Thursday, January 22, 2009

Elang

Elang

Suatu ketika, di sebuah lereng, tersebutlah seonggok
sarang Elang. Di dalamnya terdapat 6 butir telur yang sedang dierami
induknya. Suatu hari, terjadi sebuah gempa kecil dan mengakibatkan
sebutir telur mengelinding ke bawah. Namun, induk Elang tak mengetahui
hal itu. Untunglah, telur itu kuat, sehingga kemudian benda itu malah
masuk ke dalam sebuah sangkar ayam. Seekor induk ayam yang sedang
mengeram, lalu malah memasukkan telur itu ke dalam buaian bersama
telur-telur ayam lainnya.

Beberapa saat kemudian, menetaslah
telur itu, dan keluarlah seekor anak Elang yang gagah. Namun,
sayangnya, ia dilahirkan di tengah keluarga ayam. Lama kemudian Elang
kecil itu, tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Dan si Elang kecil
itupun percaya bahwa ia adalah seekor anak ayam. Ia juga mencintai
sangkar dan induk ayam, namun, ada keinginan lain di hati kecilnya.

Elang
kecil itu, suatu ketika, melihat elang-elang besar yang sedang
mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa. Ia kagum sekali dengan
kegagahan mereka. "Oh,"...Elang kecil itu memekik, "Andai saja, aku
bisa terbang seperti burung-burung gagah itu." katanya sambil menatap
langit. Anak-anak ayam lain tertawa mencericit. "Ha ha ha...kamu tak
akan bisa terbang bersama mereka, " ujar seekor anak ayam, "Kamu adalah
ayam, dan ayam tak bisa terbang!" Hahahaha.... . Tawa anak-anak ayam itu
kembali memenuhi telinga si Elang kecil. "Oh, andai saja..." ujarnya
pelan. Elang kecil itu kembali menatap langit. Menatap keluarga yang
sebenarnya di atas sana.

Setiap waktu, saat Elang itu
mengungkapkan impiannya, ia selalu diberi nasehat, bahwa itu adalah hal
yang mustahil yang bisa dilakukannya. Dan hal itulah yang terus
dipelajari oleh si Elang, bahwa, ia tak mungkin bisa terbang, dan
mengepakkan sayapnya di angkasa. Lama kemudian, si Elang berhenti
bermimpi, dan melanjutkan hidupnya sebagai ayam biasa. Akhirnya,
setelah sekian lama hidup menderita, dikekang dengan semua impiannya,
si Elang pun mati.

--Author Unknown

***

Teman, ini
adalah sebuah amsal yang baik tentang kehidupan. Ini, adalah sebuah
permisalan yang indah tentang makna harapan dan impian-impian. Ada
banyak sekali asa dan hasrat, yang akhirnya pupus, karena, hilangnya
rasa percaya dalam kalbu. Ada banyak sekali harapan-harapan, yang
hilang, hanya karena kita tak percaya dengan semua kemampuan yang kita
miliki.

Teman, kita semua adalah Elang-Elang kecil, yang --bisa
jadi-- lahir dalam buaian ayam. Kita semua adalah manusia-manusia
hebat, yang punya banyak potensi. Allah berikan banyak anugrah buat
kita, namun, seringkali, rasa percaya diri itu begitu kecil, tak mampu
membuat kita yakin, bahwa kita mampu, bahwa kita bisa. Allah berikan
banyak sekali rahmat, namun seringkali itu semua itu tak membuat kita
makin bersyukur, dan mau menjadikannya sebagai pendorong dalam hati.

Teman,
kita akan menjadi apa yang kita percayai. Jadi, saat kita bermimpi
untuk menjadi "elang", teruskan impian tadi, dan coba, abaikan dulu
nasehat "ayam-ayam" itu. Karena siapa tahu, kita adalah calon
"elang-elang" yang akan lahir dan mengepakkan sayap dengan indah di
angkasa.
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,