Thursday, January 16, 2014

PENTING UNTUK KITA TAHU

PENTING UNTUK KITA TAHU, bahwa.....

TERNYATA apabila kita MARAH selama 5 menit saja, maka imunitas sistem tubuh kita akan depressi 6 jam.

Begitu pula saat kita menDendam, menyimpan kepahitan, imunitas tubuh kita mati. Disitulah awal segala macam penyakit; STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rheumatik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).

Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita akan sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.

Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

Jika sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.

Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).

Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Rugi bukan kalau itu terjadi pada diri kita, so sahabat The Best mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh untuk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas.(HATI Yg GEMBIRA adalah OBAT).

BE THE BEST PERSON
Mbak Niek

hope

today i have a dream. i will build a home. i hope i ll do. 

Friday, May 17, 2013

Belajar dari Bekicot

Belajar dari Bekicot



Dahsyat! Tanpa tangan dan kaki, hewan ini mampu melewati rintangan seperti ini. Yang terpenting bukan hasilnya, tapi caranya melewati masalah dengan keterbatasan yang ia miliki, terkadang kita justru takut menghadapi masalah tanpa pernah mencoba menyelesaikannya. Mungkin, kita akan mencetuskan alasan-alasan yang membela kita untuk tidak melakukan hal yang beresiko, tapi kita harus sadar bahwa kita punya sejuta alasan yang mengharuskan kita dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Seharusnya, jika bekicot saja mampu menyelesaikan masalah seperti ini, maka bagaimana mungkin manusia yang diberi akal dan potensi yang lebih dibandingkan makhluk lainnya tidak dapat survive dalam setiap masalah yang harus dihadapinya. Itulah contoh kecil dari bekicot yang patut kita jadikan pelajaran.

Originally by: Emzeth

Friday, May 3, 2013

Do’a Agar Lulus Ujian Nasional,Ujian Sekolah,Ujian


Do’a Agar Lulus Ujian Nasional,Ujian Sekolah,Ujian Madarasah,Ulangan,UN,UAN,UMPTN,Tes Masuk Perguruan Tinggi/Perusahaan,Tes Seleksi Penerimaan Pegawai/PNS/CPNS (Sudah Diijazahkan,Insyaallah Terkabul)

Di era globalisasi ini, pendidikan dan pekerjaan sangat diperlukan untuk menjawab semua tantangan kehidupan. Namun itu menjadi sangat ironis ketika kita dihadapkan pada kenyataan pahit tidak lulus ujian pendidikan atau tidak lolos tes masuk perusahaan/ perguruan tinggi. Maka ada baiknya kita mengamalkan do’a berikut sebelum mengerjakan ujian atau tes itu; 
1.Baca Ta’awudz dan Basmalah. 

2.Baca Al Fatichah satu kali untuk Nabi Muchammad s.a.w. Dan Nabi Khidir a.s. 

3.Baca Sholawat Nabi satu kali. 

4.Kemudian baca satu kali: رب اشرح لی صدری ویسرلی امری واحلل عقدت من لسانی یفقھوقولی (Robbisy syrochli shodri, wa yassirli amri, wachlul ‘uqdatam mil lisani yafqohu qouli) 

5.Baca tanpa nafas tiga kali do’a; یافتاح یاعلیم (Ya Fatachu Ya ‘Alim) 

6.Juga baca tanpa nafas tujuh kali do’a: حم (Chaaa Miiim). ini adalah ayat awal dari Suroh As Sajadah.
 
SEMOGA BERMANFA’AT DUNIA AKHIRAT!!!
 

Thursday, April 18, 2013

KISAH NYATA : SEDEKAH 'sembuhkan' KANKER


Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan. Beberapa kali saya berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, “Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!” Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.

Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.
***
Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! “Darimana saya harus memulai…?” saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa ‘ilmu ladunni‘ yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:

Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.

Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.

Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!

Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.
***
Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.

Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.

Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka
***
Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, “AKU INGIN BERSEDEKAH!” Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.
***
Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, “Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!”

Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.

Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt. Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.
***
“Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?!” tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, “Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!” Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.
***
Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. “Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya” jelas dokter Yusfa.

Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.

Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali… Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya. Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.

Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.
***
Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini. Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa. Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, “Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!”

Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.
***
Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, “Alhamdulillah bu Reni…. Alhamdulillah….!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami… dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya…?!”

Subhanalllah…. rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.

“Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat.” (HR. Baihaqi)

Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalami KEAJAIBAN SEDEKAH ?!

By PAY (Pecinta Anak Yatim) (Notes) on Monday, 1 April 2013 at 15:32

tanda orang bijak

Photo: KISAH HIKMAH MURID & GURU

SILAKAN SHARE/BAGIKAN ke orang-orang tercinta dan teman-teman.

Sadarkah kita ???

Seorang Guru tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari'at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan permainan diulang kembali.

Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasika­n dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika."

"Keluar berduaan, berkasih-kasiha­n tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya.­ "Paham ....."

Semoga atas hidayah Allah kita tergolong hamba-Nya yg selamat 

Barakallahu fiikum,Semoga berkenan dan bermanfa'at...

