Thursday, February 21, 2008

Renungan Mengenai Memberikan Lebih

Renungan Mengenai Memberikan Lebih
Oleh: Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt

"Bertanding dalam olahraga mengajarkan kepada saya bahwa kalau saya tidak bersedia memberikan 120 persen, orang lain akan bersedia" - Ron Blomberg
"Apabila Anda tidak bersedia mengerjakan lebih dari bayaran Anda, Anda tidak akan pernah dibayar lebih dari apa yang Anda kerjakan" - Anonymous

Kadang kita berasumsi bahwa dengan mengerjakan sesuatu secara standard atau rata-rata sudah cukup. Kadang malah kita beranggapan banyak orang lain yang akan melakukan hal yang sama dengan kita lakukan atau menunjukkan usaha setingkat yang kita tunjukan. Yang tidak kita ingin akui atau kita abaikan adalah saat kita dan begitu banyak orang lain berkumpul di liga rata-rata, ada sekelompok kecil orang pula yang memberikan lebih dari rata-rata, dan bersinar di antara yang redup.
Mereka yang bersedia memberikan lebih dari rata-rata. Mereka yang akan bertarung lebih dari yang diperlukan. Mereka yang akan tetap terjaga di tengah malam untuk berkarya. Mereka yang akan terus bangun setiap kali mereka terjatuh. Mereka yang bersedia berkarya di saat dimana orang lain menolak. Mereka yang bersedia menerima tanggung jawab lebih. Mereka yang bersedia mengerjakan lebih dari yang seharusnya mereka kerjakan di tugas mereka. Mereka yang di saat orang lain beristirahat tetap mendaki dan mendaki. Mereka yang bersedia memberikan lebih dari 100%.
Sayangnya, kita malah punya berbagai label mengenai orang-orang seperti ini, sebut saja "Workaholic" , "Tidak tahu waktu", "Gila kerja", "Ambisius", "Terlalu agresif", dan lain-lain bahkan sampai yang agak ekstrim, "Tukang cari muka", apabila dalam konteks perusahaan bagi yang seolah mau menerima begitu banyak tanggung jawab dengan tersenyum. Seolah memberikan lebih dari standard adalah sesuatu yang tidak beres. Dalam bahasanya mungkin dikatakan "berlebihan" . Padahal di kebanyakan kasus, kata "luar biasa" lebih pas dari 'berlebihan' .
Pengalaman saya mengajarkan bahwa selisih daya dan kontribusi yang kita keluarkanlah yang akan memberikan selisih reward yang kita terima, entah cepat atau lambat, entah di tempat kita sekarang atau di tempat lain. Apabila kita berharga 1 juta dan kita berikan daya 2 juta, maka selisih 1 juta inilah yang akan terbayarkan kemudian, kembali lagi, entah cepat atau lambat, di sini atau di tempat lain.
You see, ada yang tidak bersedia memberikan selisih ini, terutama karena merasa akan terlalu lama memberikannya untuk 'nothing'. Seolah bodoh untuk bekerja lebih tanpa reward langsung. Sehingga saat ada tanggung jawab tambahan, pertanyaan langsungnya adalah: "reward" tambahan berapa?
Apalagi yang sekarang dikenal sebagai 'multi-tasking' , alias pengurangan personel tapi penambahan tanggung jawab ke yang tersisa. Lalu, saat ada yang mau mengambil tanggung jawab tersebut tanpa pamrih atau tanpa embel-embel reward langsung, entah kita heran, sampai bentuk ekstrimnya kita bisa beranggapan orang ini sedang cari muka.
Padahal, kalau kita mau berpikir sejenak, 100% daya yang kita berikan, hanya juga memberikan 100% reward yang kita terima. Tidak lebih. Dan tidak sedikit dari kita yang sudah mengalaminya bertahun-tahun dengan menggerutu, dan mengharap dengan kontribusi 100% tersebut kita berhak meminta lebih dari 100%.
Ini memang soal PILIHAN bersikap. Tidak ada yang mengatakan kita harus memberikan pas, lebih, atau kurang. Kita bebas MEMILIH berdasarkan konsekuensi yang ingin kita terima dan harga yang ingin kita bayarkan, atau kontribusi yang bersedia kita berikan. Kalau saya, untuk hasil 120%, saya bersedia memberikan kontribusi 120%. Kenapa tidak pula 150%? 200%
Secara konstan saya menolak pemberian nilai oleh perusahaan yang hanya 5-15% per tahun berdasarkan kenaikan reward, seolah itulah pula kenaikan nilai saya. Saya berharga lebih dari itu. Walau belum tentu besok saya terima reward-nya, walau belum tentu bulan depan saya terima. Dan kalau sampai tahun depan saya belum terima selisih 20%-nya, setidaknya nilai saya telah bertambah 20%.
Bukan dari hasil pemberian atau penilaian orang lain, tapi dari pemberian dan penilaian diri sendiri. Karena saat saya memutuskan pergi dengan nilai 120% ini, perusahaan saya pun akan kehilangan 120%, bukan hanya 100%. Dan di tempat tujuan saya, saya datang dengan 120%.
Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda tidak mau, akan ada yang mau. Kalau saya yang bersaing dengan Anda, saya akan mau.

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay, MNLP, CHt
Director
INSPIRASI INDONESIA
Kondominium Rajawali, Town House No.20
Jl. Rajawali Selatan I/1B
Jakarta Pusat 10720
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,