Wednesday, May 28, 2008

Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun

Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun
oleh Ihsan Tandjung sumber : eramuslim.com
------------ --------- --------- --------- --------- --------

Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.
Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.
خَ ا&# 1604;ِ د&# 1616;ي ن&# 1614; فِ ي&# 1607;َ ا أَ ب&# 1614;د ً&# 1575;
Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”
Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.
Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi...?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di
akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.
Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah...! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:

عَ ن&# 1618; أَ ب&# 1616;ي هُ ر&# 1614;ي ْ&# 1585;َ ة&# 1614; قَ ا&# 1604;َ قَ ا&# 1604;َ رَ س&# 1615;و ل&# 1615; ال ل&# 1617;َ ه&# 1616; صَ ل&# 1617;َ ى ال ل&# 1617;َ ه&# 1615; عَ ل&# 1614;ي ْ&# 1607;ِ وَ س&# 1614;ل ّ&# 1614;م َ مَ ا مِ ن&# 1618; صَ ا&# 1581;ِ ب&# 1616; كَ ن&# 1618;ز ٍ لَ ا يُ ؤ&# 1614;د ّ&# 1616;ي حَ ق&# 1617;َ ه&# 1615; إِ ل&# 1617;َ ا جُ ع&# 1616;ل َ صَ ف&# 1614;ا ئ&# 1616;ح َ
يُ ح&# 1618;م َ&# 1609; عَ ل&# 1614;ي ْ&# 1607;َ ا فِ ي نَ ا&# 1585;ِ جَ ه&# 1614;ن ّ&# 1614;م َ فَ ت&# 1615;ك ْ&# 1608;َ ى بِ ه&# 1614;ا جَ ب&# 1618;ه َ&# 1578;ُ ه&# 1615; وَ ج&# 1614;ن ْ&# 1576;ُ ه&# 1615; وَ ظ&# 1614;ه ْ&# 1585;ُ ه&# 1615; حَ ت&# 1617;َ ى يَ ح&# 1618;ك ُ&# 1605;َ ال ل&# 1617;َ ه&# 1615; عَ ز&# 1617;َ وَ ج&# 1614;ل ّ&# 1614; بَ ي&# 1618;ن َ عِ ب&# 1614;ا د&# 1616;ه ِ فِ ي يَ و&# 1618;م ٍ
كَ ا&# 1606;َ مِ ق&# 1618;د َ&# 1575;ر ُ&# 1607;ُ خَ م&# 1618;س ِ&# 1610;ن َ أَ ل&# 1618;ف َ سَ ن&# 1614;ة ٍ مِ م&# 1617;َ ا تَ ع&# 1615;د ّ&# 1615;و ن&# 1614; ثُ م&# 1617;َ يُ ر&# 1614;ى سَ ب&# 1616;ي ل&# 1614;ه ُ إِ م&# 1617;َ ا إِ ل&# 1614;ى ال ْ&# 1580;َ ن&# 1617;َ ة&# 1616; وَ إ&# 1616;م ّ&# 1614;ا إِ ل&# 1614;ى ال ن&# 1617;َ ا&# 1585;ِ (أح م&# 1583;)
Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)
Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:
قِ ي&# 1604;َ لِ ر&# 1614;س ُ&# 1608;ل ِ ال ل&# 1617;َ ه&# 1616; صَ ل&# 1617;َ ى ال ل&# 1617;َ ه&# 1615; عَ ل&# 1614;ي ْ&# 1607;ِ وَ س&# 1614;ل ّ&# 1614;م َ يَ و&# 1618;م ً&# 1575; كَ ا&# 1606;َ مِ ق&# 1618;د َ&# 1575;ر ُ&# 1607;ُ خَ م&# 1618;س ِ&# 1610;ن َ أَ ل&# 1618;ف َ سَ ن&# 1614;ة ٍ مَ ا أَ ط&# 1618;و َ&# 1604;َ هَ ذ&# 1614;ا ال ْ&# 1610;َ و&# 1618;م َ فَ ق&# 1614;ا ل&# 1614; رَ س&# 1615;و ل&# 1615;
ال ل&# 1617;َ ه&# 1616; صَ ل&# 1617;َ ى ال ل&# 1617;َ ه&# 1615; عَ ل&# 1614;ي ْ&# 1607;ِ وَ س&# 1614;ل ّ&# 1614;م َ وَ ا&# 1604;ّ َ&# 1584;ِ ي نَ ف&# 1618;س ِ&# 1610; بِ ي&# 1614;د ِ&# 1607;ِ إِ ن&# 1617;َ ه&# 1615; لَ ي&# 1615;خ َ&# 1601;ّ َ&# 1601;ُ عَ ل&# 1614;ى ال ْ&# 1605;ُ ؤ&# 1618;م ِ&# 1606;ِ حَ ت&# 1617;َ ى يَ ك&# 1615;و ن&# 1614; أَ خ&# 1614;ف ّ&# 1614; عَ ل&# 1614;ي ْ&# 1607;ِ مِ ن&# 1618; صَ ل&# 1614;ا ة&# 1613;
مَ ك&# 1618;ت ُ&# 1608;ب َ&# 1577;ٍ يُ ص&# 1614;ل ّ&# 1616;ي ه&# 1614;ا فِ ي&# 1617;َ ال د&# 1617;ُ ن&# 1618;ي َ&# 1575;(أ ح&# 1605;د )
Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)
Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,