Semoga status yang sedikit ini bisa bermanfaat. Marilah kita untuk senantiasa Mengajak Dan Menebar Kebaikan kepada sesama.
 
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) 

Bagi yang membaca ini alangkah baiknya untuk membagikan pada yang lain, Ayo silahkan dishare.... Teruskan ilmu, jangan disimpan sendiri..

Gabung di FP Buah Hatiku berbagi inspirasi dan motivasi keluarga sakinah

::REKOMENDASI:: mainan anak muslim, mainan edukatif, hanya di
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.453636441375417.1073741825.413467275392334&type=1&l=b13f360461

ZENAZAH YG HIDUPNYA TIDAK SHALAT - KISAH NYATA


ZENAZAH YG HIDUPNYA TIDAK SHALAT - KISAH NYATA


Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal.



Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.

Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.

Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.

Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su-ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal. (Yusuf Mansur Network)

succes is my right

Photo: Berlian Dalam Diri

Sebenarnya didalam diri manusia terdapat berlian yang berharga. Berlian adalah batu permata yang paling berharga di dunia. Dalam bentuk yang asli berlian adalah karbon dalam bentuk paling pekat. Berlian dihasilkan dari kurang lebih 161 Km atau 100 batu di dalam bumi.

Untuk menghasilkan berlian , karbon di dalam bumi harus mendapat tekanan seberat 435.113 pound setiap inci persegi (psi) dan dipanaskan pada suhu yang tidak kurang dari 752 derajat F ( = 400 derajat C) . Jika tekanan dan suhu tidak mencapai angka yang telah disebutkan , bukan berlian yang dihasilkan tetapi Grafit. Grafit adalah karbon yang lembut yang dapat di beli di pinggir jalan dalam bentuk pensil atau alat pelicin. Kebanyakan berlian yang kita lihat saat ini dihasilkan dari bawah bumi tersimpan berjuta-juta tahun lamanya. Ini menjadikan berlian bahan mineral paling keras di muka bumi.

Manusia memiliki berlian di dalam dirinya karena lebih dari 18 % tubuh manusia terdiri dari karbon. Namun berlian di dalam diri manusia tidak akan dapat dihasilkan tanpa tekanan dan ujian sebagaimana berlian di dalam bumi yang tidak akan dapat dihasilkan tanpa tekanan yang kuat dan suhu yang tinggi. Berlian di dalam diri manusia hanya dapat dihasilkan jika kesabarannya teruji, ketabahannya dipertahankan, kesungguhan dan kegigihannya di pupuk dan keimanan serta ketakwaannya ditingkatkan. Jika manusia berhasil melewati ujian-ujian tersebut , dia menjadi permata umat yang dapat mengukir sejarah kecemerlangan dalam hidupnya. Pada saat itu dia mencapai kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat.

Manusia menjadi lebih matang dan mantap setelah mendapat ujian. Tanpa ujian potensi diri tidak akan ditemukan. Kita seharusnya bersyukur jika mendapat ujian. Imam Al-Ghazali menjelaskan kepada kita bagaimana harus menyikapi ujian secara positif. Setiap ujian di dunia seperti miskin, sakit, takut dan bencana, ada 5 (lima) perkara yang harus di syukuri .
Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Uluddin perkara itu adalah :

1.Musibah dan sakit bukanlah suatu kekuatan yang menentukan jalan hidup. Kekuatan yang menentukan jalan hidup kita adalah Allah. Segala ujian yang menimpa adalah kecil. Yang besar adalah kekuasaan Allah yang dapat menentukan segala-galanya.

2.Musibah yang menimpa adalah ringan karena hal ini tidak berkaitan dengan agama. Imam Sahl bin Abdullah berkata , “Bersyukurlah kepada Allah karena (imammu masih mantap). Jika setan memasuki hatimu dan merusak tauhidmu , maka apakah yang akan kamu lakukan? “ Umar Al- Khatab berkata , “ Jika aku mendapat ujian duniawi aku bersyukur, karena terdapat 4 (empat) nikmat yang akan didapat. Ujian itu tidak berkaitan dengan agama. Kedua ujian itu tidak besar jika dibandingkan ujian agama. Ketiga, aku mendapat kan ke Rhidaan-Nya. Keempat, aku mengharapkan pahala dari-Nya.

3.Dibandingkan akhirat azab di dunia lebih ringan dan sekejap. Ujian di dunia dapat diminimalisir dengan berbagai cara sedangkan azab akhirat sudah merupakan suatu ketetapan.

4.Penderitaan itu adalah sebagian dari ketetapan Allah. Jika ketetapan itu terjadi, berkuranglah ujian pada tingkat yang lebih tinggi dan mungkin juga akan datang kesenangan dan kebahagiaan setelah itu.

5.Ujian-ujian didunia ini adalah jalan mencapai kebahagiaan di akhirat. Ujian di dunia bisa diibaratkan seperti obat yang pahit yang bakal mendatangkan kesejahteraan diakhirat.

