Thursday, July 17, 2008

Kiat Mencari Jodoh

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul
suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dana
kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan
perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah
manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam
sunnah Rasul ditegaskan bahwa " Nikah adalah Sunnahnya". Oleh karena
itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki
dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut
sehingga terlaksananya suatu pernikahan.
Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak
selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang
perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-
kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang
lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang
belum menikah juga.
Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa
banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga
tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para
musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma'isyah belum berani
maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang
mawaddah wa rohmah. Kekhawatiran jelas tampak, ditengah-tengah
perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk
memutuskan segera menikah.
Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini.
Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun
pasti beranjak semakin naik.
Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat
Islam yang memang diturunkan untuk kemashlahatan manusia, beberapa
kiat mencari jodoh dapat dilakukan :
1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang
Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan
(QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang
diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan
manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia
dan akhirat seseorang.
2. Melalui mediator, antara lain :
a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk
mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada
masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan
anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi
SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin
dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik
dan menyenangkan dengannya(Hr. Muslim).
b. Guru ngaji (murobbiyah) .Jika memang sudah mendesak untuk menikah,
seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru
ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan
keyakinan bahwa jodoh bukanlah ditangan guru ngaji. Ini adalah salah
satu upaya dalam mencari jodoh.
c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan
keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat
perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah ra. Diawali dengan
ketertarikan Khadijah ra kepada pribadi beliau yang pada saat itu
berstatus karyawan pada perusahan bisnis yang dipegang oleh Khadijah
ra. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi
Khadijah ra..
d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan
seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur
yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu diantaranya
adalah Club Ummi Bahagia.
3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia
berakhlak Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya
(temannya atau pihak keluarganya) . Namun pacaran tetap dilarang oleh
Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan
menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya,
maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia
senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim ditengah-tengah
masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan
menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita
mengomentarinya, "Betapa sedikit rasa malunya." Ayahnya yang
mendengar komentar putrinya itu menjawab, "Dia lebih baik dari pada
kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada
beliau."
Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh
pengarang buku Tahrirul Mar'ah, bahwa ada seorang temannya yang
didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya
itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, "Apakah aku
mengajak anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak anda untuk
kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya". Maka terjadilah
pernikahan setelah itu.
Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa
sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Disamping itu seorang
muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan
kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat
bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan,
bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.
Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan
hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan
menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif
(baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu
diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.
Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada
Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah
kita berserah diri. Wallahu A"lam bishowab.
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,