Friday, February 15, 2008

PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI

PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI

Oleh: Eko Jalu Santoso,


"Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama". - Norman Vincent Peale -


Kehidupan dunia dengan pernik-perniknya yang sangat menggiurkan seringkali menjadikan banyak orang menempatkan orientasi yang salah dalam memandang kehidupan. Banyak orang yang menempatkan sumber motivasi kebahagiaan, keberhasilan, kesuksesan dari luar dirinya. Mereka menjadi manusia yang mendewakan berbagai aksesories kesuksesan duniawi, dengan mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Tidak memahami hakekat posisi dirinya sebagai manusia dalam kehidupan dunia ini dan bahkan ada yang menganggap dirinya mampu mengatur dunia ini dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan akal pikirannya.

Tanpa disadarinya, hatinya telah terbelenggu dan dikendalikan oleh pengaruh lingkungan kemajuan peradaban kehidupan modern. Banyak orang telah diperbudak oleh kemajuan zaman dan cenderung mengabaikan nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Inilah sumber dari kemerosotan etika, moral dan perilaku banyak manusia dalam kehidupan.

Albert Einstein pernah mengatakan, “ Masalah penting yang kita hadapi kini tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut.” Makna dari ungkapan ini adalah, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan biasa, atau menyelesaikan masalah biasa saja, mungkin cukup dilakukan dalam tataran praktik, tingkah laku dan sikap dalam diri kita. Namun, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan yang besar dan sangat berarti dalam hidup ini, maka perlu dilakukan perubahan mendasar melalui tataran paradigma berpikir.

Paradigma berpikir dari dalam hati adalah tingkatan baru dalam pola berpikir, tingkatan berpikir yang lebih dalam. Sebuah paradigma yang didasari oleh prinsip-prinsip yang bersumber dari dalam hati. Paradigma dari dalam hati artinya meyakini segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita dimulai dari dalam hati. Keberhasilan, kegagalan, kesuksesan dan keagungan hidup ini sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri, bahkan lebih mendasar lagi, dimulai dari bagian paling dalam dari diri sendiri yakni “hati nurani”.

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata melalui keyakinan hidup yang bersumber dari suara hati nurani, seperti:
· Selalu menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam langkah kehidupan.
· Memandang kehidupan dunia ini melalui mata hati, bukan sekedar mata panca indra semata.
· Mengarahkan hati selalu “taqarrub” pada sifat-sifat kemuliaan Allah, yang melandasi setiap kegiatan hidupnya.
· Hal ini diimplementasikan dalam kehidupan melalui sikap yang mengedepankan integritas, kejujuran, cinta kasih, keadilan, kebenaran, kebebasan, kesabaran dan ketawakalan.

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi yang dapat memancarkan energi positif ke sekelilingnya, sehingga melahirkan kreativitas dan produktivitas tinggi. Karena dirinya selalu mencari sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan sifat-sifat mulia Allah. Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa “taqarrub” menuju kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah “built in” di dalam dirinya untuk memenuhi kebahagiaannya.

Keseimbangan hidup seperti ini akan nampak setiap saat dalam perilaku kehidupan yang cenderung lebih mengedepankan nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, “Bahwa makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualitasnya” . Maka manusia yang dapat mengarahkan hatinya selalu “taqarrub” menuju sifat-sifat mulia Allah, akan menemukan makna hidup yang lebih tinggi.
Bagaimana paradigma berpikir dari dalam hati ? Dalam buku saya “HEART REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani” yang diterbitkan Elex Media Komputindo telah dibahas dengan lengkap mengenai bagaimana mengembangkan paradigma berpikir dari dalam hati ini. Sederhananya, paradigma berpikir dari dalam hati artinya, dalam berkarier, berbinis, berkarya, maupun dalam berbagai aktivitas kehidupan selalu dilandasi nilai-nilai “Illahiah” mulia dalam hati. Memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang abadi. Dengan demikian dapat memandang kehidupan dengan seimbang, artinya tetap realistis dan memiliki idealisme sesuai nilai-nilai spiritual dalam hatinya.

Lebih menghargai orang-orang yang mengedepankan integritas, kejujuran, hidup yang lurus, penuh cinta kasih, kepedulian sosial dan empati kepada sesama kehidupan, meskipun mungkin tidak memiliki berbagai simbul kesuksesan duniawi. Karena dapat memandang kesuksesan hidup bukan hanya pada prestasi luar semata, tetapi memiliki keselarasan dalam nilai-nilai kebenaran berdasarkan hati nurani.

Demikianlah orang-orang yang mendengarkan suara hatinya dan menggunakannya sebagai pembimbing dalam kehidupannya, akan mengantarkannya meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan. Karena mereka menempatkan orientasi hidupnya jangka panjang yang jauh kedepan. Mereka hidup mengedepankan kebijaksanaan, melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dan memberdayakan potensi dirinya untuk tujuan mulia dalam kehidupan. Mereka memandang kehidupan secara realistis, tetap menjaga integritas hati nuraninya. SEMOGA BERMANFAAT.

Salam Motivasi Nurani.
Post a Comment

tes

tes

soal tes cpns

Motivated

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney, Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawaw, Motivasi itu seperti mandi; kalau Anda berhenti melakukannya maka Anda akan "melempem" lagi, sama seperti Anda akan bau lagi bila berhenti mandi. ~ Z ig Ziglar ~ , Successful people live well, laugh often, and love much. They've filled a niche and accomplished tasks so as to leave the world better than they found it, while looking for the best in others, and giving the best they have. , It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to succeed. , There is always the danger that we may just do the work for the sake of the work. This is where the respect and the love and the devotion come in - that we do it to God, and that's why we try to do it as beautifully as possible. , Life is a promise; fulfill it, If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well. , Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success. , Be what it is that you are seeking. , Every new day is an opportunity to balance the sheet; a new opportunity to put your act right! Thank God for every new day, rather than just for Friday., There is no such thing in anyone's life as an unimportant day. ,What would life be if we had no courage to attempt anything? , It's what you learn after you think you know it all that makes a difference. , The difference between great people and everyone else is that great people create their lives actively, while everyone else is created by their lives, passively waiting to see where life takes them next. The difference between the two is the difference between living fully and just existing. , We are all faced with a series of great opportunities brilliantly disguised as impossible situations. , You cannot control what happens to you, but you can control your attitude toward what happens to you, and in that, you will be mastering change rather than allowing it to master you. , Those who wait to do a great deal of good at once will never do anything. Life is made up of little things. True greatness consists in being great in the little things. , Great lives are the culmination of great thoughts followed by great actions. , There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.,