Thursday, January 22, 2009

Sukses = Pembelajaran

Masih ingat catatan semangat yang berjudul GAGAL = Pembelajaran? Yup, ternyata Sukses itu hanya bisa diraih dengan sikap diri yang terus menerus tanpa henti mau BELAJAR dari apapun, dari siapapun.

Untuk Sahabatku yang berprofesi Sales

Sahabat. Masalah apa yang paling besar dan paling sering diperbincangkan dalam perusahaan tempat kita bekerja? Pejualan. Betul?

Pertama. Apakah sahabat masih menjadikan faktor gaji sebagai ukuran kerja?

Apakah gaji yang sekarang 15 juta setahun itu masih kurang?...:) Bagus jika masih terasa kurang. Itu berarti sahabat masih menginginkan penghasilan yang jauh lebih besar, dan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Tapi apakah penghargaan dari perusahaan tempat kita bekerja mempengaruhi kualitas kerja kita? Apakah gaji yang sekarang hanya kita pantaskan untuk kualitas kerja yang sekarang, saja?

Kedua. Masihkah sahabat dipusingkan oleh target?

Target, adalah satu cara bagi setiap perusahaan untuk mengukur kemampuan kita (Sales) dalam hal menghasilkan bagi kemajuan perusahaan. Target dibuat dari hasil pertimbangan penjualan yang ada sebelumnya. Target bahkan kadang bersifat Mustahil, dan GILA!

Adakah di antara kita yang diberikan target oleh perusahaan dengan angka yang sangat tinggi? Jika ada, berarti perusahaan, atasan kita menilai kita setinggi target itu. So, katakan pada diri kita ini; berapapun target yang diberikan oleh atasan/perusahan, ambilah target itu sebagai satu cara bagi kita untuk menjadikan diri ini lebih besar dari yang sekarang!

Jika target adalah cara untuk membantu kita menjadi pribadi yang pantas untuk hasil yang lebih baik, maka lakukanlah. Jika target yang dibebankan kepada kita terasa terlalu berat, maka berbagilah beban itu kepada yang Maha Meringankan Beban. Beban itu perlu, karena manusia tanpa beban sama halnya manusia yang lemah. Atasan/Perusahaan yang tidak memberikan Salesnya TARGET yang tinggi sama saja merendahkan kita karena mungkin berarti kita tidak pantas untuk hasil yang LEBIH. So, berbahagialah bagi sahabat yang diberikan TARGET TINGGI dan lakukan yang terbaik dari yang tidak biasa kita lakukan. Lakukan dengan cara yang LUAR BIASA!

Jika TARGET tidak tercapai

Sahabat. Jika target yang diberikan oleh atasan/perusahaan tidak bisa kita penuhi secara baik bukan berarti kita GAGAL. Jadikanlah target adalah acuan bagi kita untuk mencapai hasil yang lebih dari sekarang. Berapapun lantai yang bisa kita capai, berapapun hasil yang bisa kita raih, itulah kualitas diri kita saat ini di tempat kerja kita sekarang. Nikmatilah proses dalam usaha masksimal kerja kita, lalu tunggu hasilnya.

Mungkin yang harus dipertanyakan adalah, apakah kita sudah mengupayakan hasil itu dengan usaha terbaik kita? Jika belum, maka salahkanlah diri kita yang belum melakukannya. Namun jika sudah, maka sahabat sudah berada di jalan yang tepat yang terbaik untuk sahabat. Sukses bukanlah keniscayaan, dia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada hambanya yang selalu berusaha dan berharap kepada yang baik.

GAGAL = Awal KEBERHASILAN

Seorang Sales yang tidak bisa perform di tempat kerjanya, bukan berarti bahwa dia adalah Sales yang buruk, bilamana hasil yang didapatkannya sudah dilakukan dengan usaha terbaik dan semaksimal yang dia bisa. Ketidakmampuan Sales dalam memenuhi target boleh jadi adalah satu cara Alloh yang Maha Mengetahui Rahasia Alam dalam merencanakan keberhasilan hamba-Nya.

Lihat berapa banyak orang yang di pecat, atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja lalu dia berhasil, sukses, berkembang lebih cepat dan lebih baik bahkan lebih besar dari empunya Perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya? Apakah tempat kita bekerja sekarang adalah tempat satu-satunya Alloh yang Maha Pemberi memberikan rizki kepada hamba-Nya?

So, ternyata bukanlah target yang tidak bisa kita penuhi yang harus kita takutkan. Namun proses dalam setiap usaha yang kita lakukan apakah sudah yang terbaik atau belum? Jika dalam proses itu sudah dilakukan dengan baik, maka berserah dirilah kepada yang Maha Pemberi. Apapun hasilnya Dialah yang Maha Menentukan segala yang terbaik untuk kita.

Pemimpin yang Baik = GURU yang Baik bagi keberhasilan yang dipimpinnya

Saya memberikan hanya 2 kriteria mengenai seorang Pemimpin.

1. Pemimpin TEGAS

Pemimpin TEGAS adalah seorang Pemimpin yang besar penghargaannya terhadap karyawannya yang berprestasi, juga bersikap TEGAS terhadap yang tidak. Bilamana ada karyawannya yang tidak perform selama masa percobaan, maka dia akan segera meminta karyawannya tersebut untuk resign. Bagaimanapun usaha yang dilakukan oleh karyawannya, semaksimal apapun namun tidak juga menghasilkan baik bagi perusahaan tetap saja tidak menguntungkan.

2. Pemimpin Kompromis

Adalah Pemimpin yang selalu mendahulukan perasaan baik ketimbang logika pemikiran. Jika ada karyawannya yang usahanya maksimal namun tidak juga menghasilkan baik, maka tipe Pemimpin seperti ini biasanya akan memberikan perpanjangan masa percobaan kepada karyawan tersebut dengan beberapa alasan yang baik.

Tipe Pemimpin seperti ini juga lebih melihat jauh ke depan mengenai hal-hal baik dari yang dipimpinnya. Dan biasanya pemimpin seperti ini memiliki banyak teman, karena baginya karyawannya adalah teman dia dalam satu rumah yang sedang diangun untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.

Di kriteria manakah sahabat ingin menjadi pemimpin kelak?
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,