mimpi yang kita punya...(EA)
By:Erwin Arianto
Teringat nasihat seorang Dosen kala saya akan menyelesaikan skripsi, dia perkata jadilah pribadi tangguh dalam menjalani kehidupan di masyarakat, karena kehidupan di masyarakat sangat berat, dan jangan patah arang karena aral dan rintangan. sungguh nasihat yang saya kenang sampai saat ini.
Pribadi tangguh menentukan ketegaran dan ketahanan diri menghadapi tantangan dan kendala, Pribadi tangguh mampu merespon dengan tepat tantangan dan peluang. Seorang yang berpribadi tangguh selalu Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. dan selalu siap dengan kondisi yang akan di hadapinya.
Seorang yang berpribadi tangguh,menegatuhi bahwa Pengetahuanku yang dimilikinya amat terbatas , tetapi dia selalu mempersiapkan keadaan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Karena dia berpendapat mungkin itulah yang terbaik untuknya.Pribadi Tangguh kualitas pribadi dengan kompetensi tinggi, karakter/akhlak mulia yang didasari keimanan mantap.
manusia yang berpribadi tangguh tidak pernah menyalahkan orang lain/situasi atas kegagalan yang diterimanya. memang, banyak alasan kenapa orang jadi suka menyalahkan orang lain. Termasuk di antaranya karena takut kelihatan buruk, malu mengakui, gengsi, supaya kesalahannya tidak tampak terlalu buruk, mengurangi rasa bersalah atau pun usaha 'bagi-bagi kesalahan' sehingga beban bersalah jadi lebih kecil. Namun, apa pun alasannya, sejauh orang tidak belajar bahwa ia punya kontribusi atas situasi kesalahan yang ia alami, maka pribadi ini tidak akan pernah belajar menanggung risiko.
Ketika ada masalah dan kesulitan, maunya adalah cepat-cepat menghindar. Akibatnya, pribadi ini terus menjadi pribadi yang lembek dan tidak tahan banting. Mereka tidak pernah belajar menjadi pribadi yang lebih tangguh karena tidak belajar bertahan menerima konsekuensi dari sikapnya yang salah. Beberapa contoh pribadi tangguh yang tidak menyalahkan tetapi tetap berusaha bangkit dari keterpurukan
Proses pengembangan pribadi yang tangguh adalah dengan usaha untuk mengubah kualitas pribadi (a.l. kemampuan, persepsi, karakter, sikap, keyakinan) yang semula kurang baik menjadi baik, atau meningkatkan kualitas-kualitas yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Secara umum pengembangan pribadi ini diawali dengan niat atau motivasi untuk meningkatkan diri, karena menyadari ada kesenjangan antara kondisinya saat ini dengan kondisi yang diidamkan. Hal ini perlu didasari oleh kesadaran bahwa dirinya memiliki berbagai potensi berupa pembawaan, sifat, rasa, kecerdasan, karakter, pola pikir, kemampuan menilai kondisi diri dan "menentukan nasib" dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Selanjutnya potensi-potensi ini perlu direalisasikan dalam keseharian dengan menerapkan asas-asas kesuksesan serta mendapat dukungan lingkungan terdekat.
Pribadi Tangguh yang utuh adalah Tangguh secara mental, moral dan fisik, seorang pribadi tangguh terus mempunyai motivasi tinggi untuk muncul sebagai pemenang di setiap pertempuran, serta Mengintegrasikan kompetensi tinggi dengan akhlak terpuji sehingga mewujudkan pribadi-pribadi tangguh
Kondisi saat ini juga memberi peluang besar bagi bangsa-bangsa di dunia untuk saling berinteraksi, sekaligus membawa ke suasana kompetisi atau persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh kesempatan untuk mengisi kehidupan dan membuatnya menjadi bermakna (bisa sekolah, bisa bekerja dan mencari nafkah, dan sebagainya). Persaingan ini memerlukan ketangguhan dan keuletan dalam menghadapinya. Kebutuhan untuk "menjadi seseorang" dan "menjadi bagian" yang jelas kedudukannya bisa menjadi landasan untuk menumbuhkan motivasi pengembangan diri dan kemampuan beradaptasi.
Saat ini di lingkungan industri, perusahaan, organisasi masyarakat, banyak menghadapi masalah. ketangguhan pribadi menjadi salah satu hal yang paling banyak mendapat perhatian, karena makin disadari perlunya pribadi-pribadi dengan kemampuan dan ketrampilan tinggi yang dianggap merupakan unsur penentu dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang.
