Thursday, July 17, 2008

HATI YANG HIDUP

HATI YANG HIDUP
Oleh : Sry Yanto (sry_pbun@yahoo. co.id, ki.gedhe@gmail. com)

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di
antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak
jelas halal-haramnya) , yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia.
Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah
membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang
terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar
tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah
bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah
sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging
itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu
rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah
hati.'" (HR. Bukhori dan Muslim)

Para salafush sholeh, terutama ulama yang sangat konsen terhadap
pembersihan jiwa (tazkiyatun nafsi) akan menempatkan perbaikan dan
kesehatan hati dalam awal mula pembahasan kitab-kitab mereka,
sebagaimana ulama fikih menempatkan pembersihan lahir (thaharah)
sebagai pembuka kitab-kitab mereka. Hal ini mengingat hati merupakan
komponen yamg paling berharga bagi manusia, melebihi jasad itu
sendiri.

Hati laksana komandan bagi setiap manusia, kemana dia memerintah maka
kesanalah raga menuju. Apa saja yang dia inginkan maka jasadlah yang
menunaikan dan mewujudkannya. Sebagai komandan tentu menjadi panutan
bagi prajurit, sehingga bilamana komandan itu baik, maka baik pulalah
prajurit, bila komandan bijaksana maka sejahteralah prajuritnya. Akan
tetapi, bilamana komandan berwatak buruk, kejam lagi bengis, maka
rusak dan sengsara serta menderitalah prajuritnya.

Ali bin Abi Thalib ra, mengingatkan bahwa ada enam perkara yang mesti
diperhatikan setiap diri agar terhindar dari keburukan dan
keterperosakan ke dalam lembah kejahatan dan penyakit hati, keenam
obat tersebut adalah:

Pertama: hidupnya hati adalah berkat bertambahnya ilmu, sedangkan
matinya hati disebabkan karena tiadanya ilmu. Ilmu merupakan alat
yang mampu menguak rahasia, memberikan petunjuk bagi yang sesat,
memberikan penerangan bagi yang kegelapan. Laksana pelita dimalam
yang pekat. Ilmu mengantarkan seseorang untuk mengetahui pemilik alam
semesta, pencipta dan kreator ulung yang tiada bandingnya yaitu Alloh
SWT. Ketiadaan ilmu mengakibatkan kebutaan, buta akal dan pikiran
yang selanjutnya akan mengakibatkan butanya hati yang di dalam dada.

Kedua: sehatnya hati adalah karena keyakinan, sakitnya hati adalah
karena keragu-raguan. Keyakinan yang benar dan kokoh yang bersumber
dari bersihnya aqidah seseorang (salimul aqidah), tentu akan
menyehatkan hati. Karena hati akan selalu bersandar dan berteduh
dibawah payung naungan Alloh yang tidak akan pernah berhenti menaungi
walaupun sekejap. Akan senantiasa terhindar dari kedengkian,
kesombongan dan kerakusan karena itu semua bukanlah cerminan aqidah
yang lurus. Sebaliknya keragu-raguan akan berakibat sakitnya hati,
keraguan berasal dari setan yang membisikkan ke dalam hati untuk
tidak mengingat dan meyakini kebenaran Ilahi, membujuk dan merayu
manusia untuk mengingkari ayat-ayat Allah dengan berbagai alasan,
apakah itu bersumber dari keadaan lingkungan dan kejumawaan pribadi
karena merasa ilmu yang teramat tinggi.

Ketiga: tidurnya hati karena kelalaian sedangkan bangunnya hati
karena dzikir yang dilakukan. Kelalaian kerap menjadi sumber petaka
bagi manusia, lalai dari kewajiban-kewajiban yang diemban sebagai
amanat Khaliq atas kehidapannya didunia. Melalaikan nikmat yang telah
dikaruniakan selama ini, bukankah nikmat yang kita terima begitu
melimpah? Hidup adalah nikmat, dengan hidup kita dapat berprestasi,
mengukir prasasti diri ketika nanti kita tiada lagi. Hidup merupakan
kesempatan untuk meraih kedudukan terpuji ketika kita kembali, hidup
merupakan kesempatan kita memperbaiki diri, bertaubat dari kesalahan
dan dosa, memohan maaf atas segala kekhilafan dan sesalahan. Belum
lagi nikmat-nikmat yang lain, nikmat panca-indera, nikmat keluarga,
anak-isteri, nikmat harta benda, pangkat dan jabatan serta lainnya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Melalaikan
seluruh nikmat tersebut akan menjadikan hati tertidur, terlelap dan
terlena. Sebaliknya, selalu mengingat Sang Pencipta, berdzikir kepada
Allah SWT akan membangunkan hati. Mengingat Allah akan membentengi
hati dari ketergelinciran amal, membangunkan hati untuk selalu
terjaga, terhindar dari kepekatan tidurnya hati merupakan nikmat
seorang hamba. Nikmat yang akan menghantarkan kepada ma'rifat dan
nikmat yang akan menghantarkannya menuju jalan yang selamat, dunia
dan akhirat.

Semoga Allah menjadikan hati kita hati yang hidup, hati yang sehat
serta hati yang terjaga. Wallahu a'lam bish shawab.
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,