Tuesday, January 8, 2008

27. Kunci Keberhasilan Jepang

Rahasia Bisnis Orang Jepang
Oleh : Ann Wan Seng

Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia



27. Kunci Keberhasilan Jepang


Kemunculan banyak “naga” dan “harimau kecil”
di Asia mampu mempengaruhi
kedudukan Jepang sebagai penguasa ekonomi
di benua tersebut.


KEMUNCULAN BANYAK “naga” dan “harimau kecil” di Asia, seperti Korea Selatan, Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura mampu memengaruhi kedudukan Jepang sebagai penguasa ekonomi di benua tersebut. Negara-negara tersebut menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang pesat ketika penguasa ekonomi dunia, seperti AS, Inggris, Jerman, dan Jepang mulai menunjukkan tanda-tanda keletihan. Negara negara yang sebelumnya berada dalam golongan negara ketiga seperti Cina dan Korea Selatan juga bangkit dan melangkah menjadi raksasa dalam bidang ekonomi. Mereka juga berhasil menempatkan diri dalam kalangan negara berkembang, sehingga jurang pemisah dengan negara maju semakin mengecil.

Cina dan Korea Selatan sedang mengikuti Jepang dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan, menurut pakar ekonomi, jika perekonomian mereka dapat dipertahankan, dalam waktu dua puluh tahun yang akan datang, kedua negara tersebut dapat menyaingi Jepang dan duduk sejajar dengan negara maju lainnya.

Perkembangan paling pesat dapat dilihat dari perekonomian Cina. Dengan sistem perekonomian terbuka, negara itu mampu menarik penanam modal menanamkan modal mereka di sana. Pasaran Cina sangat besar dan hal itu menyebabkan perekonomian mereka berkembang dengan cepat. Produk buatan Cina Iebih murah dibandingkan dengan produk buatan Jepang. Begitu juga dengan Korea Selatan yang dianggap sebagai permata Asia, yakni dengan munculnya sejumlah perusahaan konglomerat gabungan yang terlibat dalam berbagai sektor perindustrian.

Selain itu, perekonomian Jepang juga dikatakan semakin lesu karena beberapa perkembangan negatif yang terjadi pada bidang ekonomi, seperti kemunduran, ketidaktentuan, dan kejatuhan nilai mata uang utama dunia. Namun, Negeri Matahari Terbit itu diperkirakan dapat mempertahankan kedudukannya sebagai penguasa ekonomi yang paling berpengaruh di Asia. Keberhasilan Jepang mempertahankan statusnya sebagai “bapak naga Asia” banyak dibantu oleh budaya kerja dan perdagangan rakyatnya. Agar produk mereka mampu bersaing di dunia internasiorial, Jepang bukan hanya memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya, melainkan juga menciptakan berbagai barang lain yang diperlukan konsumen, baik di tingkat mikro maupun makro. Nilai setiap produk meningkat dengan menambahkan ciri-ciri baru dan berbagai fungsinya.

Di samping itu, keberhasilan Jepang mempertahankan statusnya sebagai penguasa ekonomi dunia juga dibantu industri hiburan dan jasa yang memberikan pendapatan besar kepada negara itu. Salah satu industri yang paling mendatangkan keuntungan adalah bisnis hiburan meliputi bioskop, pusat rekreasi, taman bermain, lapangan golf, salon, dan sebagainya.
Industri keahlian, seperti keilmuan, penyewaan, penelitian, informasi, perhotelan, dan sebagainya juga ikut menghasilkan pendapatan yang besar, yaitu hampir sepuluh triliun yen per tahun. Hal tersebut mampu mengurangi ketergantungan Jepang kepada luar negeri. Di Jepang, semua dapat diperoleh, termasuk hiburan. Jika sebelumnya banyak warga Jepang yang berwisata ke luar negeri, maka saat ini, banyak turis asing yang datang ke Jepang. Itu karena Jepang menyediakan berbagai tempat wisata yang menarik, termasuk taman-taman.

Sikap patriotisme bangsa Jepang juga menjadi salah satu faktor yang membantu keberhasilan ekonomi negaranya. Bangsa Jepang bangga dengan produk buatan negeri sendiri. Mereka juga menjadi pengguna utama produk lokal dan pada saat yang sama juga mencoba mempromosikan produk made in Japan ke seluruh pelosok dunia. Makanan Jepang menjadi salah satu makanan yang populer di mana-mana. Negara-negara sedang berkembang menjadi sasaran ekspor produk dan budaya Jepang di luar negeri. Bangsa Jepang mencintai negaranya di atas segala-galanya. Mereka mau melakukan apa saja demi negaranya, termasuk mengorbankan diri dari keluarganya.

Di mana saja mereka berada, bangsa Jepang mempertahankan identitas dan jati diri mereka. Semua produk mereka diberi label Jepang. Tulisan Jepang juga selalu digunakan pada setiap produk yang dihasilkan. Walau begitu, produk Jepang tetap dibeli dan menjadi rebutan konsumen-konsumen di negara lain. Hal itu merupakan hasil ketekunan mereka dalam meningkatkan mutu produk mereka dan waktu ke waktu.

Di Jepang, dapat dikatakan produk dan barang baru dihasilkan, dijual dan diedarkan di pasaran setiap harinya. Dan barang elektronik kecil seperti radio sampai kendaraan bermotor yang bermerek. Para konsumen pun memiliki banyak pilihan, Sehingga tidak memerlukan produk lain dari luar.

Produk Jepang banyak diekspor ke luar negeri. Bahkan sebenarnya, Jepang bukan hanya mengekspor produk dan jasanya, melainkan juga adat dan tradisinya. Di Indonesia, makanan Jepang semakin diminati dan ditemukan dengan mudah di pasar-pasar swalayan dan restoran-restoran Jepang. Segala ramuan dan bahan makanan Jepang tersebut dijual di mana saja. Memang ada yang tidak sesuai dengan selera rakyat Indonesia. Usaha memengaruhi negara lain membuat budaya Jepang semakin familiar dengan rakyat negara lain. Ini secara tidak langsung mempromosikan produk Jepang, sehingga akhirnya diterima penduduk setempat dengan baik.


[ Fakta Menarik ]
Beberapa faktor ekonomi Jepang semakin lesu, karena :
• Kemunduran
• Kelemahan
• Ketidakpastian
• Penurunan nilai mata uang dunia

____

Keberhasilan Jepang mempertahankan status
sebagai “bapak naga Asia” banyak dibantu
oleh budaya kerja dan perdagangan rakyatnya.
_____

Sikap patriotisme bangsa Jepang menjadi salah satu faktor
yang membantu keberhasilan ekonomi negaranya.

_____

Di mana saja mereka berada, bangsa Jepang
mempertahankan identitas dan jati diri mereka.

_____


[bersambung ]
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,