Pribadi yang tangguh diharapkan selalu produktif dan memberi kemanfaatan besar bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat sekitarnya. Mereka adalah SDM profesional yang pakar dalam bidangnya dan diharapkan menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi berbagai kendala serta menjadi teladan serta menjadi panutan menuju keberhasilan. Lebih-lebih saat persaingan makin tajam dan ketat seperti sekarang masalah ketangguhan menjadi harapan utama untuk survive dan memenangkan persaingan dalam segala hal.
Pribadi yang tangguh erat kaitannya dengan pembentukan rasa percaya diri dan menumbuhkan motivasi untuk berusaha dan meraih kesempatan agar dapat senantiasa meningkatkan diri. Sikap yang mandiri, tak gentar menghadapi rintangan, mampu berpikir kreatif dan bertindak inovatif tapi juga peduli lingkungan adalah sosok yang diperlukan untuk menjalani kehidupan dalam era globalisasi. Jelas bahwa pengembangan sikap dan perilaku tersebut merupakan tuntutan yang lebih berat daripada hasil pendidikan yang menjadi tanggung jawab generasi sebelumnya. Kemampuan mengantisipasi masa depan dengan berbagai alternatif untuk mengatasi permasalahannya dapat dilakukan dengan. Manusia tak lepas dari lingkungannya. Kecenderungan mengikuti gaya hidup. Pribadi yang tangguh mampu menumbuhkan motivasi berprestasi tinggi atau dikenal sebagai need for achievement.
jadi mari kita bentuk diri kita menjadi manusia yang tangguh, yang siap menerima tantangan dalam keterbatasan kita. siap menerima kegagalan untuk meraih keberhasilan kita. karena kesuksesan akan menunggu akan datang ke pada kita, ketika kita bisa menghadapi semua rintangan yang ada, menjadi manusia tangguh adalah kebutuhan dalam menjalan kan hidup ini.
Jadi setangguh apakah diri kita.. mari menjadi tangguh, untuk menjalani hidup, dan menggapai mimpi yang kita punya...(EA)
Kisah Manusia Super di Jembatan Setiabudi
Kisah Manusia Super di Jembatan Setiabudi
Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".
" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , " Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue . Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain .
"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Have a positive day!
Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.
Sekedar berbagi cerita di forum orang orang super dalam keindahan hari ini :
Siang ini February 6, 2008 , tanpa sengaja ,saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam. Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan , dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan Cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.
Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka . Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta .
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka , tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .
" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.
" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Siwanita kaget , setengah berteriak ia bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.
Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om , bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".
" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya , " Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras
" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .
Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.
Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain , mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue . Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
MT
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita meski dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain .
"Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"
Have a positive day!
PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI
PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI
Oleh: Eko Jalu Santoso,
"Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama". - Norman Vincent Peale -
Kehidupan dunia dengan pernik-perniknya yang sangat menggiurkan seringkali menjadikan banyak orang menempatkan orientasi yang salah dalam memandang kehidupan. Banyak orang yang menempatkan sumber motivasi kebahagiaan, keberhasilan, kesuksesan dari luar dirinya. Mereka menjadi manusia yang mendewakan berbagai aksesories kesuksesan duniawi, dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Tidak memahami hakekat posisi dirinya sebagai manusia dalam kehidupan dunia ini dan bahkan ada yang menganggap dirinya mampu mengatur dunia ini dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan akal pikirannya.
Tanpa disadarinya, hatinya telah terbelenggu dan dikendalikan oleh pengaruh lingkungan kemajuan peradaban kehidupan modern. Banyak orang telah diperbudak oleh kemajuan zaman dan cenderung mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Inilah sumber dari kemerosotan etika, moral dan perilaku banyak manusia dalam kehidupan.
Albert Einstein pernah mengatakan, “ Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.” Makna dari ungkapan ini adalah, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan biasa, atau menyelesaikan masalah biasa saja, mungkin cukup dilakukan dalam tataran praktik, tingkah laku dan sikap dalam diri kita. Namun, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan yang besar dan sangat berarti dalam hidup ini, maka perlu dilakukan perubahan mendasar melalui tataran paradigma berpikir.
Paradigma berpikir dari dalam hati adalah tingkatan baru dalam pola berpikir, tingkatan berpikir yang lebih dalam. Sebuah paradigma yang didasari oleh prinsip-prinsip yang bersumber dari dalam hati. Paradigma dari dalam hati artinya meyakini segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita dimulai dari dalam hati. Keberhasilan, kegagalan, kesuksesan dan keagungan hidup ini sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri, bahkan lebih mendasar lagi, dimulai dari bagian paling dalam dari diri sendiri yakni “hati nurani”.
Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata melalui keyakinan hidup yang bersumber dari suara hati nurani, seperti:
· Selalu menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam langkah kehidupan.
· Memandang kehidupan dunia ini melalui mata hati, bukan sekedar mata panca indra semata.
· Mengarahkan hati selalu “taqarrub” pada sifat-sifat kemuliaan Allah, yang melandasi setiap kegiatan hidupnya.
· Hal ini diimplementasikan dalam kehidupan melalui sikap yang mengedepankan integritas, kejujuran, cinta kasih, keadilan, kebenaran, kebebasan, kesabaran dan ketawakalan.
Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat memancarkan energi positif ke sekelilingnya, sehingga melahirkan kreativitas dan produktivitas tinggi. Karena dirinya selalu mencari sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan sifat-sifat mulia Allah. Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah “built in” di dalam dirinya untuk memenuhi kebahagiaannya.
Keseimbangan hidup seperti ini akan nampak setiap saat dalam perilaku kehidupan yang cenderung lebih mengedepankan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, “Bahwa makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualitasnya” . Maka manusia yang dapat mengarahkan hatinya selalu “taqarrub” menuju sifat-sifat mulia Allah, akan menemukan makna hidup yang lebih tinggi.
Bagaimana paradigma berpikir dari dalam hati ? Dalam buku saya “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo telah dibahas dengan lengkap mengenai bagaimana mengembangkan paradigma berpikir dari dalam hati ini. Sederhananya, paradigma berpikir dari dalam hati artinya, dalam berkarier, berbinis, berkarya, maupun dalam berbagai aktivitas kehidupan selalu dilandasi nilai-nilai “Illahiah” mulia dalam hati. Memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi. Dengan demikian dapat memandang kehidupan dengan seimbang, artinya tetap realistis dan memiliki idealisme sesuai nilai-nilai spiritual dalam hatinya.
Lebih menghargai orang-orang yang mengedepankan integritas, kejujuran, hidup yang lurus, penuh cinta kasih, kepedulian sosial dan empati kepada sesama kehidupan, meskipun mungkin tidak memiliki berbagai simbul kesuksesan duniawi. Karena dapat memandang kesuksesan hidup bukan hanya pada prestasi luar semata, tetapi memiliki keselarasan dalam nilai-nilai kebenaran berdasarkan hati nurani.
Demikianlah orang-orang yang mendengarkan suara hatinya dan menggunakannya sebagai pembimbing dalam kehidupannya, akan mengantarkannya meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan. Karena mereka menempatkan orientasi hidupnya jangka panjang yang jauh kedepan. Mereka hidup mengedepankan kebijaksanaan, melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dan memberdayakan potensi dirinya untuk tujuan mulia dalam kehidupan. Mereka memandang kehidupan secara realistis, tetap menjaga integritas hati nuraninya. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Motivasi Nurani.
Oleh: Eko Jalu Santoso,
"Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama". - Norman Vincent Peale -
Kehidupan dunia dengan pernik-perniknya yang sangat menggiurkan seringkali menjadikan banyak orang menempatkan orientasi yang salah dalam memandang kehidupan. Banyak orang yang menempatkan sumber motivasi kebahagiaan, keberhasilan, kesuksesan dari luar dirinya. Mereka menjadi manusia yang mendewakan berbagai aksesories kesuksesan duniawi, dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Tidak memahami hakekat posisi dirinya sebagai manusia dalam kehidupan dunia ini dan bahkan ada yang menganggap dirinya mampu mengatur dunia ini dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan akal pikirannya.
Tanpa disadarinya, hatinya telah terbelenggu dan dikendalikan oleh pengaruh lingkungan kemajuan peradaban kehidupan modern. Banyak orang telah diperbudak oleh kemajuan zaman dan cenderung mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Inilah sumber dari kemerosotan etika, moral dan perilaku banyak manusia dalam kehidupan.
Albert Einstein pernah mengatakan, “ Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.” Makna dari ungkapan ini adalah, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan biasa, atau menyelesaikan masalah biasa saja, mungkin cukup dilakukan dalam tataran praktik, tingkah laku dan sikap dalam diri kita. Namun, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan yang besar dan sangat berarti dalam hidup ini, maka perlu dilakukan perubahan mendasar melalui tataran paradigma berpikir.
