Wednesday, May 28, 2008

Sensitif terhadap Waktu

Sensitif terhadap Waktu

Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah
tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa (Ibnu Atha’ilah) Sesungguhnya waktu
akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu,
maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia.

Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita
manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka
waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu, kualitas seseorang
terlihat dari cara ia memperlakukan waktu.

Allah SWT menegaskan bahwa orang rugi itu bukan orang yang kehilangan
uang, jabatan atau penghargaan. Orang rugi itu adalah orang yang
membuang-buang kesempatan untuk beriman, beramal dan saling
nasihat-menasihati (QS Al Ashr [103]: 1-3).

Menunda amal
Ciri pertama orang merugi adalah gemar menunda-nunda berbuat kebaikan.
Ibnu Athailah menyebutnya sebagai tanda kebodohan, “Menunda amal kebaikan
karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang
mempengaruhi jiwa."

Mengapa orang suka menunda-nunda?
Pertama, ia tertipu oleh dunia.
Ia merasa ada hal lain yang jauh berharga dari yang semestinya dilakukan.
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang
kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Demikian firman Allah
dalam QS Al A’laa [87] ayat 16-17.

Kedua, tertipu oleh kemalasan.
Malas itu penyakit yang sangat berbahaya. Orang malas tidak akan pernah
meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Tidak ada obat paling manjur
mengobati kemalasan, selain mendobraknya dengan beramal.

Ketiga, lemah niat dan tekad, sehingga tidak bersungguh-sungguh dalam
beramal.
Salah satunya dengan terus menunda. Seorang pujangga bersyair, Janganlah
menunda sampai besok, apa yang dapat engkau kerjakan hari ini. Juga, waktu
itu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan untuk sesuatu yang tidak
berharga.

Tidak sensitif terhadap waktu
Ciri kedua, tidak sensitif terhadap waktu. Islam memerintahkan kita untuk
sensitif terhadap waktu. Dalam sehari semalam tak kurang lima kali kita
diwajibkan shalat. Sehari semalam, lima kali Allah SWT mengingatkan kita
akan waktu. Shalat pun akan bertambah keutamaannya bila dilakukan di
masjid, berjamaah dan di awal waktu. Karena itu, orang-orang yang
mendirikan shalat, pasti memiliki manajemen waktu yang baik.

Sesungguhnya, kita hanya akan perhatian terhadap sesuatu yang kita anggap
penting. Demikian pula dengan waktu. Jika kita menganggap waktu sebagai
modal terpenting, maka kita akan sangat sensitif dan perhatian
terhadapnya. Kita tidak akan rela sedetik-pun waktu berlalu sia-sia. Orang
yang perhatian terhadap waktu terlihat dari intensitasnya melihat jam. Ia
sangat sering melihat jam. Ia begitu perhitungan, sehingga kerjanya
efektif dan cenderung berprestasi. Penelitian menunjukkan semakin
seseorang perhatian dengan waktu, semakin berarti dan efektif hidupnya. Ia
pun lebih berpeluang meraih kesuksesan.

Orang sukses itu tidak sekadar punya kecepatan, namun ia punya percepatan.
Kecepatan itu bersifat konstan atau tetap, sedangkan percepatan itu
menunjukkan perubahan persatuan waktu. Artinya, orang sukses itu
senantiasa melakukan perbaikan. Hari ini harus lebih baik dari hari
kemarin. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW bahwa orang beruntung
itu hari ini selalu lebih baik dari kemarin. Lain halnya dengan orang
konstan; hari ini sama dengan kemarin. Rasul menyebutnya orang rugi.
Sedangkan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin disebut orang
celaka.

Saudaraku, orang yang memiliki percepatan, hubungan antara prestasi dengan
waktu hidupnya menunjukkan kurva L. Dalam waktu yang minimal, ia
mendapatkan prestasi maksimal. Itulah Rasulullah SAW. Walau usianya hanya
63 tahun, namun beliau memiliki prestasi yang abadi. Demikian pula para
sahabat dan orang-orang besar lainnya. Semuanya berawal dari adanya
sensitivitas terhadap waktu.

sumber : kolom hikmah - republika.co. id
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,