Umat islam adalah umat yang hebat karena mereka di dididk menerima ujian dalam hidup sebagai hal biasa. Mereka menyadari bahwa ujian dalam hidup mendatangkan banyak manfaat dan kebaikan pada mereka. Kebaikan itu diantaranya , mereka dinaikkan derajatnya disisi Allah. Imam Abu Dawud meriwayatkan sabda nabi , “ Bagi seorang laki-laki ada satu derajat disisi Allah yang tidak dapat dicapai dengan amalannya tetapi dengan ujian yang menimpanya”.

Kesusahan menyebabkan dosa-dosa mereka diampuni. Dalam Hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda, “Tidak ada satupun musibah yang menimpa atas diri seorang muslim baik kepenatan, sakit kronis, kerisauan, kesedihan, kesakitan dan kemurungan apapun , sehingga duri mengenai badannya, melainkan menjadi kharafah baginya atas dosa-dosa.” Allah memberi jaminan bahwa kesusahan adalah jembatan menuju keberhasilan. Dalam surat Al-Insyirah ayat 5-6 Allah berfirman : “ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kesenangan.”

Hal ini diperkuat oleh sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Tirmidzi , “Sesungguhnya keberhasilan ada bersama kesabaran, kelapangan ada bersama kesusahan, dan sesungguhnya bersama kepayahan ada kesenangan .”

SHARE yuk, semoga bermanfaat buat kita semua.

Gabung di FP Buah Hatiku  bersama ayahbunda hebat belajar ilmu parenting untuk keluarga sakinah

MENGAPA AKU DI UJI?



MENGAPA AKU DI UJI?

“Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (Q.S. Al-Baqarah ayat 286)

Jalan hidup kita tentunya tidak selalu indah sebagaimana yang diharapkan. Demikian juga dengan kadar iman yang naik dan bisa saja turun dengan drastisnya. Ujian tentunya bukan hanya selalu dibungkus dengan kesengsaraan saja bukan?, melainkan ia dapat dilukiskan dengan kesuksesan, prestasi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Saat kita mengalami ‘kekosongan’ dalam melewati sebuah episode hidup, diri ini malah menjauh dari-Nya. Siratan rasa ketidakadilan akibat dari pengharapan dan cita-cita terbesar yang belum juga dikabulkan-Nya sering membuat kita ‘ngambek’ berdemo dengan ‘mogok ibadah’. Padahal sikap demikian malah akan membuat kita semakin jauh dari-Nya bukan?

Ada apa dengan kehidupan kita? Mengapa kita selalu saja tertinggal dari orang lain dalam segala hal? Mengapa hidup tak seindah pengharapan? Mengapa teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita selalu saja mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan? Mengapa..mengapa dan mengapa. Tak kan habis pertanyaan-pertanyaan senada yang lahir dari hati ini. Kita tidak tahu, mungkin saja mereka juga mengalami hal yang sama dengan kita dan telah melewatinya dengan berdo’a, ikhtiar dan intropeksi diri dalam waktu yang kita tidak tahu berapa lama. Hanya saja mereka melewatinya lebih dulu dari pada kita.

Sahabat, apa yang membuat hati ini menjadi ternoda adalah karena kita terkadang memandang keberhasilan orang lain dengan sinis. Timbul iri hati dan cemburu akibat membandingkan diri yang jauh dibawah nya. Sudah seharusnya kita bisa menjadi sahabat untuk diri sendiri, berdamai dengan segala kekurangan dan keberhasilan yang mungkin saja masih tertunda. Menghujat diri sendiri dengan berbagai penyesalan dan menyalahkan diri tidak akan merubah segalanya menjadi lebih baik. Mulai sekarang mari katakan pada diri kita …

"Wahai diriku, aku bahagia memiliki jiwa dan raga ini, aku bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Alloh kepadaku. Jika aku saat ini belum menjadi orang yang berhasil, maka aku tidak perlu bersedih dan kawatir, Alloh pasti memiliki jalan yang mugkin saja berbeda dari orang lain untuk membuat hidupku menjadi lebih baik dan berarti. Jika bukan saat ini, mungkin esok atau lusa, minggu depan atau pun tahun depan. Tapi diriku harus jauh-jauh dari yang namanya kufur nikmat dan husnudzon terhadap Alloh Swt dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Wahai diriku, mulai detik ini jadikanlah makna dari ayat-ayat diatas menjadi penolong dan petunjuk hidupmu. Insya Alloh, Dia akan selalu menyertai dan menjagamu dalam setiap denyut nadimu. Tapi ingat, semua itu harus disertai ikhtiar dan do’a. Betul? Let’s start it with Bismillah …” ^_^

doa di waktu pagi

Photo: :::: YUK AAMIIN-KAN DO'A PAGI INI :::: 

-------------------------------------------------------------
 Sahabat, dapatkan hikmah dan isnpirasi lainnya di   GALERI MUSLIMAH MODERN (GMM) <--KLIK--> http://on.fb.me/1460YyF