Paradigma berpikir dari dalam hati adalah tingkatan baru dalam pola berpikir, tingkatan berpikir yang lebih dalam. Sebuah paradigma yang didasari oleh prinsip-prinsip yang bersumber dari dalam hati. Paradigma dari dalam hati artinya meyakini segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita dimulai dari dalam hati. Keberhasilan, kegagalan, kesuksesan dan keagungan hidup ini sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri, bahkan lebih mendasar lagi, dimulai dari bagian paling dalam dari diri sendiri yakni “hati nurani”.
Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata melalui keyakinan hidup yang bersumber dari suara hati nurani, seperti:
· Selalu menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam langkah kehidupan.
· Memandang kehidupan dunia ini melalui mata hati, bukan sekedar mata panca indra semata.
· Mengarahkan hati selalu “taqarrub” pada sifat-sifat kemuliaan Allah, yang melandasi setiap kegiatan hidupnya.
· Hal ini diimplementasikan dalam kehidupan melalui sikap yang mengedepankan integritas, kejujuran, cinta kasih, keadilan, kebenaran, kebebasan, kesabaran dan ketawakalan.
Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat memancarkan energi positif ke sekelilingnya, sehingga melahirkan kreativitas dan produktivitas tinggi. Karena dirinya selalu mencari sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan sifat-sifat mulia Allah. Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah “built in” di dalam dirinya untuk memenuhi kebahagiaannya.
Keseimbangan hidup seperti ini akan nampak setiap saat dalam perilaku kehidupan yang cenderung lebih mengedepankan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, “Bahwa makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualitasnya” . Maka manusia yang dapat mengarahkan hatinya selalu “taqarrub” menuju sifat-sifat mulia Allah, akan menemukan makna hidup yang lebih tinggi.
Bagaimana paradigma berpikir dari dalam hati ? Dalam buku saya “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo telah dibahas dengan lengkap mengenai bagaimana mengembangkan paradigma berpikir dari dalam hati ini. Sederhananya, paradigma berpikir dari dalam hati artinya, dalam berkarier, berbinis, berkarya, maupun dalam berbagai aktivitas kehidupan selalu dilandasi nilai-nilai “Illahiah” mulia dalam hati. Memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi. Dengan demikian dapat memandang kehidupan dengan seimbang, artinya tetap realistis dan memiliki idealisme sesuai nilai-nilai spiritual dalam hatinya.
Lebih menghargai orang-orang yang mengedepankan integritas, kejujuran, hidup yang lurus, penuh cinta kasih, kepedulian sosial dan empati kepada sesama kehidupan, meskipun mungkin tidak memiliki berbagai simbul kesuksesan duniawi. Karena dapat memandang kesuksesan hidup bukan hanya pada prestasi luar semata, tetapi memiliki keselarasan dalam nilai-nilai kebenaran berdasarkan hati nurani.
Demikianlah orang-orang yang mendengarkan suara hatinya dan menggunakannya sebagai pembimbing dalam kehidupannya, akan mengantarkannya meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan. Karena mereka menempatkan orientasi hidupnya jangka panjang yang jauh kedepan. Mereka hidup mengedepankan kebijaksanaan, melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dan memberdayakan potensi dirinya untuk tujuan mulia dalam kehidupan. Mereka memandang kehidupan secara realistis, tetap menjaga integritas hati nuraninya. SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Motivasi Nurani.
Friday, February 8, 2008
Bagaimana membuat seseorang dapat dihargai dalam suatu pergaulan ..
Bagaimana membuat seseorang dapat dihargai dalam suatu pergaulan ..
dimana dengan hanya berjalan tanpa berbuat apa apapun orang sudah memandang dan suka kepada anda...
Menurut fikiran saya beberapa hal yang harus kita lakukan dalam diri untuk menambahkan, sikap kharisma anda dan mempunyai banyak teman adalah...
1. Ramah dan murah senyum (Semua orang akan merasa senang bila kita tersenyum, tidak percaya coba deh)2. Ihkhlas dan jujur 3. Merendah diri dan berbudi bahasa yang santun4. Jangan sombong 5. Senang Membantu 6. Jangan Memanfaatkan Kebaikan Orang lain7. Pandai Membawa diri... dan sifat "cair" atau mudah menyesuaikan diri dalam keadaan apapun8. Menghargai dan Menghormati sesama tanpa memandang siapa lawan bicara kita 9. Tanamkan sifat kasih sayang dengan sesama10. Percaya diri
Merubah sikap kita dengan mencoba seperti yang saya coba ungkap kan diaatas adalah untuk kepentingan kita sendiri. Karena dalam kehidupan ini akan berlaku azas timbal balik.... jika kita ingin dihargai dan dihormati kita harus memulai menghormati orang lain dahulu...
Ayo hargai diri kita.. jangan mengharap orang lain menghargai kita... sebelum kita menghargai diri kita sendiri dan menghargai orang lain...
"Bagaimana kita memperlakuakan orang lain, sama dengan kita kita diperlakukan orang lain"
Erwin Arianto
Menurut fikiran saya beberapa hal yang harus kita lakukan dalam diri untuk menambahkan, sikap kharisma anda dan mempunyai banyak teman adalah...
1. Ramah dan murah senyum (Semua orang akan merasa senang bila kita tersenyum, tidak percaya coba deh)2. Ihkhlas dan jujur 3. Merendah diri dan berbudi bahasa yang santun4. Jangan sombong 5. Senang Membantu 6. Jangan Memanfaatkan Kebaikan Orang lain7. Pandai Membawa diri... dan sifat "cair" atau mudah menyesuaikan diri dalam keadaan apapun8. Menghargai dan Menghormati sesama tanpa memandang siapa lawan bicara kita 9. Tanamkan sifat kasih sayang dengan sesama10. Percaya diri
Merubah sikap kita dengan mencoba seperti yang saya coba ungkap kan diaatas adalah untuk kepentingan kita sendiri. Karena dalam kehidupan ini akan berlaku azas timbal balik.... jika kita ingin dihargai dan dihormati kita harus memulai menghormati orang lain dahulu...
Ayo hargai diri kita.. jangan mengharap orang lain menghargai kita... sebelum kita menghargai diri kita sendiri dan menghargai orang lain...
"Bagaimana kita memperlakuakan orang lain, sama dengan kita kita diperlakukan orang lain"
Erwin Arianto
Kisah Sinok dan Gendut
Sinok dan gendut merupakan teman kerja di suatu suatu perusahaan.
Dikantor itu mereka mempunyai status yang sama yaitu lajang danmempunyai umur hampir setara. Itulah alasan mengapa mereka mempunyaihubungan sangat dekat. Mereka bukan pula pasangan, tetapi selalumerasakan sepiring berdua, segelas berdua, uangmu adalah uangku,uangku adalah uangmu. Mereka memang dekat tapi tidak pernah sekalipunberbicara mengenai hati.Gendut merupakan panggilan sayang sinok dan sinok merupakan panggilansayang gendut. Dulu mereka sama-sama mempunyai pasangan yang kebetulanpula mempunyai almamater pekerjaan yang sama, itulah alasan yang lainyang menambah kedekatan mereka.Suatu hari sinok harus melanjutkan perjalanan hidup di suatu kota yangmembuat keduanya berpisah. Tetapi apalah suatu jarak, mereka masihbisa berhubungan walaupun hanya melalui email ataupun SMS. Seringterucap kata-kata kangen dari mereka. Mereka masih selalu berceritamengenai kenangan indah mereka serta naluri mereka mengenai keadaanmasing-masing.Dan setelah 4 bulan tidak bersua, suatu hari mereka bertemu tanpasengaja. Saat liburan yang panjang itu, sinok habiskan di kampunghalaman. Saat pertemuan itu, mereka hanya saling berpandangan tanpaberucap kata-kata. Tanpa sentuhan dan tanpa apapun dan hanyaberpandangan. Sinok sempat heran kenapa gendut masih bersama mantannyaitu begitupula dengan gendut yang merasa heran kenapa sinok masihjalan dengan mantannya juga. Dan pertemuan itu hanya diakhiri dengansaling tersenyum dan merasa keheranan. Selang beberapa hari, merekabertemu kembali disuatu acara pernikahan teman mereka. Saat itu, sinokmendekati gendut dan berkata "Katamu kamu kangen sama aku, kamusebenarnya kangen nggak sih" bisik sinok, dan dengan berbisik pulagendut menjawab "Aku kangen sama kamu, tapi lihatlah posisi kitasekarang". Mereka saling berpandangan sejurus kemudian tertawaterbahak-bahak karena pertanyaan dan jawaban yang sangat konyol itu.Mereka sedang menggandeng pasangan masing-masing tetapi mengapa merekamembicarakan mengenai hati. Entah, apa yang dipikirkan pasangan merekamasing-masing melihat tingkah laku sinok dan gendut.Terinspirasi dari : Dilarang membicarakan hati karena dengan itulah kita berbagi
Lepaskan Diri dari Cinta Dunia
Lepaskan Diri dari Cinta Dunia
Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
"Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk." Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulallah?" Rasulullah bersabda, "Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit 'wahn'." Sahabat bertanya, "Apakah penyakit 'wahn' itu ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Penyakit 'wahn' itu adalah terlalu cinta dunia dan takut mati."Rasulullah yang mulia adalah contoh seorang pemimpin yang sangat dicintai umatnya; seorang suami yang menjadi kebanggaan keluarganya; pengusaha yang dititipi dunia tapi tak diperbudak oleh dunia karena beliau adalah orang yang sangat terpelihara hatinya dari silaunya dunia. Tidak ada cinta terhadap dunia kecuali cinta terhadap Allah. Kalaupun ada cinta pada dunia, hakikatnya itu adalah cinta karena Allah. Inilah salah satu rahasia sukses Rasulullah.Apa yang dimaksud dengan dunia? Firman-Nya, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan.. . Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. Al-Hadiid [57]:20)Dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah. Misalnya, salat, saum atau sedekah, tetap dikatakan urusan dunia jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati lalai terhadap Allah.Sebaliknya, orang yang sibuk siang malam mencari uang untuk didistribusikan kepada yang memerlukan atau untuk kemaslahatan umat -- bukan untuk kepentingan pribadi -- bukan untuk kepentingan pribadi terhadap Allah, walau aktivitasnya seolah duniawi. Artinya, segala sesuatu yang membuat kita taat kepada Allah, maka hal itu bukanlah urusan dunia. Bagaimana ciri orang yang cinta dunia? Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya. Jika orang sudah cinta dunia, maka akan datang berbagai penyakit hati. Ada yang menjadi sombong, dengki, serakah atau capek memikirkan yang tak ada. Makin cinta pada dunia, makin serakah. Bahkan, bisa berbuat keji untuk mendapatkan dunia yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia, pontang-panting siang malam mengejar dunia untuk kepentingan dirinya.Ciri lainnya adalah takut kehilangan. Seperti orang yang bersandar ke kursi, maka akan takut sandarannya diambil. Orang yang bersandar ke pangkat atau kedudukan, maka ia akan takut pangkat atau kedudukannya diambil. Oleh sebab itu, pencinta dunia itu tidak pernah merasa bahagia. Rasulullah yang mulia, walau dunia lekat dan mudah baginya, tetapi semua itu tidak pernah sampai mencuri hatinya. Misalnya, saat pakaian dan kuda terbaiknya ada yang meminta, beliau memberikannya dengan ringan. Beliau juga pernah menyedekahkan kambing satu lembah. Inilah yang membuat beliau tak pernah terpikir untuk berbuat aniaya. Semua yang ada di langit dan di bumi titipan Allah semata. Kita tidak mempunyai apa-apa. Hidup di dunia hanya mampir sebentar saja. Terlahir sebagai bayi, membesar sebentar, semakin tua, dan akhirnya mati. Kemudian terlahir manusia berikutnya, begitu seterusnya. Bagi orang-orang yang telah sampai pada keyakinan bahwa semuanya titipan Allah dan total milik-Nya, ia tidak akan pernah sombong, minder, iri ataupun dengki. Sebaliknya, ia akan selalu siap titipannya diambil oleh Pemiliknya, karena segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini tidak ada artinya. Harta, gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas tidak akan ada artinya jika tidak digunakan di jalan Allah. Hal yang berarti dalam hidup ini hanyalah amal-amal kita. Oleh sebab itu, jangan pernah keberadaan atau tiadanya "dunia" ini meracuni hati kita. Jika memiliki harta dunia, jangan sampai sombong, dan jika tidak adanya pun, tidak perlu minder.Kita harus meyakini bahwa siapa pun yang tidak pernah berusaha melepaskan dirinya dari kecintaan terhadap dunia, maka akan sengsara hidupnya. Mengapa? Sumber segala fitnah dan kesalahan adalah ketika seseorang begitu mencintai dunia. Semoga Allah mengaruniakan pada kita nikmatnya hidup yang tak terbelenggu oleh dunia. Wallahu a'lam.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Menikmati Putaran Roda Kehidupan Oleh : Agus Riyanto Sukses itu penuh perjuangan, bahkan harus diraih dengan pengorbanan yang dahsyat, begit...
